Bank Sampah: Cara Depok Mengatasi Penumpukan Sampah

Kota Depok selama beberapa tahun terakhir telah membangun ratusan bank sampah di seluruh wilayahnya. Pembangunan tersebut dilancarkan dalam mendukung program zero waste city yang diusung Pemkot Depok.

Dilansir dari SINDOnews (7/5), Pemkot Depok telah berhasil membangun 483 bank sampah. Demi menjamin efektivitas, jumlah bank sampah pun akan ditambah dan ditargetkan untuk mencapai angka 600 titik pada akhir tahun 2017.

 

Akibat Krisis TPA Cipayung

Target tinggi yang dicanangkan Pemkot Depok tersebut tentu bukan tanpa alasan. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, dilaporkan tengah berada dalam kondisi kritis. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Eti Suryati, melaporkan melalui Tempo (6/1) bahwa TPA Cipayung sudah mengalami overload.

Kondisi TPA Cipayung yang memprihatinkan disebabkan oleh penumpukan sampah yang sudah tidak ideal. Eti Suryati melalui Tempo.co (6/1) mengungkapkan bahwa TPA Cipayung menerima 700 hingga 750 ton sampah perhari. Tumpukan sampah yang ditampung di TPA tersebut pun telah mencapai 33 meter. Akibatnya, TPA Cipayung pun mengalami amblas dan pada akhirnya menyumbat aliran Kali Pesanggrahan, lapor Pikiran Rakyat (8/3).

 

Bank Sampah Sebagai Solusi

Kondisi kritis TPA Cipayung tentu mendesak Pemkot Depok untuk bertindak. Jumlah bank sampah yang tersedia saat ini hanya dapat mengurangi jumlah sampah sebanyak lima hingga sepuluh persen, tutur Siti Hasanah, Lurah Kalibaru, Depok, kepada Republika (17/3). Oleh karena itu, Pemkot Depok pun menargetkan pembangunan 895 bank sampah hingga tahun 2020.

Tingginya target Pemkot Depok dalam membangun bank sampah seharusnya mendapat dukungan penuh dari warga. Selain adanya perbaikan terhadap kualitas lingkungan hidup, warga pun dapat meraup keuntungan materiil dari keberadaan bank sampah. Kecamatan Tapos, Depok, merupakan salah satu kecamatan yang berhasil memberdayakan bank sampahnya dengan baik.

 

Pemkot Depok melaporkan bahwa Kecamatan Tapos telah berhasil meraup keuntungan sebesar Rp. 14 juta perbulan. Keuntungan tersebut didapatkan dari pengumpulan sampah selama sebulan yang dapat mencapai 12 ton. Ketua Komunitas Bank Sampah Tapos, Raihatul Jannah, menuturkan bahwa keuntungan tersebut dapat membantu pereknomian warga, meskipun jumlahnya masih fluktuatif.

SUMBER

“Bank Sampah Tapos Mampu Hasilkan 14 Juta Rupiah Perbulan.” Portal Resmi Pemerintah Kota Depok, 8 September 2015, http://www.depok.go.id/08/09/2015/10-ekonomi-kota-depok/bank-sampah-tapos-mampu-hasilkan-14-juta-rupiah-perbulan. Diakses pada 26 Juli 2017.

Arifianto, Bambang. “TPA Cipayung Ambles di Sejumlah Titik.” Pikiran Rakyat, 8 Maret 2017, http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2017/03/08/tpa-cipayung-ambles-di-sejumlah-titik-395634. Diakses pada 26 Juli 2017.

Hamdi, Imam. “Krisis Sampah di Depok, TPA Cipayung Hanya untuk 6 Bulan.” Tempo, 6 Januari 2017, https://m.tempo.co/read/news/2017/01/06/083833366/krisis-sampah-di-depok-tpa-cipayung-hanya-untuk-6-bulan. Diakses pada 26 Juli 2017.

Nursalikah, Ani dan Rusdy Nurdiansyah. “Bank Sampah Efektif Kurangi Volume Sampah di Depok.” Republika, 17 Maret 2017, http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/ jabodetabek-nasional/17/03/17/omyco6366-bank-sampah-efektif-kurangi-volume-sampah-di-depok. Diakses pada 26 Juli 2017.

Purnama, R. Ratna. “Pemkot Depok Targetkan 600 Bank Sampah hingga Akhir 2017.” SINDOnews, 7 Mei 2017, https://metro.sindonews.com/read/1203303/171/pemkot-depok-targetkan-600-bank-sampah-hingga-akhir-2017-1494175787. Diakses pada 26 Juli 2017.