,

KILAS BALIK FISIP RUMAH KITA

Rembuk FISIP dan FISIP Bersuara

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) begitu ramai pada paruh pertama lalu dengan adanya kegaduhan yang tercipta akibat kebijakan Pusat Administrasi Fakultas (PAF) yang terkesan satu arah dan menarik perhatian warga FISIP, yakni penetapan jam operasional, kawasan tanpa rokok, pencabutan stop kontak di tongkrongan jurusan, pelatihan satpam, dan aturan berpakaian. Seluruh kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang membuat warga FISIP UI bertanya-tanya apakah sesungguhnya mereka dianggap sebagai bagian dari FISIP UI atau bukan. Pada hakekatnya, FISIP UI diisi oleh sekumpulan orang yang terdiri dari berbagai elemen yang mengisinya, mulai dari PAF, dosen, karyawan, petugas kebersihan, petugas keamanan dan mahasiswa. Sebaik-baiknya niat yang dimiliki oleh PAF dalam membangun FISIP yang sering disebut rumah bagi penghuninya, tentunya harus dikomunikasikan kepada elemen-elemen yang mengisi rumah tersebut.

Ketika aturan berpakaian disosialisasikan melalui standing banner di salah satu sudut di kantin Takor, kegundahan warga FISIP UI sudah mencapai batasnya. Diskusi mengenai fenomena apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam rumah, mulai muncul di sudut tongkrongan dan dalam grup percakapan online. Berangkat dari hal ini, Forum Lembaga Mahasiswa (FORBAMA) berinisiatif mengadakan rapat untuk membahas masalah tersebut. Dalam forum tersebut, disepakati untuk segera membuat rembuk yang dinamakan Rembuk FISIP.

Rembuk FISIP dilakukan di Sekretariat Bersama FISIP UI dan dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai latar belakang, baik perwakilan lembaga ataupun individu. Masalah utama yang disepakati di forum tersebut adalah alur komunikasi antara PAF dengan elemen lain yang menghuni FISIP UI, terkesan satu arah. Kemudian disepakati bersama bahwa alur komunikasi tersebut harus segera diperbaiki. Eskalasi isu harus ditingkatkan melalui gambar sindiran yang sifatnya jenaka, puisi, dan surat terbuka kepada PAF. Bersamaan dengan itu, dibuat petisi untuk mendorong PAF agar membuka ruang dialog dengan mahasiswa. Gerakan ini kemudian disebut sebagai FISIP Bersuara. FISIP Bersuara merupakan gerakan dari mahasiswa FISIP UI tanpa membawa latar belakang lembaga ataupun FORBAMA.

FISIP Bersuara disadari oleh pihak PAF, sehingga PAF segera membuat rapat dengan FORBAMA. Pada kesempatan tersebut, FORBAMA memberikan petisi yang telah ditandatangani oleh ratusan mahasiswa dari seluruh jurusan yang ada di FISIP UI. PAF akhirnya menyetujui untuk mengadakan forum dialog terbuka dengan mahasiswa. Mengutip pernyataan Abdel, perwakilan Majelis Wali Amanah Unsur Mahasiswa, hal ini merupakan sejarah di lingkup Universitas Indonesia sebab menjadi yang  pertama terdapat forum dialog terbuka antarelemen di fakultas.

Pada hari pelaksanaan forum dialog, ratusan mahasiswa  berkumpul di Plaza FISIP UI untuk menyampaikan aspirasi dan mendengar penjelasan dari PAF atas kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya. Durasi waktu yang sempit membuat forum ini belum menghasilkan solusi sebab PAF dan mahasiswa belum sampai ke tataran pembahasan solusi yang dapat menguntungkan semua pihak. Oleh sebab itu, pihak-pihak tersebut sepakat untuk mengadakan forum kedua.

Untitled-6

Mahasiswa berhasil menyampaikan beberapa rekomendasi kepada PAF pada forum dialog kedua, dengan harapan agar kedepannya permasalahan seperti ini tidak terulang kembali. Inti dari rekomendasi tersebut adalah keterlibatan mahasiswa dan elemen-elemen lain di FISIP dalam setiap pembuatan kebijakan yang bersinggungan dengan kepentingan bersama. Selain itu mahasiswa meminta PAF, khususnya Dekan FISIP UI, agar komunikasi lebih mudah dilakukan. Rekomendasi ini diterima oleh PAF  dan mengakhiri komunikasi yang kaku antarelemen.

Pada paruh pertama, BEM FISIP UI hanya sekali mendapat kesempatan untuk bertemu dan berbicara secara langsung dengan Dekan. Pertemuan itu berlangsung di ruang rapat Jusuf Kalla. Diskusi dalam pertemuan tersebut didominasi oleh Dekan, yakni usaha beliau untuk menyampaikan gagasan pembangunan yang akan dilakukan selama periode kepengurusannya. Belum ada kesempatan bagi kami secara bebas menyampaikan aspirasi dari mahasiswa FISIP UI kepada PAF.

Setelah FISIP Bersuara, tepatnya setelah masa libur Idul Fitri, kami memberanikan diri untuk menghubungi Dekan dengan maksud menjalin keakraban dengan beliau. Dekan lalu menerima permintaan kami dan menyambut kami dengan hangat. Pada momen ini Dekan kembali bercerita mengenai suka duka selama satu setengah tahun mengurus FISIP UI. Mulai muncul ketakutan bahwa forum ini akan bernasib sama dengan forum di ruang rapat Jusuf Kalla sebelumnya yakni terbatasnya ruang bicara kami. Prasangka ini tidak terbukti, karena kami diberikan cukup waktu untuk menyampaikan aspirasi kami kepada beliau. Tidak hanya diforum tersebut, melainkan forum-forum yang berlangsung berikutnya.

Beberapa aspirasi yang kami sampaikan meliputi:

1.Perbaikan Lapangan FISIP UI.

Kami menagih janji Dekan yang hendak memperbaiki lapangan FISIP UI dengan memaparkan kondisi komunitas yang seringkali harus berlatih di lapangan fakultas lain yang ada di dalam area UI atau bahkan di luar area UI. Padahal FISIP UI merupakan fakultas yang paling sering menjuarai Olimpiade UI, yakni sebanyak 9 kali. Dekan sepakat dan meminta jajaran yang ada dibawahnya untuk mempercepat gigi kerjanya, agar pembangunan benar-benar dapat mulai berjalan pada tahun 2015. Pembangunan sedang dalam proses, dan akan terdapat dua lapangan. Lapangan pertama untuk futsal dan basket dan lapangan kedua untuk bulutangkis dan voli.

Lapangan Olahraga FISIP UI sedang dalam tahap renovasi

Lapangan Olahraga FISIP UI sedang dalam tahap renovasi

Dinding kawat sudah dilepaskan

Dinding kawat sudah dilepas.

Dinding kawat sudah dilepaskan

Dinding kawat sudah dilepas.

Sedang dilakukan perluasan lapangan FISIP

Sedang dilakukan perluasan lapangan FISIP.

2. Malam Apresiasi SATUFISIP, Malam Apresiasi Kontingen FISIP UI.

Kami percaya bahwa FISIP UI merupakan fakultas yang patut diapresiasi sebab diisi oleh mahasiswa yang aktif berkarya dan berprestasi. Dalam sejarahnya, FISIP UI selalu diperhitungkan dalam lomba kemahasiswaan tingkat UI. Kami meminta PAF agar dapat memberikan apresiasi bagi para kontingen yang telah berjuang demi kebesaran makara jingga, paling sedikit adalah dengan memberikan sertifikat kepada para kontingen. Dekan setuju dengan pengajuan ini dan menambahkan untuk membuat acara Malam Apresiasi, yakni acara jamuan makan malam untuk para kontingen. Jamuan tersebut akhirnya dapat diwujudkan di Faculty Integrated Club.

3.Ruang Kegiatan Mahasiswa.

FISIP UI memiliki 13 lembaga kemahasiswaan dan puluhan komunitas. Akan tetapi FISIP UI belum dapat memberikan fasilitas ruang kerja kemahasiswaan kepada lembaga dan komunitas tersebut. Belum lagi ruang kelas yang tidak selalu tersedia dan dapat dipakai oleh lembaga dan komunitas. Oleh sebab itu diperlukan lebih banyak ruang kerja kemahasiswaan kedepannya untuk mewadahi kegiatan mahasiswa. Dekan setuju dan meminta pembangunan sudah harus dimulai pada tahun 2015. PAF telah melakukan renovasi gedung Yong Ma lantai 2.

Gedung Yong Ma sedang dalam tahap renovasi.

4. Pembuatan Tiang Publikasi.

Kami sepakat bahwa publikasi seperti baliho dan  spanduk kegiatan kemahasiswaan di FISIP UI seringkali tidak rapi dan terkesan justru mengotori lingkungan FISIP UI. Kami memberikan rekomendasi bagi PAF untuk membuat tiang publikasi di beberapa tempat strategis, namun mahasiswa hanya dapat memasang baliho dan spanduk kegiatan kemahasiswaan pada tempat yang akan disediakan. Dekan pun setuju dengan rekomendasi tersebut. Tiang publikasi telah selesai dibangun. Kita dapat melihat tiang publikasi di samping kantin Takoru dan pintu masuk FISIP dari arah perpustakaan pusat.

Tiang publikasi untuk spanduk dan baliho di samping Gedung Komunikasi.

Tiang publikasi untuk spanduk dan baliho di samping Gedung Komunikasi.

Tiang publikasi untuk spanduk dan baliho di area FISIP bagian belakang.

Tiang publikasi untuk spanduk dan baliho di area FISIP bagian belakang.

5. Pembangunan student area FISIP UI.

Pada kesehariannya mahasiswa membutuhkan tempat yang nyaman untuk membaca buku, mengakses internet dan melakukan diskusi. Aktivitas mahasiswa FISIP UI tersebut seringkali terhambat karena kurangnya fasilitas penunjang yang diberikan oleh FISIP UI. Tak heran bilamana mahasiswa FISIP UI akhirnya memilih tempat lain untuk mengerjakan tugas perkuliahannya. Kami memberikan rekomendasi kepada pihak fakultas agar menyediakan tempat bagi mahasiswa sehingga mahasiswa dapat dengan mudah melakukan aktivitas kesehariannya. Kemudian Dekan setuju untuk membangun student center karena terdapat dalam rencana kerja PAF yang hendak membuat tempat tersebut di kedua sisi gedung H. Sayangnya sampai saat ini pembangunan ini belum dapat dilakukan.

6.Portal Informasi FISIP UI.

Kami percaya bahwa setiap mahasiswa berhak mendapatkan akses untuk berkomunikasi secara langsung menyampaikan aspirasi, baik berupa saran atau kritik, terhadap PAF. Kami juga percaya bahwa mahasiswa berhak untuk melakukan advokasi kebutuhan sendiri, tanpa harus bergantung terhadap lembaga kemahasiswaan tertentu. Segala kebijakan pembangunan FISIP UI harus ditransparansikan ke mahasiswa agar mahasiswa menjadi tahu dan tidak berprasangka sendiri mengenai apa yang sebenarnya hendak dibangun oleh PAF. Oleh sebab itu kami merekomendasikan adanya Portal Informasi FISIP UI. Dekan setuju dan meminta Humas FISIP UI untuk segera merealisasikan hal tersebut. Namun dari pengamatan terakhir kami, belum ada perkembangan mengenai masalah ini.

7.Kawasan Merokok Sementara.

Kami mendukung pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok, akan tetapi PAF tetap harus menyediakan tempat yang layak bagi para perokok aktif. Dekan FISIP UI sepakat dengan ide ini, kemudian disepakati bahwa Takor merupakan area merokok sementara bagi perokok aktif, sampai PAF dapat menyediakan fasilitas bagi para perokok aktif tersebut.

Kolaborasi Karya Kita

Bukan sekedar menjadi tagline, melainkan menjadi semangat yang selalu kami bawa di dalam organisasi ini, BEM FISIP UI 2015. Jika ada yang bertanya, siapa yang bertanggung jawab untuk menjaga “rumah kita”? Dengan lantang kami, sebagai BEM FISIP UI, akan berkata bahwa kami merupakan salah satu pihak yang bertanggung jawab. Tetapi kami bukan satu-satunya yang bertanggung jawab terhadap rumah ini. Bagi kami, terlalu sulit untuk melakukan ini sendirian, terlalu sulit membangun dan menjaga rumah ini jika hanya mengandalkan satu atau dua pihak. Karena kami percaya jika tugas untuk menjaga, merawat, dan menghidupi rumah ini adalah tugas dan tanggungjawab dari setiap elemen yang ada di FISIP UI. Bagi kami juga, setiap elemen yang ada di FISIP UI memiliki peran, fungsi, dan caranya masing-masing dalam berkontribusi untuk FISIP UI, dan seluruh pencapaian yang berhasil kita raih di tahun ini adalah bukti nyata dari hasil kolaborasi kita semua, SATUFISIP, dengan tugasnya untuk menjaga, merawat, dan menghidupi FISIP UI.

Semoga semangat ini dapat terus hidup dan menular seperti virus yang akan menjangkiti setiap jiwa yang mengisi rumah ini, hingga berkolaborasi dan berkarya bersama menjadi sebuah kebiasaan yang senantiasa mengisi kehidupan sehari-hari kita, dan ketika waktu itu tiba maka tidak akan ada lagi masalah yang terasa berat untuk dihadapi dan diselesaikan. Karena akan selalu ada orang-orang yang siap menjaga, merawat, dan menghidupi rumah ini, dan orang-orang itu adalah kita semua.

Pada akhirnya kami mau mengucapkan terima kasih kepada FISIP dan seluruh elemen di dalamnya, untuk cerita yang digoreskan bersama pada tahun ini, untuk segala keringat yang tercurah, untuk segala sukacita yang kita ciptakan bersama.

Terima kasih atas kontribusi dalam menciptakan FISIP UI yang kolaboratif dan kontributif.

Salam Kolaborasi Karya Kita!