, , ,

Pentingnya Pengolahan Sampah Organik

Food waste atau sampah makanan adalah jenis sampah yang berasal dari sisa makanan yang terbuang. Sampah makanan ini tidak hanya berasal dari sisa makanan yang telah dikonsumsi, tetapi juga berasal dari sampah makanan saat diproduksi. Pada akhirnya, masalah sampah makanan dapat membawa dampak buruk pada lingkungan dan manusia, sehingga harus segera diatasi.

Selain itu, sampah makanan juga dapat bersumber dari empat proses. Yang pertama adalah di level produksi dimana sampah makanan dapat disebabkan oleh cuaca buruk, serangan hama, dan permasalahan distribusi. Kedua, sampah makanan berproses dari proses pengolahan produk makanan. Ketiga, yang paling umum terjadi adalah saat penjualan dimana makanan yan tidak laku terjual akhirnya menjadi sampah makanan. Dan yang terakhir adalah saat proses konsumsi dimana makanan yang tidak termakan akhirnya berakhir di tempat sampah.

Sampah makanan menjadi salah satu penyumbang besar pembuangan sampah masyarakat. Menurut Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Jakarta pada tahun 2011 dari  total 7.500 ton sampah yang dihasilkan setiap hari, 4.050 ton diantaranya merupakan sampah sisa makanan. Jumlah tersebut jika dibandingkan maka setara dengan 667 gajah afrika dan mampu memberi makan hampir 11% populasi Indonesia atau sekitar 28 juta penduduk miskin. Penyumbang terbesar sampah makanan bersumber dari rumah tangga. Permasalahan ini bukanlah masalah yang terjadi hanya di Indonesia. Menurut Friends of Earth, masyarakat dunia menghasilkan 1,3 ton sampah makanan setiap tahunnya.

Besarnya angka sampah makanan yang terbuang disebabkan oleh tiga penyebab utama. Pertama, konsumsi masyarakat yang berlebihan. Konsumsi makanan yang tidak disertai dengan kesadaran lingkungan akan memperbanyak sampah makanan yang dihasilkan. Kedua, pengelolaan sampah yang buruk. Adanya sampah makanan merupakan hal yang tidak bisa dicegah, tetapi pengelolaan sampah makanan dengan efektif dapat mengurangi jumlah sampah makanan yang terbuang. Terakhir,belum adanya regulasi untuk mengatur dan mengawasi pelaku food waste. Memang beberapa restoran sudah menerapkan biaya tambahan jika ada sampah makanan yang tersisa. Namun, itu hanya diterapkan di beberapa restoran saja sedangkan penyumbang sampah makanan terbesar tidak hanya restoran, ada juga hotel, katering, supermarket, gerai ritel, dan rumah tangga.

Sampah makanan yang begitu banyak merupakan permasalahan lingkungan yang serius. Sampah makanan dapat mencemari tanah dan air disekitarnya dan mengakibatkan turunya tingkat kesuburan tanah dan mengancam makhluk hidup lainnya. Selain tanah dan air, sampah makanan yang bersifat organik akan menghasilkan gas metana yang berdampak langsung pada fenomena pemanasan global. Setiap sampah makanan yang terbuang berarti juga menyia-nyiakan sumber daya yang digunakan untuk memproduksinya dan bahkan berkemungkinan untuk menyebabkan ancaman ekonomi yang disebabkan oleh krisis pangan karena makanan yang terus berakhir di tempat sampah.

Untuk mengatasi masalah sampah makanan diperlukan pengelolaan sampah dan manajemen pribadi yang baik. Pengelolaan sampah yang baik dapat mengurangi dampak pencemaran yang disebabkan sampah makanan. Selain itu, jika pengelolaan sampah sudah baik, sampah organik dapat dimanfaatkan untuk membuat kompos, atau bahkan diubah menjadi sumber energi melalui fasilitas Intermediate Treatment Facility.

Manajemen pribadi bersumber dari diri sendiri. Kita harus sadar akan kemampuan kita setidaknya untuk menghabiskan makanan yang kita beli atau pesan. Jangan membeli makanan lebih dari konsumsi kita. Jika pun sudah terlanjur membeli lebih dan diluar daya konsumsi kita, maka sumbangkanlah kepada orang – orang yang lebih membutuhkan sebelum kita mengonsumsinya. Hal tersebut lebih mulia dibandingkan membuang makanan tersebut ke tempat sampah.

 

Referensi

Idris, Muhammad. “13 Juta Ton Makanan Terbuang Percuma di RI Setiap Tahun” Detikcom, 11 Oktober 2016. Diperoleh dari https://finance.detik.com/wawancara-khusus/d-3317570/13-juta-ton-makanan-terbuang-percuma-di-ri-setiap-tahun pada 19 Agustus 2018.

Kresna, Mawa. “DKI Hasilkan 4 Ribuan Ton Sampah Makanan Per Hari” Tirtoid, 22 Februari 2017. Diperoleh dari https://www.google.co.id/amp/s/amp.tirto.id/dki-hasilkan-4-ribuan-ton-sampah-makanan-per-hari-cjti pada 19 Agustus 2018.

“4 Sources of Food Waste”. Ecodyger, 6 April 2015. Diperoleh dari http://ecodyger.com/the-4-sources-of-food-waste/ pada 19 Agustus 2018

www.zerowasteweek.co.uk

Friendsoftheearth.uk