, ,

[Siaran Pers] Belum Ada Diskusi Dua Arah, Satpam FISIP UI Dipindahtugaskan

Kamis malam, tepatnya pada tanggal 30 April 2015, beberapa anggota Satuan Pengamanan (Satpam) FISIP UI secara informal menemui BEM FISIP UI yang diwakili oleh Faris Muhammad Hanif (a.k.a Kodel) dan Adrianus Aristo Haryo (a.k.a Bodat). Para petugas keamanan tersebut menginformasikan bahwa mereka menerima kabar akan adanya Apel Serah Terima Jabatan Satuan Pengaman pada hari Jumat (1/5).

Serah terima jabatan ini, menurut isu yang beredar, ialah antara 38 Satpam FISIP yang akan dirotasi dengan Marinir. Sementara itu, delapan belas dari 38 anggota Satpam yang akan dirotasi merupakan pegawai honorer dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Delapan belas Satpam ini memutuskan untuk tetap berada di FISIP dan menolak untuk menghadiri Apel Serah Terima Jabatan. Setelah menerima kabar tersebut, beberapa anggota BEM bersiaga di kampus untuk tetap mengawal masalah ini hingga esok harinya (1/5).

Informasi ini awalnya sempat menimbulkan keraguan pada beberapa mahasiswa yang Kamis malam bersiaga di kampus, namun keesokan harinya informasi tersebut terkonfirmasi kebenarannya. Sejak pukul 07.00 WIB anggota Satpam FISIP UI sudah berkumpul dan satu per satu berdatangan memenuhi lapangan depan Gedung A FISIP UI, tempat dilaksakannya Apel Serah Terima Jabatan. Barisan apel dibagi ke dalam tiga kelompok: di barisan paling kiri dari arah inspektorat apel menghadap, delapan belas anggota Satpam outsourcing mengikuti apel dengan seragam lengkap mereka, dua kelompok barisan sisanya ada 38 anggota Satpam baru yang akan bertugas di FISIP menggantikan 38 anggota Satpam lama. Dalam apel tersebut, hadir kepala Satuan Pengamanan yang baru, yakni Letnan Kolononel Satu Marinir Sunaryo dan juga Dekan Ari Soesilo yang bertindak sebagai Pembina Apel.

Dalam sambutannya, Ari Soesilo selaku Dekan FISIP UI berkomentar bahwa meskipun kepala keamanan FISIP yang baru ini berasal dari kalangan militer, ini bukanlah upaya militerisasi. Kekhawatiran akan militerisasi kampus tersebut ditampik oleh Dekan dengan alasan hadirnya marinir sebagai kepala keamanan FISIP UI hanyalah ditugaskan sementara dan dalam rangka mengambil ilmu, untuk meningkatkan kesamaptaan, kesiapsiagaan, dan kedisiplinan satuan pengamanan di FISIP. Lebih lanjut Dekan mengatakan, “Sejak saya mahasiswa sudah ada, tapi sayangnya kemampuannya masih belum pernah dievaluasi untuk ditingkatkan”. Pemindahtugasan ini, menurut Dekan, ditujukan dalam rangka pendidikan dan peningkatan kualitas. Satpam dipindahkan ke satuan PLK untuk dilatih hingga sesuai dengan standar yang diharapkan.

Setelah apel usai, beberapa perwakilan dari satuan PLK berusaha untuk membuka dialog dengan delapan belas satpam yang tidak ingin dipindahtugaskan. Dalam dialog ini, suasana sempat memanas ketika ajakan untuk pindah ditentang oleh delapan belas Satpam FISIP tersebut. Mereka bersikeras untuk tetap bekerja di FISIP dengan berbagai macam alasan yang mendukung pernyataan-pernyataan mereka. Akan tetapi di balik itu semua salah satu alasan yang paling mendasari permasalahan ini berkaitan dengan komunikasi yang kurang baik antara Dekan, satuan PLK, dan Satpam FISIP UI. Satpam menilai, Dekan telah berlaku semena-mena dengan memindahtugaskan Satpam tanpa komunikasi yang jelas dan prosedur yang tepat. Tidak ada sepucuk surat pun yang menegaskan kelanjutan status Satpam yang saat ini tengah berstatus sebagai pegawai FISIP UI, seandaianya menerima rotasi.

Dari hasil perbincangan dengan Bapak Sukardji sebagai koordinator marinir yang akan membawahi 38 Satpam baru di FISIP, berhasil dikonfirmasi bahwa memang benar program timpang rotasi ini merupakan progam dari Universitas Indonesia yang berfungsi sebagai upgrading skill para SatpamPada awalnya marinir melatih PLK, anggota PLK ini yang kemudian melatih Satpam Fakultas. Selama pelatihan ini, tugas untuk mengamankan fakultas digantikan oleh Satpam baru yang dikomandani oleh marinir. Bapak Sukardji mewakili Satpam yang baru mengatakan selama menjaga FISIP, mereka tidak akan melakukan kekerasan dan tetap mengutamakan diplomasi.

Sebagai tindak lanjut dari hal ini, Senin, 4 Mei 2015 sebuah forum diskusi antara Satpam, Dekanat, dan BEM FISIP UI akan coba diadakan. Satpam FISIP UI menyatakan tidak akan menerima keputusan ini sampai ada diskusi dengan Pusat Administrasi Fakultas (Dekanat) mengenai kejelasan status kepegawaian dan perjanjian bahwa setelah pelatihan mereka akan tetap diizinkan bekerja di FISIP.

Oleh: Departemen Kajian dan Aksi Strategis dan Departemen Sosial Masyarakat BEM FISIP UI 2015