,

UI Greenmetrics World University Ranking: Posisi sang Inisiator

Universitas Indonesia merupakan inisiator dari UI Greenmetrics World University Ranking. Sebagai pihak yang menginisiasi sistem peringkat tersebut, bagaimanakah performa UI dalam peringkat tersebut?

Sejak peluncurannya pada tahun 2010, UI Greenmetrics World University Ranking telah berhasil menjadi acuan bagi berbagai universitas dalam usaha-usaha konservasi lingkungan. Sistem ranking universitas tersebut diciptakan sebagai kritik atas minimnya penghargaan yang diberikan kepada institusi pendidikan tinggi yang telah melakukan usaha untuk mengurangi emisi gas karbon dan menanggulangi perubahan iklim. Selain itu, diciptakannya sistem peringkat ini diharapkan dapat meningkatkan perhatian atas berbagai masalah lingkungan.

Greenmetrics World University Ranking telah meliris enam daftar peringkat. Sejauh ini, UI belum pernah menempati peringkat 20 teratas. Prestasi terbaik UI dalam peringkat tersebut adalah mencapai peringkat ke-21 pada tahun 2011, yang disusul dengan penurunan peringkat di tahun-tahun selanjutnya. Bahkan, UI pernah mengalami penurunan peringkat yang drastis pada tahun 2014, dengan menempati posisi ke-62. Namun, posisi tersebut berangsur membaik. Dalam rilis terbaru Greenmetrics, UI berhasil meningkatkan performanya dan menempati peringkat ke-31.

Menilik fluktuasi performa UI dalam peringkat tersebut, diperlukan beragam usaha untuk mendongkrak prestasi UI sebagai perguruan tinggi Indonesia yang menempati posisi teratas. Diperlukan perhatian khusus terhadap beberapa kriteria yang menjadi dasar penilaian dalam ranking tersebut, seperti penanganan sampah serta aktivitas daur ulang dan penggunaan air di lingkungan kampus.

UI, dalam peringkat terbaru yang dirilis oleh Greenmetrics, menerima skor 1452 dalam kategori penanganan sampah dan aktivitas daur ulang. Skor tersebut masih terpaut jauh dari universitas-universitas yang menempati peringkat yang lebih tinggi. UI masih menghadapi beberapa masalah dalam pengelolaan sampah. Sampah masih sering ditemukan mengapung di atas dan di sekitar danau. Tempat sampah yang disediakan pun masih belum dimanfaatkan dengan semestinya oleh sebagian besar warga kampus. Hal tersebut menghambat proses daur ulang yang semestinya dilakukan selepas pengumpulan sampah.

Pemanfaatan air dalam lingkungan kampus pun patut mendapatkan perhatian. Di antara seluruh kriteria penilaian dalam peringkat terbaru Greenmetrics, skor pada kategori penggunaan air menjadi skor terkecil yang diraih UI, dengan nilai 725. Pencapaian ini perlu diperhatikan oleh seluruh civitas akademika sebagai pihak-pihak yang memanfaatkan air di lingkungan universitas setiap harinya. Selain itu, pihak universitas pun perlu meningkatkan usaha-usaha dalam konservasi air, sebagai salah satu dari beberapa komponen penilaian dalam kategori penggunaan air.

UNTUK BACAAN LEBIH LANJUT:

“Criteria & Indicators.” UI GreenMetric. Diakses pada 19 September 2017. http://greenmetric.ui.ac.id/criterian-indicator/.

“Overall Ranking 2011.” UI GreenMetric. Diakses pada 19 September 2017. http://greenmetric.ui.ac.id/overallranking2011/.

“Overall Ranking 2012.” UI GreenMetric. Diakses pada 19 September 2017. http://greenmetric.ui.ac.id/overallranking2012/.

“Overall Ranking 2013.” UI GreenMetric. Diakses pada 19 September 2017. http://greenmetric.ui.ac.id/overallranking2013/.

“Overall Ranking 2014.” UI GreenMetric. Diakses pada 19 September 2017. http://greenmetric.ui.ac.id/overall-ranking/.

“Overall Ranking 2015.” UI GreenMetric. Diakses pada 19 September 2017. http://greenmetric.ui.ac.id/overall-ranking-2015/.

“Overall Ranking 2016.” UI GreenMetric. Diakses pada 19 September 2017. http://greenmetric.ui.ac.id/overall-ranking-2016/.

“Welcome to UI GreenMetric.” UI GreenMetric. Diakses pada 19 September 2017. http://greenmetric.ui.ac.id/what-is-greenmetric/.

 

, ,

Bahaya Sampah Mengancam Sungai Indonesia

Keberadaan sampah di sungai-sungai di Indonesia sudah mengancam. Dilansir dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), 67,94 persen atau sebagian besar dari sungai di Indonesia berstatus terancam berat di tahun 2015.

Keadaan tersebut dipengaruhi oleh membeludaknya jumlah sampah yang dihasilkan di Indonesia. Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya, menyatakan bahwa produksi sampah di Indonesia mencapai 64 ton per tahun. Tiga puluh persen dari jumlah sampah tersebut merupakan sampah yang sulit untuk didaur ulang, seperti sampah plastik, logam, kaca, kain, dll. Sementara itu, 60 persen lainnya merupakan sampah organik.

Sebagian besar dari sampah tersebut berasal dari konsumsi domestik. Sampah domestik merupakan sampah yang dihasilkan dari kehidupan sehari-hari. Produksi dan penggunaan sampah domestik tidak dapat dibendung karena perannya yang cukup vital dalam menyokong kehidupan rumah tangga. Sebagai contoh, penggunaan botol plastik kemasan dan kantung plastik sangatlah sulit untuk diminimalisasi. Dengan demikian, menurut KLHK, penduduk Indonesia menyumbangkan sampah plastik dengan jumlah terbesar kedua di dunia.

Selain sampah domestik, sampah atau limbah industri pun turut andil dalam mencemari sungai-sungai di Indonesia. Indonesia merupakan lokasi yang sangat prospektif bagi pembangunan pabrik. Sayangnya, masih banyak pabrik yang tidak melakukan pembuangan limbah dengan baik. Sungai, pada akhirnya, dijadikan tempat pembuangan bagi sisa-sisa produksi di pabrik. Akibatnya, habitat sungai pun terganggu. Contohnya, di Kabupaten Pekalongan, sungai-sungai yang sudah tercemar oleh limbah produksi tekstil sudah tidak layak ditempati oleh flora dan fauna. Hal yang sama terjadi di sungai-sungai di Pulau Sumatra, meskipun limbah yang mencemari datang dari lokasi pertambangan.

Upaya Indonesia dalam menanggulangi pencemaran air sungai masih patut untuk dikritisi. Jumlah Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga (IPAL) di Indonesia masih sangatlah minim. Bahkan, apabila dibandingkan dengan jumlah IPAL yang terdapat di Kamboja, jumlah fasilitas IPAL di Indonesia pun kalah. Padahal, Indonesia memiliki jumlah penduduk dan luas wilayah yang lebih besar. IPAL pun sangat dibutuhkan untuk mengurangi jumlah limbah domestik. Oleh karena itu, Indonesia sewajarnya membutuhkan lebih banyak instalasi IPAL apabila dibandingkan dengan Kamboja.

Masyarakat pun perlu melawan kebiasan membuang sampah ke sungai. Dibutuhkan kesadaran dan edukasi berkelanjutan terhadap bahaya pencemaran air sungai. Hingga saat ini, masih banyak masyarakat Indonesia yang mengonsumsi air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Padahal, kondisi air sungai di Indonesia sudah tidak layak konsumsi, dengan meningkatnya kadar bakteri E coli. Sungai-sungai di Jakarta dan Yogyakarta, terutama, mengandung bakteri E coli yang melebihi ambang batas wajar.

Upaya yang konkrit, aplikatif, dan efisien harus segera diterapkan. Urgensinya pun semakin nyata apabila memperhatikan prediksi KLHK mengenai jumlah sampah di Indonesia pada tahun 2019 yang dapat mencapai 68 juta ton. Sebagian dari sampah tersebut tentu akan mencemari sungai. Penduduk yang menggantungkan sumber airnya dari aliran sungai pun akan semakin terancam kualitas hidupnya. Dengan demikian, tindakan nyata untuk mengurangi volume sampah yang dapat mencemari sungai perlu mulai untuk dilakukan.

SUMBER
Fauziah, Lutfi. “Limbah Domestik, Musuh Utama Sungai Indonesia.” National Geographic Indonesia, 17 Juli 2016, http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/07/limbah-domestik-musuh-utama-sungai-indonesia. Diakses pada 17 April 2017.
Fitriana, Ika. “Gara-Gara Limbah Pabrik, Sungai di Jateng ‘Miskin’ Ikan.” Kompas, 21 Maret 2017, http://regional.kompas.com/read/2017/03/21/22283301/gara-gara.limbah.pabri
k.sungai.di.jateng.miskin.ikan. Diakses pada 16 April 2017.
Wahyuni, Tri. “Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Ke-dua Dunia.” CNN Indonesia, 23 Februari 2016, http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160222182308-277-112685/indonesia-penyumbang-sampah-plastik-terbesar-ke-dua-dunia/. Diakses pada 21 April 2017.
Wendyartaka, Anung. “Air Sungai Di Indonesia Tercemar Berat.” National Geographic Indonesia, 1 Mei 2016, http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/05/air-sungai-di-indonesia-tercemar-berat/1. Diakses pada 17 April 2017.

#AmaBillyBercerita: #AmaBillyPamit

 

Hampir satu tahun sudah, BEM FISIP UI berusaha memberikan yang terbaik dan menjalankan setiap amanah dengan semaksimal mungkin. Dalam satu tahun ini, telah banyak hal yang dihasilkan oleh BEM FISIP UI. Berbagai kegiatan dan inovasi telah kami luncurkan. Berbagai kegiatan dan pelaksanaan di paruh pertama dapat disaksikan di Newsletter kami di http://bem.fisip.ui.ac.id/newsletter-bem-fisip-ui-agustus-2016/ . Sedangkan di paruh kedua, ini kami awali dengan cerita #SEPTEMBERGERAK yang dapat dibaca di sini http://bem.fisip.ui.ac.id/septembergerak

#OKTOBERKARYA

Dua bulan menuju akhir perjalanan. Oktober menjadi bulan yang penuh dengan karya-karya mahasiswa FISIP dan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh BEM FISIP UI. Pertama, pada bidang Kreasi Mahasiswa, terdapat dua departemen yang melaksanakan beberapa program kerjanya. Pada Departemen Olahraga, terdapat Liga FISIP UI yakni ajang kompetisi olahraga bagi rekan-rekan mahasiswa FISIP se-Jabodetabek. Liga FISIP UI pada tahun ini merupakan ajang yang pertama kali dilaksanakan oleh BEM FISIP UI dan mencetak sejarah baru bagi kompetisi olahraga FISIP. Kemudian, setelah berjalan sekitar satu bulan lamanya, akhirnya pada bulan ini juga terdapat penutupan FISIP Premier Games dengan Departemen Kriminilogi sebagai juara umum, Departemen Komunikasi sebagai juara kedua, dan Departemen Kesejahteraan Sosial sebagai juara ketiga FISIP Premier Games. Selamat, selamat, dan selamat!

Masih di bidang Kreasi Mahasiswa, terdapat Departemen Seni Budaya yang pada bulan ini memberikan kejutan kepada warga FISIP. Dengan program kerja yang bernama Kejutan Senbud, Departemen Seni Budaya hadir untuk memberikan sarana berkumpulnya kembali rekan-rekan FISIP yang sedang lelah dan penat menghadapi berbagai kegiatan dan ujian yang ada. Melalui trampolin dan berbagai hadiah, Kejutan Senbud memberi warna dan menjadi sarana mahasiswa FISP untuk lari dari penatnya kegiatan mahasiswa.

Selanjutnya di bidang Sosial Politik, terdapat berbagai program kerja yang dilaksanakan pada bulan ini. Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FISIP UI bersama dengan departemen Kastrat BEM Se-UI menggelar aksi evaluasi dua tahun Jokowi. Aksi ini dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2016 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Selanjutnya yakni Departemen Advokasi Kesejahteraan Masyarakat (Adkesma) yang pada bulan ini meluncurkan inovasinya yaitu Peluncuran MAFIA. MAFIA merupakan kanal aspirasi dan pengaduan online yang dapat digunakan untuk mahasiswa FISIP UI untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait fasilitas, akademis, kebersihan dan keamanan yang ada di FISIP UI. Sudahkah kamu mencoba MAFIA? Langsung saja coba di http://bem.fisip.ui.ac.id/mafia.

Kemudian, pada bulan ini, dari Bidang Keilmuan dan Kemahasiswaan, terdapat beberapa program kerja yang telah dilaksanakan. Pada bulan ini Departemen Kewirausahaan dan Kepemimpinan (KPK) telah melaksanakan seminar pasca kampus dengan tema “Kewirausahaan Sosial untuk Pembangunan Berkelanjutan” dan juga melaksanakan Pembukaan Fisip Young Leader (FYL). Pembukaan FISIP Young Leaders, yang bekerja sama  dengan Young On Top, mengadakan seminar kepemimpinan berjudul Let’s Take A Risk or Lose The Chance. Selanjutnya, Departemen Keilmuan juga memiliki berbagai kegiatan yang dilaksanakan pada bulan ini, seperti Pelaksanaan LIMAS, yakni sebuah kompetisi keilmuan antar departemen FISIP UI. Pada acara ini terdiri dari berbagai mata cabang lomba seperti debat bahasa Inggris, debat bahasa Indonesia, trivia dan berbagai mata cabang lomba lainnya.

Pada bulan ini, indahnya tali silaturahmi kami rasakan kembali. BEM FISIP UI 2016 mengadakan BEM Gathering, sebuah ajang berkumpulnya kembali alumni-alumni BEM FISIP UI antar angkatan. Diharapkan dengan dilaksanakannya program kerja ini, maka akan dapat meningkatkan silaturahmi dan rasa kekeluargaan satu sama lain sebagai satu keluarga besar BEM FISIP UI.

Tidak lupa, dengan penuh kebanggaan, kami, BEM FISIP UI, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kontingen FISIP untuk Olimpiade Ilmiah Mahasiswa Universitas Indonesia (OIM UI). Apresiasi setinggi-tingginya dan rasa terima kasih sepenuh hati dari kami, atas kerja keras dan usaha yang telah diberikan para kontingen OIM UI dalam ajang perlombaan ini. Selayaknya yel-yel yang selalu didengungkan, “Bangga mendukungmu hai jagoan! Bangga bisa bersamamu kawan!”

 

#NOVEMBERSAMA

Satu bulan menuju kebersamaan ini berakhir, November menjadi bulan yang penuh dengan kebahagiaan. Kami awali cerita di bulan November ini dari Bidang KDK, yang melaksanakan FISIP Young Leader dan Olimpiade Ilmu Sosial. Pada tahun ini, Departemen Kepemimpinan dan Kewirausahaan telah meluncurkan FISIP Young Leader, sebuah acara pelatihan kepemimpinan yang dahulu lebih dikenal dengan nama PDKT FISIP UI. Kegiatan FISIP Young Leader ini diawali dengan opening berupa seminar bersama dengan Young On Top, dilanjutkan dengan sesi Mission Impossible, Role Play dan diakhiri dengan Malam Apresiasi Peserta FISIP Young Leader. Para peserta juga meluncurkan inovasi social project, yakni Rumah Tontonan Anak (Rutan). Selanjutnya, bulan ini juga dilaksanakan Olimpiade Ilmu Sosial (OIS) FISIP UI ke-13, dengan peningkatan jumlah partisipasi peserta dari tahun-tahun sebelumnya sejumlah 35 tim. OIS FISIP UI yang diselenggarakan selama 6 hari ini, akhirnya menjadikan SMA Taruna Nusantara sebagai Juara Umum OIS FISIP UI ke 13.

Selanjutnya, pada bulan ini, Bidang Sosial Politik melalui Departemen Sosial Masyarakat juga terdapat program kerja Fisip Cinta Lingkungan dan FISIP Ceria. FISIP Cinta Lingkungan merupakan sebuah program kerja yang bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian mahasiswa FISIP UI terhadap lingkungan. Program kerja ini terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sejak paruh pertama kepengurusan BEM FISIP UI 2016, yang diawali dengan Campaign FISIP Cinta Lingkungan, Curanmor, Bank Sampah Kertas dan Camp bersama peserta FISCIL dan diakhiri dengan Semiar FISCIL. Selanjutnya, masih di Departemen Sosial dan Masyarakat, dilaksanakan FISIP Ceria. Program ini ditujukan untuk lebih merekatkan hubungan antara mahasiswa, pedagang dan satpam. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, di mana pada hari pertama terdapat games pertandingan antara mahasiswa, SATPAM dan pedagang. Di hari kedua dilanjutkan dengan lomba panjat pinang antara Tim SATPAM FISIP dan tim pedagang FISIP, yan dilanjutkan dengan Futsal bareng antara mahasiswa, pedagang dan SATPAM.

Kebersamaan FISIP semakin terasa dengan pelaksanaan UI Art War dan Olimpiade UI 2016. Dukungan sepenuh hati yang diberikan dari publik FISIP dan usaha terbaik yang diberikan dari kontingen dan tim persiapan, semakin membuat tahun ini semakin gemerlap. Keberhasilan FISIP dengan menjadi Juara Umum UI Art War tidak terlepas dari kerja keras seluruh elemen yangaada di FISP UI. Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen dan tim persiapan baik bagi UI Art War 2016 dan Olimpiade UI, yang akhirnya dapat memberikan yang terbaik bagi FISIP. Selayaknya yel-yel yang selalu didengungkan, “Bangga mendukungmu hai jagoan! Bangga bisa bersamamu kawan!”

 

 

#DESEMBERPAMIT

Dalam sebuah perjalanan pasti akan ada ujung akhir perjalanan itu sendiri. Selayaknya BEM FISIP UI 2016 yang telah sampai pada ujung akhir perjalanan mengabdi untuk FISIP UI 2016. Bulan Desember ini, diawali dengan Gelas Maba FISIP UI 2016 yang mengusung tema Sapta Budaya “Tercipta untuk Mencipta” yang menghasilkan Ilmu Komuniksi sebagai Juara Umum 1, Kriminologi sebagai Juara Umum 2 dan Antropologi sebagai Juara Umum 3. Dilanjutkan denan FISIPRESIASI 2016 yang merupakan ajang penutup kegiatan BEM FISIP UI 2016 dan sleuruh lebaga yang ada di FISIP serta sebagai ajang apresiasi terhadap seluruh elemen FISIP UI yang telah memberikan yang terbaik bagi FISIP UI. Pada FISIPRESIASI 2016 ini juga diluncurkan portal satufisip.com yang merupakan hasil kerjasama antar lembaga yang ada di FISIP UI. Kemudian, dilanjutkan dengan Departemen Adkesma yang pada bulan Desember ini berhasil melakukan pertemuan dengan Dekan dan jajarannya serta memberikan buku “ Dari Kami untuk Dekan” yang merupakan dokumentasi kegiatan advokasi di tahun 2016 dan sarana penyampaian aspirasi mahasiswa FISIP ke dekanat. Kemudian, pada bulan ini, bersama dengan Forbama, telah berhasil PDKK IKM FISIP UI menjadi UUD KM FISIP UI setelah tertunda selama bertahun-tahun.

 

Selain beberapa kegiatan yang telah kami laksanakan di atas, berikut terdapat beberapa rangkuman usaha yang dilakukan BEM FISIP UI selama satu tahun.

INTERNAL

  1. Berhasil mewujudkan inovasi dalam pengembangan internal pengurus BEM melalui pembagian Divisi Pengembangan dan Kekerabatan di dalam Biro PSDM
  2. Pengurus BEM FISIP UI 2016 lengkap 100% hingga akhir kepengurusan

 

ADVOKASI

  1. Setelah beberapa tahun menunggu, Wi-Fi Takor telah terpasang dan bisa dinikmati anak FISIP
  2. Setelah sempat mandek di awal tahun, lapangan olahraga FISIP akhirnya telah rampung direnovasi dan diresmikan di akhir tahun.
  3. Berhasil mengadvokasikan perbaikan lapangan bulutangkis.
  4. Berhasil mengadvokasikan berbagai perbaikan fasilitas kampus lainnya seperti Toilet, Teater Kolam, dll.
  5. Menerbitkan Buku “Dari Kami untuk Dekan” sebagai dokumentasi kegiatan advokasi di tahun 2016 dan sarana penyampaian aspirasi mahasiswa FISIP ke dekanat.
  6. Tergabung dalam Gerakan UI Bersatu yang berhasil membatalkan kenaikan biaya BOPB

 

INOVASI

  1. Telah diluncurkan inovasi kanal pelaporan terpadu terkait keluhan fasilitas maupun masalah kesejahteraan mahasiswa, Muara Aspirasi FISIP Kita (MAFIA).
  2. Terlaksananya kegiatan inovasi di bidang olahraga, LIGA FISIP UI, kompetisi futsal & basket eksternal pertama yang diselenggarakan BEM FISIP UI. Peserta LIGA FISIP UI adalah kampus-kampus Sosial-Humaniora dan untuk tahun 2016 lingkupnya se-Jabodetabek.
  3. Terlaksananya kegiatan inovasi di bidang pergerakan yaitu Festival Kota Kastrat (FKK). FKK adalah kegiatan berskala nasional yang diikuti kampus-kampus dari seluruh Indonesia demi peningkatan partisipasi publik dalam perumusan kebijakan kota.
  4. Melakukan rebranding dan format ulang kegiatan Pelatihan Dasar Kepemimpinan Terpadu (PDKT) menjadi FISIP Young Leaders (FYL). Peserta FYL kemudian telah meluncurkan inovasi social project, Rumah Tontonan Anak (RUTAN).
  5. Menerbitkan kembali Buku Sakti FISIP UI sebagai buku panduan bagi mahasiswa baru untuk lebih mengenal lingkungan, kegiatan dan mempermudah beradaptasi dengan FISIP UI.
  6. Melalui kegiatan FISIP Cinta Lingkungan (FISCIL), berhasil membuat Bank Sampah Kertas (BATAS) yang inovatif dan menarik.
  7. Untuk pertama kalinya, menyelenggarakan Belajar Bareng #SATUFISIP menjelang UTS dan UAS.
  8. Mendorong terbentuknya komunitas bidang keilmuan baru, Jingga Book Club

 

LAINNYA

  1. Berhasil meningkatkan partisipasi terhadap pengembangan pengetahuan siswa/i SMA terhadap ilmu sosial melalui peningkatan jumlah peserta OIS yakni 35 tim.
  2. Menginisiasi pendanaan BEM yang lebih mandiri dengan menyelenggarakan tes minat bakat dan try out melalui TEKAT dan Gravity.
  3. Melalui FISIP4UIAW, membantu membawa FISIP UI Juara 1 UI Art War 2016
  4. Melalui program kolaborasi, Jingga Peduli, berhasil membantu 6 kasus yang didera warga FISIP pada tahun 2016 ini dengan total bantuan dana yang terkumpul Rp. 112.865.512,-. Jingga Peduli juga memiliki inovasi di tahun ini untuk mengampanyekan terkait Penyintas Kekerasan Seksual.
  5. Terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat, FISIP Masuk Desa 2016, dan menerbitkan buku “Catatan Perjalanan FMD”
  6. Menerbitkan Buku Kaleidoskop FISIP UI 2016

 

BERSAMA DENGAN FORBAMA

  1. Bersama FORBAMA FISIP UI 2016, berhasil mengamandemen PDKK IKM FISIP UI menjadi UUD KM FISIP UI setelah tertunda selama bertahun-tahun.
  2. Bersama FORBAMA FISIP UI 2016, berhasil meluncurkan portal terpadu sebagai etalase kegiatan kemahasiswaan FISIP UI, www.satufisip.com
  3. Bersama FORBAMA FISIP UI 2016, berhasil melaksanakan Rembuk #SATUFISIP dengan sistem yang lebih sistematis dan alur yang runut sehingga mencakup hampir semua bidang kegiatan di FISIP melalui Forum Sektoral. Rembuk #SATUFISIP bertujuan untuk merumuskan berbagai permasalahan di FISIP UI dan potensi kolaborasi yang bisa dilakukan.

 

Segala usaha yang telah kami laksanakan tidak akan tercipta tanpa ada bantuan dari berbagai pihak. Kami berterima kasih banyak kepada seluruh warga FISIP, rekan-rekan mahasiswa, lembaga, komunitas, badan otonom, badan semi otonom, Pedagang, OB, Satpam, Jajaran Dekanat serta seluruh keluarga besar BEM FISIP UI 2016. Terima kasih atas kontribusinya dan dengan setulus hati kami memohon maaf apabail ada kesalahan baik yang disengaja atau yang tidak disengaja dalam proses satu tahun ini.

 

Terakhir dari kami, Salam Bergerak, Berkarya, Bersama!

,

#AmaBillyBercerita Vol.1: #SeptemBergerak

123

 

Bulan September, sebuah awal untuk semester yang menyenangkan. Kami ucapkan selamat datang di Keluarga Besar FISIP UI bagi mahasiswa-mahasiswi baru FISIP UI 2016! Selamat menikmati perjalanan kehidupan mahasiswa!
Di awal semester ini, BEM FISIP UI telah melaksanakan berbagai kegiatan. Diawali dengan kegiatan dari Bidang Kreasi Mahasiswa, yakni kegiatan Artheist dan FISIP Premier Games (FPG). Artheist adalah sebuah kegiatan dari Departemen Seni Budaya yang berusaha untuk memberikan wadah bertemunya komunitas seni FISIP UI dengan rekan-rekan mahasiswa FISIP UI yang dilanjutkan dengan acara pementasan di malam puncak Artheist. Sedangkan FISIP Premier Games adalah wadah kompetisi olahraga bagi teman-teman mahasiswa baru. Lalu, bulan ini juga telah dilaksanakan Pembukaan Liga FISIP UI dengan pelaksanaan KamisJersey dan JoggingBersama. Liga FISIP UI sendiri rencananya akan dilaksanakan pada bulan Oktober.
Selanjutnya di Bidang Keilmuan dan Kemahasiswaan yang memiliki beberapa kegiatan. Pertama yakni FISIP UI Summit, sebuah acara yang ditujukan bagi rekan-rekan siswa sekolah menengah atas untuk lebih mengenali FISIP UI. Selanjutnya adalah Lokakarya PKM yang berjudul “Dari Obrolan ke Tulisan”, sebuah acara yang memberikan cara-cara untuk menulis PKM dan mengubah permasalahan sehari-hari menjadi karya ilmiah. Lalu, untuk persiapan FISIP UI menuju OIM UI, maka telah dilaksanakan penyambutan kontingen OIM.
Kemudian, dilanjutkan dengan Bidang Sosial Politik, di bulan ini telah diluncurkannya Bank Kertas FISIP CINTA LINGKUNGAN, yakni sebuah kotak yang digunakan untuk mengumpulkan kertas-kertas yang sudah tidak terpakai. Kalau kamu melihat kotak besar berwarna kuning bergambar Pikachu di depan ATM Bersama, maka kamu sudah menemukan Bank Kertas FISCIL! Kalau ada sisa-sisa kertas yang tidak terpakai, masukkan ke Bank Kertas tersebut ya! Kemudian, berbagai advokasi telah dilaksanakan pada bulan ini. Beberapa hasil advokasi akhirnya membuahkan hasil pada bulan ini, seperti WiFi yang sudah terpasang di Kantin Takor dan finalisasi Advokasi Pengantian Dana Komunitas selama Lapangan direnovasi dan dana sudah disepakati akan turun. Selain itu, di akhir bulan ini, kami juga melaksanakan pendampingan warga dalam penggusuran di Bukit Duri.
Selanjutnya, di bulan ini, BEM FISIP UI telah menerima kunjungan dari dua lembaga yakni BEM Fakultas Ilmu Komputer dan BEM Fakultas Ilmu Administrasi. Sebuah kehormatan bagi kami untuk menjalin relasi dengan lembaga lain dan saling berbagi wawasan dan pengetahuan. Serta di bulan ini, BEM FISP UI bersama dengan lembaga dan komunitas lain, melaksanakan penyusunan RKAT 2017 dengan pihak Kemahasiswaan FISIP UI.
Terus bergerak, berusaha untuk menghasilkan karya bagi FISIP UI secara bersama-sama adalah sebuah hal yang menyenangkan bagi kami. Terima kasih FISIP, nantikan karya-karya kami berikutnya. Salam Bergerak, Berkarya, Bersama!

, ,

Newsletter BEM FISIP UI – Agustus 2016

[fruitful_btn]Unduh Dengan Mengklik Tombol Ini[/fruitful_btn]