, , , , , ,

Fakta Unik Tentang Daur Ulang Sampah

Pada artikel Newsletter FEA kali ini, kami akan membahas mengenai fakta-fakta unik nan menarik mengenai daur ulang dan pengolahan sampah. Tulisan ini akan membahas secara singkat mengenai sejarah daur ulang dan di mana dimulainya daur ulang,

Jarang diketahui bahwa daur ulang dan pengolahan sampah menjadi bagian yang erat dengan manusia dan oleh karena itu, daur ulang dan pengolahan sampah bergerak seiring peradaban manusia pula. Menurut Busch Systems, perusahaan pabrikan asal Kanada yang bergerak di bidang daur ulang, sejarah pengolahan sampah dan daur ulang dapat ditarik lebih dari 2000 tahun yang lalu di mana pada sekitar tahun 500 SM, masyarakat Athena memulai program pemusatan pembuangan sampah. Setelah itu, masyarakat Jepang pada tahun 1013 juga mendaur ulang kertas yang kemudian dijual. Setelahnya, daur ulang dan pengolahan sampah ikut berkembang bersama peradaban manusia dan teknologi yang mendorong berbagai kemajuan, seperti mulai didirikannya pabrikan perusahaan bekas di Philadelphia, mulai berdirinya perusahaan daur ulang, hingga abad ini dimana para ilmuwan juga turut serta mendorong daur ulang dengan ditemukannya plastik yang dapat hancur dengan sendirinya. 

Dari fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa manusia sebenarnya sudah lama mengenal daur ulang dan pengolahan sampah. Namun, isu ini sering kali dilupakan dan dianggap tidak penting karena masyarakat merasa bahwa daur ulang tidak membawa manfaat yang langsung dirasakan dalam kehidupan mereka. Mengenai hal ini, perusahaan pabrikan otomotif Volkswagen mempunyai ide kreatif. Mereka mengubah tempat sampah non organik menjadi semacam video game arcade di mana banyak orang berlomba – lomba mencari botol dan kaleng bekas untuk meraih nilai tertinggi yang dapat ditukarkan dengan uangnya ditransfer ke deposit akun PayPal, TechCash, atau disumbangkan ke Nature Conservacy.

Selain itu, kemudahan teknologi juga memunculkan inovasi – inovasi yang berkaitan dengan daur ulang. Salah satunya adalah inovasi dari Muryani, lulusan SD asal Blitar, yang dinamakan BBM Plast. BBM Plast mampu mengubah sampah plastik menjadi tiga jenis bahan bakar minyak (BBM), yakni Premium, Solar, dan Minyak Tanah melalui penyulingan dengan mesin bernama Destilator. Proses penggunaannya pun cukup mudah. Sampah plastik hanya perlu dipisah mana yang bening dan berwarna, lalu dijemur hingga kering. Setelah itu, baru disuling menggunakan mesin dengan kapasitas 10 kg plastik dan dihasilkanlah 6 liter solar, 2,5 liter premium, dan 1,5 liter minyak tanah. Penemuan ini penting untuk mengurangi sampah plastik di masyarakat dan bahkan untuk memecahkan masalah kelangkaan energi global.

Dari fakta-fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa daur ulang dan pengolahan sampah merupakan hal yang penting dalam masyarakat. Daur ulang penting bagi masyarakat untuk memecahkan masalah di masa depan, seperti masalah ekonomis dan bahkan masalah energi.

UNTUK BACAAN LEBIH LANJUT:

Bradbury, Matt (2017, 20 Mei). “A Brief Timeline of The History of Recycling”. Diambil dari Buschs System: https://www.buschsystems.com/resource-center/page/a-brief-timeline-of-the-history-of-recycling diakses pada 17 Juli 2018.

Galih, Bayu (2011, 10 November). “Teknologi Jadikan Daur Ulang Menyenangkan”. Diambil dari Viva News: https://www.google.co.id/amp/s/m.viva.co.id/amp/digital/263058-teknologi-jadikan-daur-ulang-menyenangkan diakses pada 17 Juli 2018.

Riady, Erliana (2017, 7 November). “Luar Biasa! Lulusan SD Ini Mampu Daur Ulang Plastik Jadi BBM”. Diambil dari Detik com: https://m.detik.com/news/berita-jawa-timur/d-3716059/luar-biasa-lulusan-sd-ini-mampu-daur-ulang-plastik-jadi-bbm diakses pada 17 Juli 2018.

, , ,

Pentingnya Hutan Bakau Bagi Lingkungan Hidup

Hutan bakau atau hutan mangrove merupakan salah satu jenis ekosistem alam berupa hutan yang tumbuh di air payau. Hutan bakau memiliki karakteristik yang unik di mana kondisinya tidak memungkinkan banyak makhluk hidup untuk bisa berkembang akibat pasang surut air laut. Hutan bakau banyak tumbuh di wilayah tropis dan subtropis, tepatnya di daerah muara air sungai dan di pesisir laut dikarenakan lokasi tersebut cocok untuk mendukung pertumbuhan tumbuhan bakau. Sebagai negara kepulauan tropis, hutan bakau berkembang dan tumbuh di banyak daerah di sepanjang pantai Indonesia.

Dengan karakteristik yang unik, hutan bakau memegang beberapa fungsi penting. Pertama, hutan bakau berfungsi untuk mencegah abrasi dan instrusi air laut di pesisir pantai. Hutan bakau juga berperan sebagai habitat berbagai organisme pantai, seperti alga, udang dan kepiting. Telah diketahui bahwa perairan di sekitar hutan mangrove memiliki produktivitas yang tinggi karena serasah mangrove yang diekspor ke perairan di sekitarnya, bahkan memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding ekosistem lainnya. Selain itu hutan bakau juga dapat difungsikan sebagai penyedia sumber daya hayati yang memiliki nilai ekonomis seperti kayu bakau. Hutan bakau sebagai tempat tumbuhnya tanaman bakau dapat menjadi penyerap karbon dioksida untuk mengurangi gas rumah kaca. Terakhir, ekosistem hutan bakau mampu menjadi objek wisata yang menguntungkan warga sekitar.

Seiring dengan berkembangnya aktivitas manusia, keberadaan hutan bakau semakin terancam. Di Indonesia, menurut data dari tahun  2011, 48%hutan bakau dalam kondisi rusak sedang dan 23% terkategori rusak berat. Kondisi ini terjadi akibat kegiatan dan pembangunan oleh manusia di wilayah muara sungai dan pesisir pantai. Pembangunan disini dapat berupa pembangunan lahan pemukiman maupun perluasan wilayah pertanian. Pencemaran air oleh limbah maupun minyak di sekitar pantai juga menjadi salah satu penyebab kerusakan hutan bakau Indonesia.

Dengan menyadari peran penting yang dimiliki oleh hutan bakau, maka diperlukan usaha untuk mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut pada ekosistem tersebut. Peraturan yang ketat untuk melindungi hutan bakau dari pembangunan adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan. Selain itu, pemanfaatan wilayah hutan bakau sebagai area wisata seperti yang ada di wilayah Angke, Jakarta Utara, juga dapat dilakukan. Upaya ini selain dapat melindungi kelestarian hutan bakau juga dapat meningkatkan memperkenalkan pentingnya keberadaan hutan bakau kepada masyarakat.

UNTUK BACAAN LEBIH LANJUT :

Kurniastuti, Nurhenu. Peranan Hutan Mangrove bagi Lingkungan Hidup. Forum Manajemen vol. 06 no. 1. Hal 1-10

Pramudji (2000). Hutan Mangrove di Indonesia: Peranan Permasalahan dan Pengelolaannya. Oseana, vol. XXV, nomor 1. Hal 13-20

71% of Indonesian Mangrove Forests Damaged. Jakarta Post, 7 Agustus  2011. diakses melalui https://web.archive.org/web/20120118061854/http://www.thejakartapost.com/news/2011/08/07/71-indonesian-mangrove-forests-damaged-minister.html (diakses 2 Juli 2018)

, , , ,

Bencana Lingkungan Hidup

Bencana lingkungan hidup dapat diartikan sebagai bencana lingkungan yang terjadi akibat intervensi kegiatan manusia terhadap alam. Tindakan manusia yang merusak keseimbangan alam dapat berdampak langsung dalam menciptakan bencana lingkungan hidup yang pada akhirnya akan merugikan manusia sendiri. Beberapa contoh tindakan manusia yang dapat menciptakan bencana lingkungan hidup adalah penebangan hutan dan penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan. Bencana lingkungan hidup yang dapat terjadi dari tindakan tersebut antara lain banjir, longsor dan kekeringan.

    Salah satu aktivitas manusia yang mengakibatkan bencana lingkungan hidup adalah penebangan hutan. Hutan memegang peran vital sebagai penjaga keseimbangan lingkungan. Bencana lingkungan hidup yang terjadi akibat dari aktivitas penebangan hutan ini adalah bencana banjir dan longsor. Selain dampak bencana langsung, penebangan hutan akan mengurangi fungsi hutan sebagai paru-paru dunia dan pada akhirnya akan mengakibatkan bencana lain yang lebih besar seperti perubahan iklim.

    Aktivitas lain yang mengakibatkan bencana lingkungan hidup adalah penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan. Penggunaan bahan bakar fosil yang menghasilkan gas rumah kaca menciptakan fenomena pemanasan global. Fenomena ini membawa bencana alam yang lebih serius dan bersifat luas, yakni pemanasan global. Contoh bencana alam akibat dari pemanasan global adalah bencana badai yang meluas dan gelombang panas yang terjadi di banyak tempat. Bencana ini dapat membawa masalah lain yang berdampak pada manusia sendiri seperti kegagalan panen, dan timbulnya korban harta, benda, dan jiwa.

    Untuk mencegah terjadinya bencana lingkungan hidup, diperlukan upaya – upaya untuk mewujudkan kesadaran melestarikan lingkungan hidup. Kesadaran tersebut nantinya akan berbuah dukungan dari berbagai unsur masyarakat. Untuk mencapai hal ini, diperlukan suatu proses pendidikan lingkungan. Pendidikan lingkungan adalah proses mengembangkan kesadaran penduduk dunia akan lingkungan hidup dan upaya aktif untuk mengatasi masalah – masalah yang terkait dengan lingkungan. Pendidikan lingkungan diberikan pada masyarakat dalam semua umur dan semua level. Dengan pendidikan lingkungan diharapkan muncul kesadaran yang tinggi mengenai isu-isu lingkungan sehingga akan mendorong terjadinya perubahan dalam interaksi antara manusia dan alam yang lebih baik, yang pada akhirnya akan menciptakan lingkungan yang lebih lestari.

 

UNTUK BACAAN LEBIH LANJUT:

Suharko. (2014). Pencegahan Bencana Lingkungan Hidup Melalui Pendidikan Lingkungan. Jurnal Manusia dan Lingkungan, Vol. 21 (2): 254-260.

, , , ,

Penghargaan Adipura

Pada artikel Newsletter kali ini, kami akan membahas mengenai penghargaan Adipura. Penghargaan tersebut mungkin sudah akrab di telinga pembaca karena kita sering mendengarnya atau membacanya. Penghargaan tersebut adalah penghargaan kebersihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam rangka mewujudkan kota yang bersih dan teduh. Penghargaan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 1986 walaupun sempat terhenti pada tahun 1998 dan dilanjutkan pada tahun 2002.

Dalam mewujudkan kota yang bersih dan teduh, KLHK memiliki 21 komponen penilaian untuk kota yang dinilai. Dari 21 komponen tersebut, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) memiliki komponen yang paling besar. TPA berkaitan dengan penimbunan sampah dan pengelolaan limbah. Selain TPA, komponen penilaian lainnya meliputi kondisi pasar, terminal, jalan, sungai, taman, sekolah, rumah sakit, dan komponen lainnya. Selain melihat kondisi fisik, penghargaan ini juga memandang dari sisi sosial-ekonomi, seperti keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang diperbolehkan namun tetap harus rapih dan tertata sehingga menimbulkan rasa aman dan nyaman dalam masyarakat.  KLHK pun terus mengembangkan penghargaan Adipura dengan strategi rebranding Adipura. Dimulai tahun 2017, para bupati/walikota nominator penerima Adipura wajib untuk presentasi di depan Dewan Pertimbangan Adipura, praktisi pengelolaan sampah dan bidang pemasaran, pejabat KLHK, akademisi perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, dan media massa. Dengan rebranding tersebut, diharapkan Adipura dapat menyelesaikan berbagai isu lingkungan hidup yakni pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau, pemanfaatan ekonomi dari pengelolaan sampah dan RTH, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengendalian dampak perubahan iklim, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat pertambangan, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, serta penerapan tata kelola pemerintahan yang baik.

Salah satu pemenang Adipura pada tahun 2017 adalah kota Depok. Tugu Adipura Depok dapat ditemukan di Jalan Margonda. Walaupun begitu, keberhasilan kota Depok mendapatkan Adipura dipertanyakan banyak pihak, salah satunya dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Koordinator Advokasi Walhi Jakarta, Chandra Hutasoit, mempertanyakan keberhasilan kota Depok mengingat TPA kota Depok kelebihan kapasitas, serta belum ada pengelolaan sampah berbasis pasar atau komunitas. Pengangkutan sampah melalui truk pun juga masih berantakan. Hal ini menandakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh kota Depok meskipun sudah meraih Piala Adipura.

UNTUK BACAAN LEBIH LANJUT:

Arifianto, Bambang. (2017, Agustus 2) “TPA Kelebihan Kapasitas, Kota Depok Raih Piala Adipura”.  Diambil dari Pikiran Rakyat: http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2017/08/02/tpa-kelebihan-kapasitas-kota-depok-raih-piala-adipura-2017-406580 diakses pada tanggal 5 Juni 2018.

Kata Kota. (2016, Oktober 19) “Inilah Syarat Baru Penghargaan Adipura 2017”. Diambil dari: http://katakota.com/inilah-syarat-baru-penghargaan-adipura-2017/ diakses pada tanggal 5 Juni 2018.

Hasanah, Nurul. (2016, Oktober 7) “21 Komponen Penilaian Adipura”. Diambil dari Portal Resmi Pemerintah Kota Depok: https://www.depok.go.id/07/10/2016/01-berita-depok/21-komponen-penilaian-piala-adipura diakses pada tanggal 5 Juni 2018.

, , ,

Permasalahan Lingkungan di Daerah Kemiri Muka

Pada artikel sebelumnya, newsletter kami telah membahas mengenai gambaran umum daerah Kemiri Muka, salah satu situs kerja program FISIP Environmental Act. Artikel kali ini akan membahas mengenai permasalahan lingkungan yang ada dan upaya perbaikan yang dilakukan di daerah tersebut. Informasi ini kami himpun melalui advokasi yang kami telah lakukan ke Kemiri muka.

 

Salah satu masalah lingkungan yang kerap melanda daerah Kemiri Muka adalah banjir yang terjadi ketika musim penghujan datang. Banjir di daerah Kemiri Muka disebabkan oleh dua penyebab utama, yaitu penggunaan lahan yang tidak sesuai dan pendangkalan sungai yang disebabkan oleh sampah di Kali Ciliwung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penggunaan lahan yang tidak sesuai di daerah Kemiri Muka terjadi dalam beberapa kasus. Pertama, pembangunan daerah pemukiman di daerah resapan. Meningkatnya pertumbuhan penduduk di Kota Depok menyebabkan pembangunan daerah pemukiman warga di daerah yang seharusnya berfungsi sebagai area resapan air. Hal tersebut mengakibatkan banyak resapan air banyak tertutup oleh beton dan menyebabkan tidak terserapnya air hujan. Kedua, alih fungsi wilayah kebun dan sawah yang sebelumnya ada menjadi lokasi pembangunan Depok Mall. Pembangunan pusat perbelanjaan tersebut menyebabkan daerah Kemiri Muka kehilangan area penyerapan air hujan dan aliran alami air ke arah utara.

 

Permasalahan lingkungan kedua penyebab banjir di wilayah ini adalah pendangkalan sungai. Pendangkalan sungai adalah akibat langsung dari pembuangan sampah warga ke sungai. Akibatnya adalah sungai tidak mampu lagi menampung volume air yang seharusnya sehingga ketika musim hujan datang, air akan meluap dan menyebabkan banjir. Pembuangan sampah ke sungai juga disebabkan oleh gerobak sampah yang hanya lewat satu kali per hari. Padahal gerobak sampah tersebut memiliki kapasitas yang kecil sehingga tidak mampu menampung seluruh sampah yang dihasilkan masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Beberapa upaya telah dilakukan oleh warga Kemiri Muka untuk mengatasi masalah banjir yang terjadi di daerah mereka antara lain adalah program kerja bakti yang dilakukan setiap dua bulan. Meskipun telah dilakukan, program ini masih kurang efektif karena sebagian besar penduduk bekerja sehingga kekurangan sumber daya manusia. Normalisasi sungai oleh Pemerintah Kota Depok juga telah diusahakan walaupun tidak terealisasi karena tingginya biaya yang dibutuhkan untuk pengerukan sampah.

 

, , ,

Penggambaran Daerah Kemirimuka

Salah satu situs kerja FISIP Environmental Act (FEA) pada tahun ini adalah daerah Kemirimuka. Kemirimuka adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat. Daerah ini terletak tidak jauh dari Universitas Indonesia. Artikel Newsletter kali ini akan membahas mengenai penggambaran daerah Kemirimuka, baik penggambaran fisik maupun penggambaran demografis.

Daerah Kemirimuka dilintasi oleh salah satu sungai yang bermuara di Teluk Jakarta, yakni Sungai Ciliwung. Daerah Kemirimuka juga daerah yang cukup mudah dijangkau karena dekat dengan jalan – jalan utama kota Depok, utamanya Jalan Margonda Raya, dan juga dekat dari Stasiun KRL Depok Baru. Di Kemirimuka juga terdapat salah satu pusat perbelanjaan yang cukup populer, yakni D’Mall.

Mata Pencaharian

Jumlah Penduduk
Petani 236
Industri Kecil 231
Buruh 9.165
Pedagang 2.195
Karyawan 1.156
PNS 633
TNI/Polri 163
Pensiunan 193
Lainnya 2.703
Jumlah

25.230

http://beji.depok.go.id/profil/kependudukan

Fakta menarik dapat dilihat di Daerah Kemirimuka dibandingkan dengan 4 kelurahan lainnya di Kecamatan Beji. Dikarenakan Daerah Kemirimuka dilintasi Sungai Ciliwung, Kemirimuka menjadi satu – satunya kelurahan di Kecamatan Beji yang terdapat petani di dalamnya. Hal itu tidak terlepas dari tersedianya sarana irigasi dari Sungai Ciliwung.

Namun, Daerah Kemirimuka tidak terlepas dari berbagai permasalahan lingkungan yang terjadi. Permasalahan lingkungan yang paling sering terjadi melanda daerah Kemirimuka adalah banjir. Banjir di Kemirimuka disebabkan oleh banyak hal, seperti tata guna lahan yang kurang tepat, kesadaran masyarakat akan kebersihan yang masih rendah, hingga pendangkalan sungai. Ingin tahu mengenai pembahasan masalah lingkungan di Kemirimuka ? Tunggu artikel Newsletter kami berikutnya yang akan secara spesifik membahas permasalahan lingkungan di Kemirimuka.