,

UI Greenmetrics World University Ranking: Posisi sang Inisiator

Universitas Indonesia merupakan inisiator dari UI Greenmetrics World University Ranking. Sebagai pihak yang menginisiasi sistem peringkat tersebut, bagaimanakah performa UI dalam peringkat tersebut?

Sejak peluncurannya pada tahun 2010, UI Greenmetrics World University Ranking telah berhasil menjadi acuan bagi berbagai universitas dalam usaha-usaha konservasi lingkungan. Sistem ranking universitas tersebut diciptakan sebagai kritik atas minimnya penghargaan yang diberikan kepada institusi pendidikan tinggi yang telah melakukan usaha untuk mengurangi emisi gas karbon dan menanggulangi perubahan iklim. Selain itu, diciptakannya sistem peringkat ini diharapkan dapat meningkatkan perhatian atas berbagai masalah lingkungan.

Greenmetrics World University Ranking telah meliris enam daftar peringkat. Sejauh ini, UI belum pernah menempati peringkat 20 teratas. Prestasi terbaik UI dalam peringkat tersebut adalah mencapai peringkat ke-21 pada tahun 2011, yang disusul dengan penurunan peringkat di tahun-tahun selanjutnya. Bahkan, UI pernah mengalami penurunan peringkat yang drastis pada tahun 2014, dengan menempati posisi ke-62. Namun, posisi tersebut berangsur membaik. Dalam rilis terbaru Greenmetrics, UI berhasil meningkatkan performanya dan menempati peringkat ke-31.

Menilik fluktuasi performa UI dalam peringkat tersebut, diperlukan beragam usaha untuk mendongkrak prestasi UI sebagai perguruan tinggi Indonesia yang menempati posisi teratas. Diperlukan perhatian khusus terhadap beberapa kriteria yang menjadi dasar penilaian dalam ranking tersebut, seperti penanganan sampah serta aktivitas daur ulang dan penggunaan air di lingkungan kampus.

UI, dalam peringkat terbaru yang dirilis oleh Greenmetrics, menerima skor 1452 dalam kategori penanganan sampah dan aktivitas daur ulang. Skor tersebut masih terpaut jauh dari universitas-universitas yang menempati peringkat yang lebih tinggi. UI masih menghadapi beberapa masalah dalam pengelolaan sampah. Sampah masih sering ditemukan mengapung di atas dan di sekitar danau. Tempat sampah yang disediakan pun masih belum dimanfaatkan dengan semestinya oleh sebagian besar warga kampus. Hal tersebut menghambat proses daur ulang yang semestinya dilakukan selepas pengumpulan sampah.

Pemanfaatan air dalam lingkungan kampus pun patut mendapatkan perhatian. Di antara seluruh kriteria penilaian dalam peringkat terbaru Greenmetrics, skor pada kategori penggunaan air menjadi skor terkecil yang diraih UI, dengan nilai 725. Pencapaian ini perlu diperhatikan oleh seluruh civitas akademika sebagai pihak-pihak yang memanfaatkan air di lingkungan universitas setiap harinya. Selain itu, pihak universitas pun perlu meningkatkan usaha-usaha dalam konservasi air, sebagai salah satu dari beberapa komponen penilaian dalam kategori penggunaan air.

UNTUK BACAAN LEBIH LANJUT:

“Criteria & Indicators.” UI GreenMetric. Diakses pada 19 September 2017. http://greenmetric.ui.ac.id/criterian-indicator/.

“Overall Ranking 2011.” UI GreenMetric. Diakses pada 19 September 2017. http://greenmetric.ui.ac.id/overallranking2011/.

“Overall Ranking 2012.” UI GreenMetric. Diakses pada 19 September 2017. http://greenmetric.ui.ac.id/overallranking2012/.

“Overall Ranking 2013.” UI GreenMetric. Diakses pada 19 September 2017. http://greenmetric.ui.ac.id/overallranking2013/.

“Overall Ranking 2014.” UI GreenMetric. Diakses pada 19 September 2017. http://greenmetric.ui.ac.id/overall-ranking/.

“Overall Ranking 2015.” UI GreenMetric. Diakses pada 19 September 2017. http://greenmetric.ui.ac.id/overall-ranking-2015/.

“Overall Ranking 2016.” UI GreenMetric. Diakses pada 19 September 2017. http://greenmetric.ui.ac.id/overall-ranking-2016/.

“Welcome to UI GreenMetric.” UI GreenMetric. Diakses pada 19 September 2017. http://greenmetric.ui.ac.id/what-is-greenmetric/.

 

, ,

Bahaya Sampah Mengancam Sungai Indonesia

Keberadaan sampah di sungai-sungai di Indonesia sudah mengancam. Dilansir dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), 67,94 persen atau sebagian besar dari sungai di Indonesia berstatus terancam berat di tahun 2015.

Keadaan tersebut dipengaruhi oleh membeludaknya jumlah sampah yang dihasilkan di Indonesia. Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya, menyatakan bahwa produksi sampah di Indonesia mencapai 64 ton per tahun. Tiga puluh persen dari jumlah sampah tersebut merupakan sampah yang sulit untuk didaur ulang, seperti sampah plastik, logam, kaca, kain, dll. Sementara itu, 60 persen lainnya merupakan sampah organik.

Sebagian besar dari sampah tersebut berasal dari konsumsi domestik. Sampah domestik merupakan sampah yang dihasilkan dari kehidupan sehari-hari. Produksi dan penggunaan sampah domestik tidak dapat dibendung karena perannya yang cukup vital dalam menyokong kehidupan rumah tangga. Sebagai contoh, penggunaan botol plastik kemasan dan kantung plastik sangatlah sulit untuk diminimalisasi. Dengan demikian, menurut KLHK, penduduk Indonesia menyumbangkan sampah plastik dengan jumlah terbesar kedua di dunia.

Selain sampah domestik, sampah atau limbah industri pun turut andil dalam mencemari sungai-sungai di Indonesia. Indonesia merupakan lokasi yang sangat prospektif bagi pembangunan pabrik. Sayangnya, masih banyak pabrik yang tidak melakukan pembuangan limbah dengan baik. Sungai, pada akhirnya, dijadikan tempat pembuangan bagi sisa-sisa produksi di pabrik. Akibatnya, habitat sungai pun terganggu. Contohnya, di Kabupaten Pekalongan, sungai-sungai yang sudah tercemar oleh limbah produksi tekstil sudah tidak layak ditempati oleh flora dan fauna. Hal yang sama terjadi di sungai-sungai di Pulau Sumatra, meskipun limbah yang mencemari datang dari lokasi pertambangan.

Upaya Indonesia dalam menanggulangi pencemaran air sungai masih patut untuk dikritisi. Jumlah Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga (IPAL) di Indonesia masih sangatlah minim. Bahkan, apabila dibandingkan dengan jumlah IPAL yang terdapat di Kamboja, jumlah fasilitas IPAL di Indonesia pun kalah. Padahal, Indonesia memiliki jumlah penduduk dan luas wilayah yang lebih besar. IPAL pun sangat dibutuhkan untuk mengurangi jumlah limbah domestik. Oleh karena itu, Indonesia sewajarnya membutuhkan lebih banyak instalasi IPAL apabila dibandingkan dengan Kamboja.

Masyarakat pun perlu melawan kebiasan membuang sampah ke sungai. Dibutuhkan kesadaran dan edukasi berkelanjutan terhadap bahaya pencemaran air sungai. Hingga saat ini, masih banyak masyarakat Indonesia yang mengonsumsi air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Padahal, kondisi air sungai di Indonesia sudah tidak layak konsumsi, dengan meningkatnya kadar bakteri E coli. Sungai-sungai di Jakarta dan Yogyakarta, terutama, mengandung bakteri E coli yang melebihi ambang batas wajar.

Upaya yang konkrit, aplikatif, dan efisien harus segera diterapkan. Urgensinya pun semakin nyata apabila memperhatikan prediksi KLHK mengenai jumlah sampah di Indonesia pada tahun 2019 yang dapat mencapai 68 juta ton. Sebagian dari sampah tersebut tentu akan mencemari sungai. Penduduk yang menggantungkan sumber airnya dari aliran sungai pun akan semakin terancam kualitas hidupnya. Dengan demikian, tindakan nyata untuk mengurangi volume sampah yang dapat mencemari sungai perlu mulai untuk dilakukan.

SUMBER
Fauziah, Lutfi. “Limbah Domestik, Musuh Utama Sungai Indonesia.” National Geographic Indonesia, 17 Juli 2016, http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/07/limbah-domestik-musuh-utama-sungai-indonesia. Diakses pada 17 April 2017.
Fitriana, Ika. “Gara-Gara Limbah Pabrik, Sungai di Jateng ‘Miskin’ Ikan.” Kompas, 21 Maret 2017, http://regional.kompas.com/read/2017/03/21/22283301/gara-gara.limbah.pabri
k.sungai.di.jateng.miskin.ikan. Diakses pada 16 April 2017.
Wahyuni, Tri. “Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Ke-dua Dunia.” CNN Indonesia, 23 Februari 2016, http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160222182308-277-112685/indonesia-penyumbang-sampah-plastik-terbesar-ke-dua-dunia/. Diakses pada 21 April 2017.
Wendyartaka, Anung. “Air Sungai Di Indonesia Tercemar Berat.” National Geographic Indonesia, 1 Mei 2016, http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/05/air-sungai-di-indonesia-tercemar-berat/1. Diakses pada 17 April 2017.

, ,

Notula Pertemuan dengan Wakil Manajer Bidang PPF FISIP UI #KawalAspirasiKita

MBRC

Menindaklanjuti berbagai macam advokasi yang telah kita lakukan sebelum liburan yang lalu, Departemen Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM FISIP UI 2016 telah menemui dan berdiskusi mengenai perkembangan pembangunan fisik di FISIP UI bersama Wakil Manajer Bidang Pengelolaan dan Pemeliharaan Fakultas (PPF) FISIP UI, Drs. Dadang Sudiadi, M.Si, di ruang kerja beliau. Dalam pertemuan tersebut, Pak Dadang menyambut baik kehadiran Adkesma. Pertemuan tersebut diselenggarakan sebanyak dua kali pada hari Selasa, 21 Juni 2016 dan hari Selasa, 25 Juli 2016. Selain pertemuan Adkesma tersebut, Ahmad Alhamid, sebagai Ketua BEM FISIP UI 2016 juga sudah bertemu langsung dengan Beliau pada hari Rabu tanggal 20 Juli 2016. Dari pertemuan-pertemuan tersebut, BEM FISIP UI 2016 telah mengadvokasikan beberapa hal dan diperoleh poin-poin penting mengenai pembangunan yang sedang atau akan dilaksanakan sesegera mungkin, sebagai berikut:

 
1. Lapangan FISIP UI
Lapangan yang berlokasi di seberang Halte FIB dekat parkiran FISIP yang dapat digunakan sebagai tempat olahraga Futsal, Basket, dan Voli ini telah dilakukan pembukaan tender dari beberapa waktu yang lalu. Pihak PPF masih akan melaksanakan peninjauan dalam waktu dua minggu sejak pertemuan tanggal 25 Juli 2016. Dan beliau menjanjikan akan memberikan infomasi paling telat sebulan dari hari pertemuan pertama dengan Adkesma mengenai informasi pemenang tender pembangunan Lapangan FISIP UI.

Pada pertemuan berikutnya antara Ketua BEM FISIP UI 2016 dengan Wakil Manajer PPF, ada perkembangan terbaru mengenai pembangunan lapangan. Dalam pembangunan lapangan, PPF FISIP UI telah mendapatkan vendor dan saat ini masih dalam proses melengkapi berkas. Dekan FISIP UI telah menandatangani persetujuan kerjasama dengan vendor terkait pembangunan ini. Jika semua berkas terkait pembangunan telah lengkap, bulan Agustus sudah akan digarap pembangunannya yang diperkirakan memakan waktu satu sampai dua bulan dalam pembangunannya.

 

2. Lapangan Bulu Tangkis
Lapangan Bulu Tangkis yang berlokasi dekat Kantin Taman Korea (Takor) ini direncanakan untuk diperbaiki dan sehingga layak pakai sebagai tempat berlatih para atlet atau sekedar kegiatan berolahraga mahasiswa. Namun beliau menambahkan bahwa perencanaan ini masih perencanaan dari PPF, karena Dekan tidak mengagendakan perbaikan Lapangan Bulu Tangkis dalam rencana pembangunan. Akan tetapi, pihak PPF akan tetap mengusahakan pembangunan lapangan tersebut dalam agenda pembangunan Dekan.

 

3. Perluasan Departemen Sosiologi di Gedung F Lt. 3
Sebelumnya, Gedung F lantai 3 dibagi menjadi tiga ruangan utama yaitu Departemen Sosiologi, ruang Komunitas Tari FISIP (KTF), dan ruang Sekretariat Indonesia Model United Nations (IMUN) yang dimana lokasinya berdekatan dan saling menempel. Namun disebabkan kebutuhan, Departemen Sosiologi direncanakan untuk diperluas sebagai penunjang akademik Departemen. Sehingga, Ruang KTF dan ruang Sekretariat IMUN harus dipindahkan karena ruangan yang bersangkutan akan dijadikan tempat perluasan Departemen Sosiologi. Sementara kegiatan KTF beserta barang-barangnya dialihkan ruangannya ke Gedung E lantai 1, dan Sekretariat IMUN masih belum mendapatkan tempat penggantinya.

 

4. Toilet Gedung H lantai 1
Selama liburan akhir semester genap 2015-2016, perbaikan toilet masih terus berlangsung dan masih belum bisa digunakan. Hal ini disebabkan masih ada perbaikan pada lantai lain yang masih rusak. Diperkirakan pada akhir bulan Agustus toilet sudah bisa digunakan oleh semua civitas FISIP UI.

 

5. Wi-Fi Takor
Telah dijelaskan oleh Wakil Manajer PPF bahwa telah ada upaya memasang Wi-fi di sekitar Kantin Takor. Alat penunjang Wi-Fi sudah ada, namun masih terkendala karena Unit Teknik sedang sibuk dengan agenda promosi doktoral, sehingga Wi-fi masih belum terpasang. Padahal, pihak IT sudah siap dalam pemasangannya dan alat-alatnya. Rencananya, alat penunjang Wi-fi ini akan dipasang pada bulan Agustus dengan rincian satu titik di sekitaran depan ruang BEM FISIP UI dan satu titik di Kantin Takor bagian tengah.

 

6. Toilet Takor
Seperti yang sudah diketahui, bahwa toilet yang berlokasikan dekat Kantin Takor yang dapat dipergunakan oleh umum, kondisi terakhir yaitu sesudah lebaran tepatnya 18 Juli 2016 tampak tidak layak digunakan dan kotor. Hal ini seharusnya diserahkan ke petugas kebersihan Takor yang bertanggungjawab akan fasilitas ini, dan mengapa masih terlihat kotor setelah libur Idul Fitri kemarin karena petugas yang bertanggungjawab masih pulang kampung pasca Idul Fitri.

 

7. Teater Kolam
Rencana mengenai akan dipasangkan atap pada Teater Kolam (Teko) masih belum menemukan titik terang. Wakil Manajer PPF FISIP UI menjelaskan bahwa Teko tidak didesain menggunakan atap dalam pembangunan awalnya. Namun Adkesma BEM FISIP UI 2016 masih akan terus berupaya mengadvokasikannya agar renovasi Teko ini disertai atap.
Dalam segi perbaikan, penyandang dana untuk perbaikan Teko telah melihat dan mengecek langsung keadaan Teko saat ini. Vendor yang akan membangun merupakan vendor yang sama dengan pembangunan Pelataran Fakultas Hukum UI. Kemungkinan besar perbaikkan Teko akan dilakukan tahun ini juga.

 

8. Rencana Pembuatan Gazebo
Dalam perencanaan pembangunan FISIP UI, PPF telah merencanakan dan mendesain pembuatan Gazebo yang nantinya akan dilokasikan di antara belakang Kantin Takoru dan Gedung N2. Pembuatan Gazebo ini nantinya merupakan donasi dari Alumni Mahasiswa angkatan 1985 FISIP UI.

 

9. Plaza FISIP UI
Rencananya pembangunan Plaza FISIP UI akan digarap bulan Agustus ini dengan beberapa fasilitas tambahan seperti colokan listrik yang akan dipasang di berbagai titik. Harapannya, Plaza FISIP UI akan menjadi tempat tongkrongan baru bagi mahasiswa untuk sekedar berkumpul atau menjadi tempat pembelajaran yang nyaman.

 

10. Pembangunan Kembali Gedung C
Gedung C akan direncanakan untuk dibangun kembali pada semester ganjil ini.

 

11. Pembangunan Auditorium Gedung Serba Guna
Dalam menunjang kegiatan akademik maupun non-akademik di FISIP UI, Dekan berencana akan membangun sebuah Auditorium berkapasitas 1000 orang yang akan dilokasikan di sekitar Bukit Teletubbies. Pihak PPF menjelaskan bahwa pembangunan akan dimulai pada tahun ini.

 

12. Perbaikkan Gedung H
Kondisi Gedung H saat ini mengalami kerusakan pada atap atau gentengnya yang sudah rubuh saat semester lalu. Akan ada perbaikan untuk memperbaiki kondisi atap samping yang rubuh. Saat ini pihak PPF telah membuka tender dalam pembangunannya, dan direncanakan akan dibangun kembali pada bulan Oktober. Pembangunan tersebut kemungkinan akan mengganggu perkuliahan pada semester ganjil nanti.

 

13. Pembangunan Musholla FISIP UI
Rencana pembangunan Mushola rupanya akan ditunda tahun ini dan belum bisa diperbaiki, hal ini disebabkan adanya permintaan dari pihak penanggung jawab Mushola yang desain dan pembangunannya di luar kesanggupan PPF sehingga belum bisa dibuat tahun ini.

 

14. Pembangunan Cafe bekas PPAA Lama dan Alae

Ruangan bekas PPAA lama direncanakan akan digunakan menjadi sebuah Cafe yang nantinya menjadi tempat makan yang baru selain Kantin Takor dan Takoru. Saat ini sudah berlangsung pembaharuan ruangan dan penataan cafe.

 

15. Selasar FISIP UI
Selasar rencananya akan diperbaiki kondisinya secara bertahap. Selasar yang diperbaki terutama selasar penghubung Gedung H ke Gedung Komunikasi dan Gedung M yang atapnya berlubang sehingga ketika hujan jalanan tergenang.

 

16. Parkiran Motor
Akan diperbaiki kondisinya namun secara bertahap tidak keseluruhan secara langsung. Yang akan diperbaiki terlebih dahulu ialah perbaikan conblock di parkiran motor. Terkait atap, masih menunggu desain yang cocok dan seperti yang dilansir Wakil Manajer PPF bahwa Dekan menginginkan atap parkiran motor FISIP seperti atap parkiran Fakultas Teknik UI. Pembangunan bertahap parkiran ini menunggu terlebih dahulu pembangunan Gedung H selesai diperbaiki kembali.

 

17. Komputer Perpustakaan MBRC
Komputer yang nantinya akan dipasang di MBRC sebagai penunjang akademik Mahasiswa sudah ada di Pelabuhan barang masuk. Namun masih belum sampai ke tangan pihak PPF dikarenakan komputer-komputer tersebut masih tertahan oleh Bea Cukai dan menunggu surat resmi dari Kedutaan Besar Cina.

 

Demikianlah notula pertemuan ini kami sampaikan. BEM FISIP UI 2016 khususnya Departemen Adkesma akan selalu berusaha mengadvokasikan kepentingan mahasiswa/i FISIP UI demi kebaikan kampus kita. Mari kawal terus aspirasi kita!

, , ,

Tuang Gagasan : FISIP Masuk Desa

“Untuk bisa berbagi tak perlu menunggu sampai Anda berkecukupan, berbagilah mulai sekarang walaupun hanya sebuah senyuman. Karena esensi dari berbagi adalah ketika orang lain merasa bahagia dengan apa yang kita berikan” ― Harly Umboh.

Read more