, , , , ,

SOSMED ADALAH CANDU

SOSMED ADALAH CANDU

Di era konvergensi media ini, media sosial tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Khususnya masyarakat Indonesia di kalangan anak muda. Hal ini ditunjukan dengan tingginya angka penggunal media sosial di Indonesia yang menyentuh angka 130 juta jiwa dan rata rata menghabiskan 3 jam 23 menit dalam sehari unutk mengakses media sosial. Dari angka tersebut, terbagi menjadi beberapa bagian aktivitas di media sosial, dari melihat halaman miliki teman, melihat postingan teman, melihat tayangan microselebrity, dan juga membuat postingan sendiri. Pada tulisan kali ini, fokus pada bagian membuat postingan di media sosial.
Sebelum masuk pembahasan lebih dalam, sebelumnya perlu masuk terlebih dahulu pada konsep yang menyebabkan manusia menggunakan media sosial, yaitu FOMO. Mengutip dari tulisan Andrew Przybylski dalam artikel Telegraph.co.uk FOMO atau Fear Of Missing Out yaitu suatu kondisi dimana merasa takut kehilangan informasi atau pengalaman yang orang lain bisa dapatkan. Fenomena ini yang kemudian mendorong manusia untuk terus memantau perkembangan informasi yang ada di sosial media, baik dari teman temannya, atau dari publik figure di media sosial.

Salah satu wujud ketakutan merasa “tertinggalnya” manusia di media sosial ditunjukan dengan postingan yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya. Dimulai dari posting sesuatu yang sedang “viral” di media sosial, hingga membuat postingan kegiatan sehari hari ke dunia maya. Hal ini yang marak terjadi di kalangan anak muda Indonesia, khususnya yang tinggal di kota besar. Dimana banyak ditemukan cafe atau restoran dengan tampilan menarik, dan diisi oleh sekumpulan anak muda yang sibuk memainkan smartphonenya walaupun sedang berkumpul dengan teman temannya di satu meja. Hal ini menunjukan motivasi mendatangi tempat makan “viral” yaitu agar tidak “tertinggal” dengan orang lain sehingga mengajak temannya untuk mendatangi tempat tersebut.

Selain itu juga, fenomena ini juga terjadi saat ada teman yang berulang tahun. saat ada yang berulang tahun, pasti akan ada kegiatan memberikan kejutan untuk yang sedang berulang tahun. Namun lucunya, momen tersebut tak lagi “sakral” sebab kegiatan memberikan kejutan ulang tahun, kini hanya dijadikan sebagai konten publikasi media sosialnya. Di mana biasanya saat ada yang ulang tahun, ada saja orang yang merekam momen itu dengan smartphone-nya, lalu saat temannya sudah selesai meniup lilin, segerombolan anak muda tersebut mulai membuka media sosialnya dan mengunggah momen tersebut ke dunia maya.

Contoh di atas menunjukkan dimana kondisi pertemanan saat ini, mengarah pada berubahnya teman menjadi konten publikasi media sosial. Di mana fenomena FOMO mendorong manusia untuk terus “terhubung” dengan media sosial, apapun caranya, apapun biayanya walaupun itu teman sendiri. Semoga dengan adanya tulisan ini, mengingatkan kita semua bahwasanya jangan sampai mengubah hubungan pertemanan menjadi konten publikasi saja. Ada hal yang hanya perlu dinikmati saja di dunia nyata tanpa perlu membagikannya di sosial media.

UNTUK BACAAN LEBIH LANJUT: 

Blair, Linda (2017, 4 Maret). “Mind Healing: How to conquer your FOMO (Fear of Missing Out)” Diambil dari The Telegraph: https://www.telegraph.co.uk/health-fitness/body/mind-healing-conquer-fomo-fear-missing/ diakses pada 11 Agustus 2018

Keen, Andrew (2011). The Second Generation of the Internet has arrived and it’s worse than you think’. The digital divide: arguments for and against Facebook, Google, texting, and the age of social networking. Ed. Mark Bauerlein. New York: Jeremy P. Tarcher/Penguin. pp242–249.

Pertiwi, Wahyunanda Kusuma (2018, 1 Maret). “Riset Ungkap Pola Pemakaian Medsos Orang Indonesia” Diambil dari Kompas.com: https://tekno.kompas.com/read/2018/03/01/10340027/riset-ungkap-pola-pemakaian-medsos-orang-indonesia diakses pada 11 Agustus 2018

Siegel, Lee (2008). ‘Being There’. Against the machine : Being human in the age of the electronic mob. New York: Spiegel & Grau. pp 138–156.

, , ,

Krusialnya Kampanye #NoPlasticStraws

Kamu mungkin sudah pernah mendengar mengenai kampanye #NoPlasticStraws baik melalui media sosial atau media lainnya. Jika belum, kampanye #NoPlasticStraws merupakan kampanye yang mendukung pembatasan penggunaan sedotan plastik. Lalu, bukankah itu hanya sampah berukuran kecil?

Menurut data penelitian Divers Clean Action, pemakaian sedotan plastik di Indonesia setiap harinya mencapai 93,2 juta batang atau jika dibentangkan jaraknya sama seperti perjalanan lintas benua Jakarta – Mexico City! Indonesia juga salah satu yang berkontribusi besar dalam sampah plastik dunia, yaitu sebesar 10 persen. Salah satu sampah yang ‘merajalela’ di lautan Indonesia salah satunya adalah sampah plastik. Hal ini dibuktikan dengan rekaman penyelam asal Inggris, Rich Horner, di ‘lautan plastik’ Bali. Oleh karena itu, kampanye #NoPlasticStraws merupakan hal yang penting untuk mengurangi sampah di lautan Indonesia dan dunia.

Kampanye #NoPlasticStraws juga berpengaruh pada lingkungan dalam jangka panjang, terutama lingkungan laut. Mungkin kita hanya memakai sedotan selama 5 menit, namun sedotan tersebut baru akan hancur 400-500 tahun yang akan datang! Jika tidak dihentikan sekarang, maka diprediksi pada tahun 2050 akan lebih banyak plastik di lautan dibanding jumlah ikan. Selain itu 71% burung laut dan 30% kura-kura memiliki plastik dalam makanan mereka dan dapat menghambat pernafasan dan pencernaan mereka bahkan bisa berujung kematian.

Lantas, bagaimana kita menyukseskan #NoPlasticStraws? Langkah pertama tentu saja membuat komitmen pada diri sendiri. Jika masih bisa minum tanpa sedotan plastik, maka minumlah tanpa sedotan plastik. Jika terpaksa menggunakan sedotan plastik, kalian bisa mengumpulkan bekas sedotan kalian untuk didaur ulang menjadi barang yang berguna. Jika komitmen sudah terbentuk, sosialisasikanlah pada masyarakat luas utamanya pada restoran yang masih menggunakan sedotan plastik.

Kamu dapat memberikan pemahaman pada mereka bahwa masih banyak bahan baku lain yang bisa digunakan sebagai sedotan seperti bambu, dan logam. Walaupun lebih mahal dibanding sedotan plastik, namun hal tersebut sebagai wujud dari upaya melindungi lingkungan hidup. Bahkan, saat ini sedang dikembangkan sedotan yang bisa dimakan di Amerika untuk mengurangi sampah sedotan plastik.

Hal terkecil yang kita bisa lakukan sekarang, bisa berarti langkah terbesar di masa yang akan datang. Ayo, wujudkan #NoPlasticStraws!

 

Refrensi:

Langone, Alix. “All The Major Companies That Are Banning Plastic Straws”. Timeinc, 18 Juli 2018. Dikutip dari https://www.google.co.id/amp/amp.timeinc.net/time/money/5333715/starbucks-hyatt-ban-plastic-straws pada 5 Agustus 2018.

Peters, Adele. “After You Finish Your Drink, You Can Eat This New Edible StrawFastCompany, 12 Mei 2017. Dikutip dari https://www.google.co.id/amp/s/amp.fastcompany.com/40502404/after-you-finish-your-drink-you-can-eat-this-new-edible-straw pada 5 Agustus 2018.

Roughneen, Simon. “British diver exposes sea of plastic rubbish off Bali coast”. The Telegraph, 6 Maret 2018. Dikutip dari https://www.google.co.id/amp/s/www.telegraph.co.uk/news/2018/03/06/british-diver-exposes-sea-plastic-rubbish-bali-coast/amp/ pada 5 Agustus 2018.

Tashandra, Nabilla. “Lima Alternatif Pengganti Sedotan Plastik, Mau Coba?”. Kompas, 3 Juli 2018. Dikutip dari https://lifestyle.kompas.com/read/2018/07/03/201521420/lima-alternatif-pengganti-sedotan-plastik-mau-coba pada 5 Agustus 2018.

No Straw Please : The Last Plastic Straw”. Plasticpollutioncoalition. Dikutip dari http://www.plasticpollutioncoalition.org/no-straw-please/ pada 5 Agustus 2018.

“Understanding Plastic Pollution” For A Strawless Ocean. Dikutip dari https://www.strawlessocean.org/ pada 5 Agustus 2018.

 

Liputan Acara Hari Seni Rupa 2018

Jumat, 18 Mei 2018

Rangkaian acara Hari Seni Rupa telah selesai dilaksanakan. Hari Seni rupa merupakan program kerja dari departemen seni budaya BEM FISIP UI 2018 yang berfokus pada pengenalan seni rupa di lingkungan kampus FISIP UI. Tema yang dibawa pada Hari Seni Rupa 2018 adalah ”Interasyik”.

Dalam penyelenggaraan Hari Seni Rupa telah selesai dilaksanakan 4 mata acara. 4 mata acara tersebut antara lain : Nonton Asyik, Sayembara Ide, Kelas Rupa, dan Pameran Karya. Masing-masing mata acara tersebut saling terkait. Dalam penyelenggaraan mata acara yang diadakan, Hari Seni Rupa bekerja sama dengan Komunitas Jakarta32c.

Mata acara pertama diadakan adalah Nonton Asyik. Nonton Asyik diadakan pada tanggal 3 April 2018 di gedung H.301. Pada acara Nonton Asyik diadakan sesi nonton film dan diskusi. Film yang dipilih pada acara nonton asyik adalah “Cutie and the boxer” arahan sutradara Zachary Heinzerling. Film tersebut bercerita tentang bagaimana kehidupan dari pasangan seniman seni rupa yang tetap berkarya ditengah permasalahan yang mereka hadapi. Setelah sesi nonton bersama, diadakan sesi diskusi dengan pembicara dari Jakarta32c yaitu Ahmad Fuadillah dan Viandira Athia dan sebagai moderator Mutiara Choiriyah.

Setelah acara Nonton Asyik diadakan Sayembara Ide. Sayembara Ide adalah pengumpulan ide calon peserta dari Hari Seni Rupa yang dilaksanakan pada rentang waktu 4-11 april 2018. Ide yang dikumpulkan berkaitan dengan tema yang dibawa oleh hari seni rupa yaitu “Interasyik”. Pengumpulan ide dilakukan secara online pada link yang telah diberikan oleh panitia hari seni rupa. Pada Sayembara ide didapatkan peserta berjumlah 17 orang yang selanjutnya akan mengikuti kelas rupa.

Setelah Sayembara Ide, peserta diberikan pengetahuan mengenai seni rupa melalui Kelas Rupa. Kelas Rupa diadakan secara berkala dalam bentuk 3 kelas. Bentuk kelas yang diberikan berupa diskusi dengan materi yang disampaikan oleh Jakarta32c. Pada Kelas Rupa pertama diadakan pada tanggal 16 April 2018 di Gedung H.402 pada pukul 18.00 – 20.30 WIB. Fokus pada Kelas Rupa pertama ialah mengenal tentang seni rupa kontemporer. Kemudian pada tanggal 23 April 2018, dilaksanakan kelas rupa kedua. Kelas Rupa kedua dilaksanakan di Sekretariat Bersama (SEKBER) FISIP UI pada pukul 18.00 – 20.30 WIB. Di Kelas Rupa kedua berfokus pada eksplorasi Medium Seni Rupa. Para peserta diajak untuk berkeliling disekitaran FISIP UI dengan berkelompok. Pada kelas rupa kedua dengan adanya sesi eksplorasi, peserta dapat memilih medium apa yang akan dipilih dalam membuat karya. Kelas Rupa ketiga diadakan pada tanggal 25 April 2018 di Sekretariat Bersama (SEKBER) pada pukul 18.00 – 20.30 WIB. Pada kelas rupa ketiga diadakan presentasi ide karya oleh peserta mengenai karya yang akan mereka buat dan dipamerkan di Pameran Karya Hari Seni Rupa. Setelah selesainya kelas rupa 3, peserta yang telah menentukan karya yang akan dibuat didampingi oleh LO masing-masing. Waktu pengerjaan karya oleh peserta diberikan dalam rentang waktu 19 hari.

Setelah mengikuti serangkaian acara dari sayembara ide hingga kelas rupa, pada tanggal 15 – 18 Mei diadakan Pameran Karya Hari Seni Rupa. Pada pameran tersebut karya-karya peserta yang telah mengikuti serangkaian acara dari Sayembara ide hingga Kelas rupa 3 ditampilkan ke khalayak umum. Tempat Pameran Karya di Perpustakaan Pusat (PERPUSAT) dan dibuka dari jam 11.00 – 17.00 WIB. Pada pameran Hari Seni Rupa terdapat infografis mengenai tema yang dibawa, nama peserta, dan video dari para peserta Hari Seni Rupa. Selama rentang waktu 3 hari pameran, total pengunjung yang datang untuk melihat Pameran Karya Hari Seni Rupa berkisar 823 pengunjung.

Diharapkan dengan adanya Hari Seni Rupa iklim kesenian di lingkungan kampus FISIP UI khususnya seni rupa dapat berkembang dan menjadi awal yang baik dalam usaha mengembangkan bakat seni rupa  Mahasiswa FISIP UI.

#SiapSenangSenang

Penulis : Rivaldo Herman (dengan ubahan oleh Muhamad Rivo Al Fahrezy Mandahiling)

Dokumentasi : Fauzan F, M. Rakyan Farrasani, Ashiva Aulia, Chomsky, Marchi, Muhammad Wildan, dan Syafika Erisa.

Foto-foto Hari Seni Rupa 2018 dapat diakses di Galeri BEM FISIP UI

, , , ,

Liputan Acara FENTURE 2018

Kehidupan pasca kampus merupakan kehidupan yang akan dirasakan oleh setiap mahasiswa setelah lulus nanti. Banyak pilihan yang dapat diambil sebagai kehidupan pasca kampus yang akan dijalani nantinya. Mulai dari melanjutkan studi pascasarjana, bekerja di lembaga pemerintah, instansi swasta, lembaga non pemerintah, dan lain-lain. Namun pada kenyataannya, masih banyak mahasiswa FISIP UI yang merasa belum memiliki pengetahuan cukup mengenai kehidupan pasca kampus. Melihat permasalahan yang ada, Departemen Pengembangan Mahasiswa BEM FISIP UI 2018 merasa perlu untuk menjawab keresahan dan memenuhi kebutuhan mahasiswa FISIP UI terkait kehidupan pasca kampus dengan menghadirkan FENTURE (Finding Out Your Future Career) 2018. FENTURE merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang memfasilitasi mahasiswa FISIP UI untuk lebih memahami kehidupan pasca kampus sehingga dapat lebih matang dalam merencanakan dan merancang kehidupan pasca kampus mereka.

FENTURE (Finding Out Your Future Career) tahun ini membawa tema “Perencanaan Tepat, Karier Hebat”. Dengan membawa tema ini diharapkan acara ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan baru terkait hal-hal apa saja yang harus mereka siapkan untuk menghadapi kehidupan pasca kampus. Dari pengetahuan dan wawasan tersebut, mahasiswa dapat mengambil langkah yang tepat dan menghasilkan ide-ide kreatif untuk mengembangkan kehidupan pasca kampusnya. Di tambah lagi FENTURE tahun ini bekerja sama dengan ILUNI FISIP UI untuk menghadirkan alumni FISIP UI yang telah sukses di bidangnya masing-masing agar dapat berbagi pengalaman, cerita dan juga motivasi bagi mahasiswa yang masih berada di kampus FISIP UI. Sehingga selain memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai kehidupan pasca kampus, FENTURE kali ini juga menjadi wadah silaturahim antara mahasiswa dan alumni FISIP UI.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan Grand Launching yang diadakan pada kamis, 05 April 2018 di Auditorium Gedung Komunikasi FISIP UI. Diresmikan langsung oleh koordinator kemahasiswaan FISIP UI, Bhakti Eko Nugroho, S.Sos., M.A. lalu, dilanjutkan dengan seminar berjudul “Persiapkan Kehidupan Pasca Kampus Dari Sekarang” yang diisi oleh Rizky Ibrahim Isra, Ryan Hasri dan Deka Komanda. Mereka membagikan pengalaman mereka dari bidang yang mereka geluti sekarang dan juga turut memberi kiat-kiat seputar kehidupan pasca kampus kepada mahasiswa yang akan mempersiapkannya.

Setelah Grand Launching, rangkaian kegiatan FENTURE dilanjutkan dengan Workshop Soft skill: CV 101 pada rabu, 11 April 2018 di gedung H.405 FISIP UI yang dibawakan oleh juara CV terbaik MAPRES FISIP UI, Nadia Caroline. Pada sesi ini Nadia Caroline membagikan pengetahuannya mengenai tata cara pembuatan CV yang baik dan menarik agar memudahkan mahasiswa FISIP UI dalam proses melamar pekerjaan, pendaftaran beasiswa, dan lain-lain.

Ngobrolin Masa Depan menjadi kegiatan selanjutnya dari rangkaian kegiatan FENTURE. Ngobrolin Masa Depan dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama adalah Ngobrolin Masa Depan dengan topik obrolan “Rasanya Kerja di Pemerintahan” yang diadakan pada kamis, 19 April 2018 di gedung H.504 FISIP UI. Pada sesi tersebut alumni yang diundang adalah Agustin Dea Prameswari yang merupakan mantan peneliti di KOMNAS Perempuan dan Lucky Kusuma Wardani yang merupakan staf substansi asdep pemenuhan hak anak atas kesehatan dan kesejahteraan Kementrian PPA RI. Sesi Ngobrolin Masa Depan selanjutnya membawa topik “Study Abroad: 101” yang dilaksanakan pada kamis, 26 April 2018 di gedung H.303 FISIP UI. Pada sesi ini alumni yang diundang adalah Lubendik, MIS (ADV) yang merupakan lulusan dari School of Political Science and International Studies, The University of Queensland. Melalui sesi Ngobrolin Masa Depan ini para mahasiswa dapat memberikan pertanyaan seputar topik yang ada dan para alumni memberikan jawaban berdasarkan pengalaman-pengalaman yang telah mereka dapatkan.

Terakhir yaitu Kelas Alumni yang merupakan program kerjasama antara Departemen Pengembangan Mahasiswa BEM FISIP UI 2018 dan Bidang Kerjasama Almamater ILUNI FISIP UI. Kegiatan ini berlangsung selama beberapa kali. Kegiatan ini berbentuk sebuah kelas yang memberikan materi-materi terkait media, non-profit sector, ekonomi kreatif dan kewirausahaan. Kegiatan ini juga turut menjadi penutup dari seluruh rangkaian kegiatan FENTURE.

Dengan diadakannya FENTURE (Finding Out Your Future Career) 2018. Diharapkan mahasiswa FISIP UI tidak lagi kebingungan dalam menentukan langkah yang akan mereka ambil pada kehidupan pasca kampus nantinya dan juga turut memudahkan mereka dalam menggapainya.

* Penulis: Aril Kurniawan (dengan ubahan oleh Zulfi Zuliansyah)

* Dokumentasi: Rayhan Mahendra, Monica Aurellia, Aan Hidayat

Foto-foto FENTURE 2018 dapat diakses di Galeri BEM FISIP UI

, , , , , ,

Fakta Unik Tentang Daur Ulang Sampah

Pada artikel Newsletter FEA kali ini, kami akan membahas mengenai fakta-fakta unik nan menarik mengenai daur ulang dan pengolahan sampah. Tulisan ini akan membahas secara singkat mengenai sejarah daur ulang dan di mana dimulainya daur ulang,

Jarang diketahui bahwa daur ulang dan pengolahan sampah menjadi bagian yang erat dengan manusia dan oleh karena itu, daur ulang dan pengolahan sampah bergerak seiring peradaban manusia pula. Menurut Busch Systems, perusahaan pabrikan asal Kanada yang bergerak di bidang daur ulang, sejarah pengolahan sampah dan daur ulang dapat ditarik lebih dari 2000 tahun yang lalu di mana pada sekitar tahun 500 SM, masyarakat Athena memulai program pemusatan pembuangan sampah. Setelah itu, masyarakat Jepang pada tahun 1013 juga mendaur ulang kertas yang kemudian dijual. Setelahnya, daur ulang dan pengolahan sampah ikut berkembang bersama peradaban manusia dan teknologi yang mendorong berbagai kemajuan, seperti mulai didirikannya pabrikan perusahaan bekas di Philadelphia, mulai berdirinya perusahaan daur ulang, hingga abad ini dimana para ilmuwan juga turut serta mendorong daur ulang dengan ditemukannya plastik yang dapat hancur dengan sendirinya. 

Dari fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa manusia sebenarnya sudah lama mengenal daur ulang dan pengolahan sampah. Namun, isu ini sering kali dilupakan dan dianggap tidak penting karena masyarakat merasa bahwa daur ulang tidak membawa manfaat yang langsung dirasakan dalam kehidupan mereka. Mengenai hal ini, perusahaan pabrikan otomotif Volkswagen mempunyai ide kreatif. Mereka mengubah tempat sampah non organik menjadi semacam video game arcade di mana banyak orang berlomba – lomba mencari botol dan kaleng bekas untuk meraih nilai tertinggi yang dapat ditukarkan dengan uangnya ditransfer ke deposit akun PayPal, TechCash, atau disumbangkan ke Nature Conservacy.

Selain itu, kemudahan teknologi juga memunculkan inovasi – inovasi yang berkaitan dengan daur ulang. Salah satunya adalah inovasi dari Muryani, lulusan SD asal Blitar, yang dinamakan BBM Plast. BBM Plast mampu mengubah sampah plastik menjadi tiga jenis bahan bakar minyak (BBM), yakni Premium, Solar, dan Minyak Tanah melalui penyulingan dengan mesin bernama Destilator. Proses penggunaannya pun cukup mudah. Sampah plastik hanya perlu dipisah mana yang bening dan berwarna, lalu dijemur hingga kering. Setelah itu, baru disuling menggunakan mesin dengan kapasitas 10 kg plastik dan dihasilkanlah 6 liter solar, 2,5 liter premium, dan 1,5 liter minyak tanah. Penemuan ini penting untuk mengurangi sampah plastik di masyarakat dan bahkan untuk memecahkan masalah kelangkaan energi global.

Dari fakta-fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa daur ulang dan pengolahan sampah merupakan hal yang penting dalam masyarakat. Daur ulang penting bagi masyarakat untuk memecahkan masalah di masa depan, seperti masalah ekonomis dan bahkan masalah energi.

UNTUK BACAAN LEBIH LANJUT:

Bradbury, Matt (2017, 20 Mei). “A Brief Timeline of The History of Recycling”. Diambil dari Buschs System: https://www.buschsystems.com/resource-center/page/a-brief-timeline-of-the-history-of-recycling diakses pada 17 Juli 2018.

Galih, Bayu (2011, 10 November). “Teknologi Jadikan Daur Ulang Menyenangkan”. Diambil dari Viva News: https://www.google.co.id/amp/s/m.viva.co.id/amp/digital/263058-teknologi-jadikan-daur-ulang-menyenangkan diakses pada 17 Juli 2018.

Riady, Erliana (2017, 7 November). “Luar Biasa! Lulusan SD Ini Mampu Daur Ulang Plastik Jadi BBM”. Diambil dari Detik com: https://m.detik.com/news/berita-jawa-timur/d-3716059/luar-biasa-lulusan-sd-ini-mampu-daur-ulang-plastik-jadi-bbm diakses pada 17 Juli 2018.

, , ,

Pentingnya Hutan Bakau Bagi Lingkungan Hidup

Hutan bakau atau hutan mangrove merupakan salah satu jenis ekosistem alam berupa hutan yang tumbuh di air payau. Hutan bakau memiliki karakteristik yang unik di mana kondisinya tidak memungkinkan banyak makhluk hidup untuk bisa berkembang akibat pasang surut air laut. Hutan bakau banyak tumbuh di wilayah tropis dan subtropis, tepatnya di daerah muara air sungai dan di pesisir laut dikarenakan lokasi tersebut cocok untuk mendukung pertumbuhan tumbuhan bakau. Sebagai negara kepulauan tropis, hutan bakau berkembang dan tumbuh di banyak daerah di sepanjang pantai Indonesia.

Dengan karakteristik yang unik, hutan bakau memegang beberapa fungsi penting. Pertama, hutan bakau berfungsi untuk mencegah abrasi dan instrusi air laut di pesisir pantai. Hutan bakau juga berperan sebagai habitat berbagai organisme pantai, seperti alga, udang dan kepiting. Telah diketahui bahwa perairan di sekitar hutan mangrove memiliki produktivitas yang tinggi karena serasah mangrove yang diekspor ke perairan di sekitarnya, bahkan memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding ekosistem lainnya. Selain itu hutan bakau juga dapat difungsikan sebagai penyedia sumber daya hayati yang memiliki nilai ekonomis seperti kayu bakau. Hutan bakau sebagai tempat tumbuhnya tanaman bakau dapat menjadi penyerap karbon dioksida untuk mengurangi gas rumah kaca. Terakhir, ekosistem hutan bakau mampu menjadi objek wisata yang menguntungkan warga sekitar.

Seiring dengan berkembangnya aktivitas manusia, keberadaan hutan bakau semakin terancam. Di Indonesia, menurut data dari tahun  2011, 48%hutan bakau dalam kondisi rusak sedang dan 23% terkategori rusak berat. Kondisi ini terjadi akibat kegiatan dan pembangunan oleh manusia di wilayah muara sungai dan pesisir pantai. Pembangunan disini dapat berupa pembangunan lahan pemukiman maupun perluasan wilayah pertanian. Pencemaran air oleh limbah maupun minyak di sekitar pantai juga menjadi salah satu penyebab kerusakan hutan bakau Indonesia.

Dengan menyadari peran penting yang dimiliki oleh hutan bakau, maka diperlukan usaha untuk mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut pada ekosistem tersebut. Peraturan yang ketat untuk melindungi hutan bakau dari pembangunan adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan. Selain itu, pemanfaatan wilayah hutan bakau sebagai area wisata seperti yang ada di wilayah Angke, Jakarta Utara, juga dapat dilakukan. Upaya ini selain dapat melindungi kelestarian hutan bakau juga dapat meningkatkan memperkenalkan pentingnya keberadaan hutan bakau kepada masyarakat.

UNTUK BACAAN LEBIH LANJUT :

Kurniastuti, Nurhenu. Peranan Hutan Mangrove bagi Lingkungan Hidup. Forum Manajemen vol. 06 no. 1. Hal 1-10

Pramudji (2000). Hutan Mangrove di Indonesia: Peranan Permasalahan dan Pengelolaannya. Oseana, vol. XXV, nomor 1. Hal 13-20

71% of Indonesian Mangrove Forests Damaged. Jakarta Post, 7 Agustus  2011. diakses melalui https://web.archive.org/web/20120118061854/http://www.thejakartapost.com/news/2011/08/07/71-indonesian-mangrove-forests-damaged-minister.html (diakses 2 Juli 2018)