, , , ,

Sebuah Sistem Transportasi untuk “Rakyat”

Sebuah Sistem Transportasi untuk “Rakyat”
Jonathan Jordan – Ilmu Hubungan Internasional, 2017

Pada akhir bulan Maret 2018, lagi-lagi rakyat mengeluhkan sistem transportasi publik yang masih penuh dengan kesemrawutan. Akibat pemindahan jalur KRL Duri-Tangerang yang disebabkan upaya mengakomodir KA Bandara, terjadi kesulitan mobilisasi untuk berpindah jalur yang tidak efektif, memakan waktu, dan rawan musibah – terutama eskalator yang sewaktu-waktu bisa mengalami kerusakan. Belum sampai disana, seminggu kemudian PT KCI mengurangi jumlah keberangkatan KRL Duri-Tangerang dan sebaliknya demi mengakomodir kereta bandara. Kebijakan ini tentunya mengundang banyak reaksi negatif dari masyarakat, terutama dari mereka yang sehari-hari menggunakan KRL Duri-Tangerang. Mereka berargumen penumpang KRL yang sangat banyak dibanding penumpang kereta bandara yang sangat sedikit membuat kebijakan yang dikeluarkan ini tidak masuk akal dan memberatkan rakyat biasa, dan mengistimewakan mereka yang “berkelas” saja (rule over the many by the few).

Tanpa bermaksud membandingkan secara negatif, pelayanan dan kebijakan transportasi publik di Jakarta masih kalah jauh dibanding kota-kota besar disekitarnya, misalnya Singapura. Singapura mempunyai penduduk 5,6 juta jiwa, sedangkan Jakarta mempunyai penduduk 10,4 juta jiwa. Oleh karena itu, di atas kertas kita bisa menilai Jakarta perlu pelayanan publik yang lebih baik untuk mengakomodir jumlah penduduk yang banyak. Ketika penulis berkunjung ke Singapura untuk berlibur beberapa tahun lalu, penulis kagum dengan pelayanan publik yang sangat efisien di Negeri Singa ini, khususnya di bidang transportasi. Betapa tidak, kereta Mass Rapid Transit (MRT) yang melayani perjalanan di hampir seluruh bagian Singapura terintegrasi dengan baik dan kereta berangkat setiap lima menit sekali, meskipun jumlah penduduk Singapura tidak terlalu besar. Karena kereta diberangkatkan setiap lima menit sekali, kepadatan penumpang tidak terlalu membludak. Mobilitas untuk pindah jalur di MRT juga mudah, terarah, dan ruangnya luas untuk pejalan kaki. Berbeda dengan KRL Duri-Tangerang yang akibat KA Bandara menjadi berangkat setiap 30 menit sekali. Dengan interval 30 menit sekali, mobilitas yang sulit dan jumlah penduduk yang banyak menjadikan kepadatan penumpang sangat membludak hingga penumpang saling berdorong-dorongan dan berhimpit-himpitan sehingga rawan celaka, terutama untuk ibu hamil dan lansia.

Efektifitas kebijakan publik dan tata ruang kota di dua kota ini memang sangat berbeda. Penulis menilai sayangnya, para pembuat kebijakan di Indonesia sepertinya lebih peduli tentang bagaimana caranya untuk jor-joran dan mempromosikan transportasi modern yang Penulis menilai sayangnya harus mengorbankan rakyat banyak yang menggunakan sistem transportasi yang sudah ada. Keraguan akan tingkat kepercayaan kinerja kebijakan publik di Jakarta sudah tampak ketika muncul rencana membuat KA khusus bandara. Dengan jarak bandara yang dekat dari wilayah perkotaan, mengapa tidak membuat stasiun KRL di bandara saja? Seperti stasiun MRT Bandara Changi yang bisa diakses secara mudah, dan juga murah oleh masyarakat setempat. Jakarta berbeda dengan Moskow, dimana Moskow juga membuat KA khusus bandara namun hal tersebut dapat dimaklumi karena jarak Bandara Domodedovo di Moskow dengan stasiun metro (semacam MRT) terdekat adalah 50 km, sama dengan jarak Jakarta – Bogor, dan juga mereka menggunakan jalur tersendiri yang tidak mengganggu efektifitas masyarakat yang menggunakan kereta metro. Jika Singapura dan Moskow yang secara pembangunan lebih baik dari Jakarta bisa memanfaatkan kebijakan publik secara efisien dan tidak mengorbankan hak masyarakat, tentunya sangat di Penulis menilai sayangkan para pembuat kebijakan di Jakarta lebih mengutamakan sesuatu yang “wah” namun tidak dirasakan sepenuhnya manfaatnya oleh rakyat ketimbang mengutamakan kenyamanan, bahkan keselamatan masyarakat yang ingin menggunakan transportasi secara efisien.

Esai ini ditulis bukan untuk “menyerang” para pembuat kebijakan dan PT KCI, namun penulis ingin memberi masukan dan saran yang bermanfaat demi kepentingan rakyat, karena transportasi adalah untuk kepentingan rakyat. Sila Pancasila kelima dengan jelas menegaskan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Penulis mengapresiasi adanya jasa KRL yang memberi akses cepat bagi masyarakat untuk bepergian denga harga murah. Namun, kebijakan yang diterapkan baru-baru ini membuat banyak masyarakat resah dan mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat dengan transportasi umum. Semoga kedepannya kebijakan publik dan pelayanan masyarakat akan semakin dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat sehingga kita bisa mencapai visi Indonesia yang makmur dan sejahtera.

Esai ini ditulis sebagai karya peserta Sayembara Aksara BEM FISIP UI.

#SayemBaraAksara
#BaraAksara

Narahubung: Saskia (081297985058)

Departemen Kajian dan Aksi Strategis
BEM FISIP UI 2018
Nyalakan Asa, Bangkitkan Karya

, , ,

Liputan Acara Peluncuran Akbar #SATUFISIP

Kamis, 22 Maret 2018

Tahun yang baru maka kepengurusan dan semangat yang baru juga. Diperlukan sebuah acara untuk kita saling mengenal antar pengurus yang baru dan memperkenalkan serta mensosialisasikan elemen-elemen mahasiswa FISIP UI kepada seluruh mahasiswa FISIP UI. Peluncuran Akbar #SATUFISIP merupakan acara yang mempertemukan seluruh elemen-elemen FISIP, seperti komunitas dan lembaga, dengan seluruh mahasiswa FISIP agar mereka bisa mengetahui wadah yang di mana mereka bisa menyalurkan minat dan bakat mereka.

Peluncuran Akbar #SATUFISIP tahun ini membawa tema ‘FISIP Punya Kita’. Dengan membawa tema ini diharapkan acara ini dapat mengenalkan berbagai elemen FISIP UI. Dengan diperkenalkannya berbagai elemen FISIP UI yang ada, diharapkan kesadaran mahasiswa/i FISIP UI untuk berkontribusi dan menumbuhkan kedekatan bersama secara progresif untuk mencapai manfaat yang berkelanjutan sebagai satu kesatuan, yaitu #SATUFISIP. Tidak lupa juga pada tahun, Peluncuran Akbar #SATUFISIP diadakan di Taman Tunas Bangsa, taman yang baru selesai dibangun pada tahun ini. Sekedar fakta, Peluncuran Akbar #SATUFISIP merupakan acara yang diadakan mahasiswa pertama yang berlokasi di Taman Tunas Bangsa, maka selain mengawali acara-acara yang akan diadakan di tahun ini, juga mengawali Taman Tunas Bangsa sebagai lokasi baru untuk berbagai acara atau kegiatan yang akan datang.

Acara dibuka dengan kata sambutan dari Dekan FISIP UI, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc., dan koordinator kemahasiswaan FISIP UI, Bhakti Eko Nugroho, S.Sos., M.A. lalu, dilanjutkan perkenalan dari lembaga-lembaga dan komunitas-komunitas dengan mengenalkan secara singkat tujuan, nilai, program kerja, dan anggota kepengurusan masing-masing. Peluncuran Akbar #SATUFISIP 2018 dimeriahkan dengan makan gratis dan penampilan dari Komunitas Tari FISIP (KTF) Radha Sarisha dan Komunitas Musik FISIP (KMF). Selanjutnya, acara ditutup dengan pernyataan sikap dari IKM FISIP UI tentang pentingnya nilai kehangatan dalam kedekatan #SATUFISIP dan dengan pembakaran obor oleh koordinator kemahasiswaan FISIP UI, Bhakti Eko Nugroho, S.Sos., M.A.

Dengan Peluncuran Akbar #SATUFISIP ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik untuk mengawali setiap langkah mewujudkan setiap mimpi bagi #SATUFISIP.

* Penulis: Chandra Dwi Abdurahman (dengan ubahan oleh Rahardhian Ray)

* Dokumentasi: Zulfi Zuliansyah, Rayhan Mahendra, dan Rifqi Aldrian

Foto-foto Peluncuran Akbar #SATUFISIP 2016 dapat diakses di Galeri BEM FISIP UI 

, , ,

Penggambaran Daerah Kemirimuka

Salah satu situs kerja FISIP Environmental Act (FEA) pada tahun ini adalah daerah Kemirimuka. Kemirimuka adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat. Daerah ini terletak tidak jauh dari Universitas Indonesia. Artikel Newsletter kali ini akan membahas mengenai penggambaran daerah Kemirimuka, baik penggambaran fisik maupun penggambaran demografis.

Daerah Kemirimuka dilintasi oleh salah satu sungai yang bermuara di Teluk Jakarta, yakni Sungai Ciliwung. Daerah Kemirimuka juga daerah yang cukup mudah dijangkau karena dekat dengan jalan – jalan utama kota Depok, utamanya Jalan Margonda Raya, dan juga dekat dari Stasiun KRL Depok Baru. Di Kemirimuka juga terdapat salah satu pusat perbelanjaan yang cukup populer, yakni D’Mall.

Mata Pencaharian

Jumlah Penduduk
Petani 236
Industri Kecil 231
Buruh 9.165
Pedagang 2.195
Karyawan 1.156
PNS 633
TNI/Polri 163
Pensiunan 193
Lainnya 2.703
Jumlah

25.230

http://beji.depok.go.id/profil/kependudukan

Fakta menarik dapat dilihat di Daerah Kemirimuka dibandingkan dengan 4 kelurahan lainnya di Kecamatan Beji. Dikarenakan Daerah Kemirimuka dilintasi Sungai Ciliwung, Kemirimuka menjadi satu – satunya kelurahan di Kecamatan Beji yang terdapat petani di dalamnya. Hal itu tidak terlepas dari tersedianya sarana irigasi dari Sungai Ciliwung.

Namun, Daerah Kemirimuka tidak terlepas dari berbagai permasalahan lingkungan yang terjadi. Permasalahan lingkungan yang paling sering terjadi melanda daerah Kemirimuka adalah banjir. Banjir di Kemirimuka disebabkan oleh banyak hal, seperti tata guna lahan yang kurang tepat, kesadaran masyarakat akan kebersihan yang masih rendah, hingga pendangkalan sungai. Ingin tahu mengenai pembahasan masalah lingkungan di Kemirimuka ? Tunggu artikel Newsletter kami berikutnya yang akan secara spesifik membahas permasalahan lingkungan di Kemirimuka.

Bank Sampah: Cara Depok Mengatasi Penumpukan Sampah

Kota Depok selama beberapa tahun terakhir telah membangun ratusan bank sampah di seluruh wilayahnya. Pembangunan tersebut dilancarkan dalam mendukung program zero waste city yang diusung Pemkot Depok.

Dilansir dari SINDOnews (7/5), Pemkot Depok telah berhasil membangun 483 bank sampah. Demi menjamin efektivitas, jumlah bank sampah pun akan ditambah dan ditargetkan untuk mencapai angka 600 titik pada akhir tahun 2017.

 

Akibat Krisis TPA Cipayung

Target tinggi yang dicanangkan Pemkot Depok tersebut tentu bukan tanpa alasan. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, dilaporkan tengah berada dalam kondisi kritis. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Eti Suryati, melaporkan melalui Tempo (6/1) bahwa TPA Cipayung sudah mengalami overload.

Kondisi TPA Cipayung yang memprihatinkan disebabkan oleh penumpukan sampah yang sudah tidak ideal. Eti Suryati melalui Tempo.co (6/1) mengungkapkan bahwa TPA Cipayung menerima 700 hingga 750 ton sampah perhari. Tumpukan sampah yang ditampung di TPA tersebut pun telah mencapai 33 meter. Akibatnya, TPA Cipayung pun mengalami amblas dan pada akhirnya menyumbat aliran Kali Pesanggrahan, lapor Pikiran Rakyat (8/3).

 

Bank Sampah Sebagai Solusi

Kondisi kritis TPA Cipayung tentu mendesak Pemkot Depok untuk bertindak. Jumlah bank sampah yang tersedia saat ini hanya dapat mengurangi jumlah sampah sebanyak lima hingga sepuluh persen, tutur Siti Hasanah, Lurah Kalibaru, Depok, kepada Republika (17/3). Oleh karena itu, Pemkot Depok pun menargetkan pembangunan 895 bank sampah hingga tahun 2020.

Tingginya target Pemkot Depok dalam membangun bank sampah seharusnya mendapat dukungan penuh dari warga. Selain adanya perbaikan terhadap kualitas lingkungan hidup, warga pun dapat meraup keuntungan materiil dari keberadaan bank sampah. Kecamatan Tapos, Depok, merupakan salah satu kecamatan yang berhasil memberdayakan bank sampahnya dengan baik.

 

Pemkot Depok melaporkan bahwa Kecamatan Tapos telah berhasil meraup keuntungan sebesar Rp. 14 juta perbulan. Keuntungan tersebut didapatkan dari pengumpulan sampah selama sebulan yang dapat mencapai 12 ton. Ketua Komunitas Bank Sampah Tapos, Raihatul Jannah, menuturkan bahwa keuntungan tersebut dapat membantu pereknomian warga, meskipun jumlahnya masih fluktuatif.

SUMBER

“Bank Sampah Tapos Mampu Hasilkan 14 Juta Rupiah Perbulan.” Portal Resmi Pemerintah Kota Depok, 8 September 2015, http://www.depok.go.id/08/09/2015/10-ekonomi-kota-depok/bank-sampah-tapos-mampu-hasilkan-14-juta-rupiah-perbulan. Diakses pada 26 Juli 2017.

Arifianto, Bambang. “TPA Cipayung Ambles di Sejumlah Titik.” Pikiran Rakyat, 8 Maret 2017, http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2017/03/08/tpa-cipayung-ambles-di-sejumlah-titik-395634. Diakses pada 26 Juli 2017.

Hamdi, Imam. “Krisis Sampah di Depok, TPA Cipayung Hanya untuk 6 Bulan.” Tempo, 6 Januari 2017, https://m.tempo.co/read/news/2017/01/06/083833366/krisis-sampah-di-depok-tpa-cipayung-hanya-untuk-6-bulan. Diakses pada 26 Juli 2017.

Nursalikah, Ani dan Rusdy Nurdiansyah. “Bank Sampah Efektif Kurangi Volume Sampah di Depok.” Republika, 17 Maret 2017, http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/ jabodetabek-nasional/17/03/17/omyco6366-bank-sampah-efektif-kurangi-volume-sampah-di-depok. Diakses pada 26 Juli 2017.

Purnama, R. Ratna. “Pemkot Depok Targetkan 600 Bank Sampah hingga Akhir 2017.” SINDOnews, 7 Mei 2017, https://metro.sindonews.com/read/1203303/171/pemkot-depok-targetkan-600-bank-sampah-hingga-akhir-2017-1494175787. Diakses pada 26 Juli 2017.

 

,

Notula Pertemuan dengan Wakil Manajer Bidang PPF FISIP UI #KawalAspirasiKita

199935

Pada Senin, 3 Oktober 2016, Departemen Adkesma (Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa) BEM FISIP UI menemui Wakil Manajer Bidang Pengelolaan dan Pemeliharaan Fakultas (PPF)  FISIP UI, Drs. Dadang Sudiadi, M.Si., di gedung F FISIP UI. Pertemuan tersebut digagas oleh Departemen Adkesma BEM FISIP UI untuk follow-up pembangunan fasilitas FISIP UI dan  memberikan apresiasi kepada Wakil Manajer Bidang PPF FISIP UI terkait pembangunan fasilitas FISIP UI yang telah rampung dikerjakan. Pertemuan tersebut juga merupakan kelanjutan dari pertemuan dengan Wakil Manajer Bidang PPF FISIP UI  yang telah dilaksanakan oleh Departemen Adkesma BEM FISIP UI pada  21 Juni dan 25 Juli 2016.

Dalam pertemuan pada Senin, 3 Oktober 2016 tersebut, Departemen Adkesma BEM FISIP UI telah mengadvokasikan beberapa hal penting mengenai pembangunan fasilitas FISIP UI. Terdapat beberapa poin penting mengenai pembangunan fasilitas FISIP UI yang masih dalam proses pelaksanaan ataupun yang akan dilaksanakan dengan penjelasan sebagai berikut.

  1. Toilet Gedung H dan E

Setelah dilakukan perbaikan selama libur perkuliahan semester genap, toilet perempuan di gedung H lantai satu selesai direnovasi. Untuk toilet laki-laki di lantai satu diusahakan selesai pada minggu pertama bulan Oktober 2016. Pembangunan toilet di lantai atas gedung H akan menyusul.

Mengenai toilet di gedung E, akan dilakukan renovasi pada toilet di lantai dua dan tiga pada tahun 2017 menggunakan rancangan desain yang sama seperti toilet lantai satu gedung H. Wakil Manajer Bidang PPF FISIP UI tidak lupa berpesan kepada mahasiswa FISIP UI untuk memelihara toilet lantai satu gedung E yang sudah direnovasi, dikarenakan pada toilet lantai satu gedung E ditemukan kerusakan pada dinding dan tempat tissue.

  1. Revitalisasi Plaza FISIP UI

Plaza FISIP UI rencananya akan direvitalisasi dengan melakukan perbaikan di taman dan pembangunan untuk beberapa fasilitas. Rencana revitalsasi tersebut  akan mencapai tahap finalisasi design pada minggu pertama Oktober 2016 dalam pertemuan antara Dekan FISIP UI dan Wakil Manajer Bidang PPF FISIP UI. Finalisasi design selanjutnya akan diikuti dengan tahap pencarian vendor. Plaza FISIP UI yang telah direvitalisasi akan berganti nama menjadi “Taman Tunas Bangsa.”

  1. Pembangunan Gedung C

Setelah melewati berbagai tahapan perencanaan, peletakan batu pertama pembangunan gedung C akan dilaksanakan pada Senin, 24 Oktober 2016. Dalam tahap pertama, gedung C akan dibangun empat lantai (dari delapan lantai) terlebih dahulu.

  1. Lapangan Olahraga FISIP UI

Pembangunan lapangan FISIP UI masih dalam tahap pemasangan lampu dan perbaikan beberapa sambungan arus listrik. Pada Jumat, 7 Oktober 2016, ditargetkan lapangan FISIP UI akan menyentuh tahap pengecatan.

www

  1. Lift dan Kanopi Gedung H

Gedung H dinilai mengalami beberapa kerusakan, yaitu pada lift dan kanopi. Karena lift gedung H dinilai mengalami kerusakan, pihak fakultas memutuskan untuk mengganti kabel seling pada lift agar lift dapat digunakan dengan aman. Proses penggantian kabel telah dilakukan pada minggu terakhir September 2016.  Selain lift, kanopi gedung H juga berada pada kondisi tidak memadai. Untuk penggantian kanopi gedung H masih dalam tahap pelelangan.

  1. Departemen Sosiologi

Pemindahan ruang Departemen Sosiologi dari gedung Koentjaraningrat ke gedung F lantai 3 selesai dilaksanakan. Perlu diketahui, pemindahan tersebut dilakukan demi menunjang kegiatan akademis Departemen Sosiologi FISIP UI.

Pemindahan tersebut berdampak pada sekretariat Komunitas Tari FISIP (KTF)  dan Indonesia Model of United Nation (IMUN) yang sebelumnya menempati lantai tiga gedung F. IMUN belum mendapatkan ruang secretariat pengganti, sementara KTF   diharuskan memindahkan kembali barang-barangnya yang semula ditempatkan di gedung H lantai enam.

  1. Teater Kolam dan Taman di Takoru

Pada pertemuan sebelumnya bersama Departemen Adkesma, Wakil Manajer Bidang PPF FISIP UI mengatakan bahwa di antara kantin Taman Korea Baru (Takoru) dan gedung Nusantara 2 akan dibangun sebuah taman dan gazebo. Taman dan gazebo tersebut merupakan sumbangan alumni FISIP UI angkatan 2015. Selain itu, pihak fakultas juga berencana merenovasi Teater Kolam (Teko) serta membangun kolam refleksi di kolam samping Teko. Rencana pembangunan taman dan Teko, hingga pada pertemuan di tanggal 3 Oktober 2016, belum menemukan keputusan pasti mengenai kapan pembangunan dimulai.

  1. Pembangunan Auditorium di Taman Teletubies

Pada pertemuan sebelumnya bersama Departemen Adkesma, Wakil Manajer Bidang PPF FISIP UI telah menyatakan bahwa Dekan berencana membangun auditorium berpakasitas seribu orang. Auditorium tersebut akan ditempatkan di Taman Teletubies. Design auditorium tersebut telah ditetapkan dan pembangunannya akan dimulai pada November 2016. Kemungkinan, parkiran N2 dan Taman Teletubies akan dihilangkan akibat pembangunan auditorium ini.

  1. Pemasangan Rambu-rambu

FISIP UI telah memasang beberapa rambu peringatan yang dapat dilihat di sekitar area gedung A dan parkiran motor, seperti larangan membawa hewan peliharaan, d.l.l. Pemasangan rambu berfungsi untuk meningkatkan ketertiban di lingkungan FISIP UI.

  1. Kursi Gedung E Lantai Tiga

Menanggapi keluhan mahasiswa FISIP UI terkait kursi kayu di salah satu ruang kelas di gedung E lantai tiga, pihak fakultas berencana untuk mengecat kembali kursi kayu tersebut namun tidak menggantinya. Pasalnya, kursi-kursi lama tersebut dinilai lebih kokoh daripada kursi hitam yang biasa dipakai mahasiswa.

Selain itu, pihak fakultas juga telah mengganti dua ratus kursi hitam di ruang-ruang perkuliahan FISIP UI yang dinilai sudah tidak memadai demi menunjang kegiatan akademis.

  1. Toilet MBRC Lantai Dua

Toilet MBRC lantai dua mengalami kerusakan. Pihak fakultas telah berencana untuk memperbaiki toilet tersebut. Konsekuensi dari perbaikan tersebut nantinya adalah terganggunya kegiatan mahasiswa di tongkrongan mahasiswa Kesejahteraan Sosial. Hal itu disebabkan karena aliran air dari perbaikan toilet tersebut akan menetes di tongkrongan yang biasa dipakai mahasiswa Kesejahteraan Sosial.

  1. Komputer Perpustakaan MBRC

Komputer perpustakaan MBRC yang baru telah hadir pada libur semester genap lalu. Dimulai pada perkuliahan semester ganjil, mahasiswa FISIP UI dapat mempergunakan komputer MBRC. Akan tetapi, pemakaian tiap komputer dibatasi selama dua jam untuk tiap mahasiswa. Peraturan tersebut diterapkan agar mahasiswa lain dapat mempergunakan komputer secara bergantian.

Jangan lupa, pembangunan fasilitas harus diikuti dengan perawatan dari mahasiswa itu sendiri. Pihak fakultas juga meminta kemakluman karena dampak dari pembangunan akan mengganggu kegiatan perkuliahan.

Demikianlah notula pertemuan antara Departemen Adkesma BEM FISIP UI dan Wakil Manajer Bidang PPF FISIP UI kami sampaikan. Pengadvokasian hak mahasiswa FISIP UI untuk mendapatkan fasilitas penunjang kegiatan akademis/non-akademis yang memadai merupakan bentuk usaha Departemen Adkesma BEM FISIP UI 2016 demi kebaikan kampus kita sendiri. Lanjutkan semangat #KawalAspirasiKita!