,

Hasil Pertemuan dengan Tim Satuan Pengamanan FISIP

Hasil Pertemuan dengan Tim Satuan Pengamanan FISIP pada hari Rabu (06/04) telah dilaksanakan diskusi antara BEM FISIP UI dengan Tim Satuan Pengamanan (Satpam) FISIP.

Read more

,

Tuang Gagasan: FISIP Masuk Desa 2016

“Sebagai fana, kita tak pernah tahu berapa banyak lagi waktu tersisa untuk bersama. Jadi, mari jalin segalanya sebaik dan seindah yang kita bisa.” – Helvy Tiana Rosa

Butuh waktu berapa lama untuk siap berbagi, FISIP?

Read more

Pernyataan Sikap BEM FISIP UI Terhadap Represi Kebebasan Intelektual dan Berekspresi

Depok, 18 Maret 2016

Pemutaran film dokumenter Pulau Buru Tanah Air Beta di di Goethe-Institut telah dibatalkan (16/3) tepat pukul 12.00 WIB dikarenakan oleh pihak kepolisian yang menginformasikan bahwa terdapat demonstrasi dari suatu ormas yang tidak setuju dengan acara tersebut[1]. Sebelumnya telah terjadi tindakan pelarangan oleh aparat keamanan terhadap kegiatan intelektual dan ekspresi seni dengan mekanisme yang serupa, diantaranya Belok Kiri.Fest[2], Aksi 1 Desember oleh mahasiswa[3], Ubud Writers and Readers Festival 2015[4], Pelarangan Majalah Lentera,[5] dsb.

Sejarah mencatat rangkaian tindak represif oleh aparat keamanan negara sudah menjadi hal yang dianggap normal pada era Orde Baru. Pada rezim Orde Baru, berbagai mekanisme represif berupa pembatasan dan pelarangan terhadap kebebasan untuk mencari, menerima dan memberikan informasi dilakukan dengan dalih menjaga stabilitas politik. Tindakan represif yang dimaksud di atas dilaksanakan dalam bentuk, seperti adanya dua belas surat kabar ditutup dan para jurnalis ditahan tanpa persidangan, pembredelan buku-buku tertentu serta pembubaran organisasi. Kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai dengan cita-cita dan nilai-nilai pedoman dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tersebut terbukti bertujuan untuk melanggengkan penyalahgunaan kekuasaan pada rezim Orde Baru.

Dari kejadian tersebut, jelas terjadi bentuk pelanggaran hak warga negara berdasarkan undang-undang atas kebebasan dalam berserikat dan berpendapat. Berdasarkan yang telah tertulis dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 Bab X pasal 28 dan Bab XA pasal 28C ayat 1, dijelaskan bahwa warga negara memiliki kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan serta berhak mengembangkan diri melalui pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya. Tidak hanya itu, tindak represi terhadap kegiatan-kegiatan tersebut juga telah melanggar  Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik dalam pasal 19 ayat 2 mengenai kebebasan untuk menyatakan pendapat; termasuk kebebasan untuk mencari, menerima dan memberikan informasi dan pemikiran apapun, terlepas dari pembatasan-pembatasan secara lisan, tertulis, atau dalam bentuk cetakan, karya seni atau melalui media lain sesuai dengan pilihannya. Hal ini jelas menggambarkan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan oleh negara terhadap warganya—dalam hal ini aparat kepolisian yang seharusnya melayani, melindungi, dan mengayomi warga negara.

Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan potensi penyalahgunaan kekuasaan berdasarkan preseden rezim Orde Baru, BEM FISIP UI menyatakan beberapa poin pernyataan sikap terkait hak berpendapat, berserikat, dan berkumpul, sebagai berikut:

  1. Kami menolak segala bentuk tindakan represif dalam bentuk apapun dan dari pihak  manapun terhadap hak kebebasan intelektual warga negara Indonesia.
  2. Kami menolak tindakan represif dalam bentuk apapun dan dari pihak manapun terhadap hak kebebasan berkarya dan berekspresi warga negara Indonesia.
  3. Kami menolak segala kebijakan represif yang berpotensi menyokong penyalahgunaan kekuasaan oleh rezim yang sedang berlaku berdasarkan preseden rezim Orde Baru.
  4. Kami menuntut komitmen negara untuk melindungi hak kebebasan intelektual, berkarya, dan berekspresi bagi warga negara Indonesia.

Demikian penyataan sikap BEM FISIP UI yang disampaikan dengan sebaik-baiknya.

###

Untuk informasi selanjutnya dapat menghubungi narahubung:

Abhista Ekaprameswari Shabila
Staf Departemen Kajian dan Aksi Strategis
BEM FISIP UI 2016
No. HP/ ID Line: 081905805151 /shasabil


[1] Puput Tripeni Juniman ,”Kronologi Pembatalan Pemutaran Film Pulau Buru di Goethejudul”, diakses dari http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160317084458-20-117960/kronologi-pembatalan-pemutaran-film-pulau-buru-di-goethe/, pada tanggal 18 Maret pukul 16.41

[2]  “Festival Belok Kiri Dilarang Ini Kronologinya”,diakses dari https://m.tempo.co/read/news/2016/02/27/083748759/festival-belok-kiri-dilarang-ini-kronologinya pada tanggal 18 Maret pukul 16.41

[3] Arny Christika Putri ,“Polisi Bubar Paksa Ratusan Orang Papua yang Gelar Aksi 1 Desember”, diakses dari http://m.liputan6.com/photo/news/polisi-bubar-paksa-ratusan-orang-papua-yang-gelar-aksi-1-desember-2379106 pada tanggal 18 Maret pukul 16.41

[4] “’Ditekan aparat’, Festival UWRF Ubud batalkan acara terkait kasus 1965”, diakses dari  http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/10/151023_indonesia_ubud_larangan_acara65 pada tanggal 18 Maret pukul 16.41

[5] “Majalah Lentera Dilarang Ini Tuntutan Ke Komnas HAM” diakses dari http://nasional.tempo.co/read/news/2015/10/22/063712154/majalah-lentera-dilarang-ini-tuntutan-ke-komnas-ham pada tanggal 18 Maret pukul 16.41

,

Tuang Gagasan: Peluncuran Akbar #SATUFISIP 2016

FISIP saat ini dapat diibaratkan sebagai wadah yang sangat besar. Luas dan mampu menampung banyak hal. Namun, para pengisi wadah tersebut lupa atau bahkan tidak sadar bahwa mereka punya hak untuk menggunakan dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah disediakan dan diberikan oleh FISIP baik dari segi fasilitas maupun partisipasi. Masih banyak mahasiswa yang belum sadar akan betapa pentingnya peran mereka untuk menghidupkan FISIP, untuk kembali menjadikan FISIP sebagai rumah, bukan hanya tempat singgah. Masih banyak yang belum merasa bahwa FISIP adalah tempat yang nyaman, tempat di mana kita bisa melakukan banyak hal, tempat kita bisa berekspresi, dan tempat di mana kita bisa menjadi diri sendiri.

Peluncuran Akbar adalah acara awal tahun yang menjadi akses untuk mengenalkan beberapa elemen yang ada di FISIP yang bisa memberikan kemudahan untuk mengisi Ruang Publik yang ada. Acara Peluncuran Akbar akan diadakan pada hari Senin tanggal 21 Maret 2016, bertempat di Selasar PAU. Acara ini adalah acara awal tahun kepengurusan lembaga-lembaga di FISIP UI. Di tahun 2016 ini, Peluncuran Akbar mempertahankan konsep Peluncuran Akbar #SATUFISIP, dimana mata acara inti adalah memperkenalkan 13 lembaga yang ada di FISIP, juga memperkenalkan berbagai komunitas yang ada di FISIP. Tahun ini kami mencoba untuk mengangkat kembali “FISIP RUMAH KITA” dengan kemasan yang baru dengan mengartikan “Rumah” itu sendiri dengan suasana yang akan kami gambarkan di acara ini. Dengan mengangkat tema “Pesta Rakyat FISIP”, tujuan yang kami harapkan adalah terciptanya suasana yang sederhana, dekat, serta menyenangkan baik untuk mahasiswa FISIP sendiri maupun para tamu yang akan datang. Dengan terciptanya suasana tersebut, kami mempunyai mimpi akan masyarakat FISIP yang nantinya sadar dan ingin ikut bersama menghidupkan FISIP. Dengan kondisi FISIP belakangan ini, tema tersebut dirasa sesuai untuk diangkat.

Kami sangat mengharapkan, bahwa dengan adanya Peluncuran Akbar #SATUFISIP 2016 ini dan dengan berbagai mata acara yang akan diberikan nantinya, mahasiswa sadar akan pentingnya peran setiap dari mereka untuk mengisi berbagai ruang yang ada di FISIP tanpa harus menjadi bagian dari apapun, dan dengan timbulnya kesadaran tersebut, kontribusi yang akan diberikan untuk menghidupkan FISIP dan kembali menjadikan FISIP sebagai rumah, akan meningkat.

“Karena FISIP hanya bisa dirasakan, bukan dijelaskan”

Zanira Fachri,
Ketua Pelaksana Peluncuran Akbar #SATUFISIP 2016

,

KILAS BALIK FISIP RUMAH KITA

Rembuk FISIP dan FISIP Bersuara

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) begitu ramai pada paruh pertama lalu dengan adanya kegaduhan yang tercipta akibat kebijakan Pusat Administrasi Fakultas (PAF) yang terkesan satu arah dan menarik perhatian warga FISIP, yakni penetapan jam operasional, kawasan tanpa rokok, pencabutan stop kontak di tongkrongan jurusan, pelatihan satpam, dan aturan berpakaian. Seluruh kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang membuat warga FISIP UI bertanya-tanya apakah sesungguhnya mereka dianggap sebagai bagian dari FISIP UI atau bukan. Pada hakekatnya, FISIP UI diisi oleh sekumpulan orang yang terdiri dari berbagai elemen yang mengisinya, mulai dari PAF, dosen, karyawan, petugas kebersihan, petugas keamanan dan mahasiswa. Sebaik-baiknya niat yang dimiliki oleh PAF dalam membangun FISIP yang sering disebut rumah bagi penghuninya, tentunya harus dikomunikasikan kepada elemen-elemen yang mengisi rumah tersebut.

Ketika aturan berpakaian disosialisasikan melalui standing banner di salah satu sudut di kantin Takor, kegundahan warga FISIP UI sudah mencapai batasnya. Diskusi mengenai fenomena apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam rumah, mulai muncul di sudut tongkrongan dan dalam grup percakapan online. Berangkat dari hal ini, Forum Lembaga Mahasiswa (FORBAMA) berinisiatif mengadakan rapat untuk membahas masalah tersebut. Dalam forum tersebut, disepakati untuk segera membuat rembuk yang dinamakan Rembuk FISIP.

Rembuk FISIP dilakukan di Sekretariat Bersama FISIP UI dan dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai latar belakang, baik perwakilan lembaga ataupun individu. Masalah utama yang disepakati di forum tersebut adalah alur komunikasi antara PAF dengan elemen lain yang menghuni FISIP UI, terkesan satu arah. Kemudian disepakati bersama bahwa alur komunikasi tersebut harus segera diperbaiki. Eskalasi isu harus ditingkatkan melalui gambar sindiran yang sifatnya jenaka, puisi, dan surat terbuka kepada PAF. Bersamaan dengan itu, dibuat petisi untuk mendorong PAF agar membuka ruang dialog dengan mahasiswa. Gerakan ini kemudian disebut sebagai FISIP Bersuara. FISIP Bersuara merupakan gerakan dari mahasiswa FISIP UI tanpa membawa latar belakang lembaga ataupun FORBAMA.

FISIP Bersuara disadari oleh pihak PAF, sehingga PAF segera membuat rapat dengan FORBAMA. Pada kesempatan tersebut, FORBAMA memberikan petisi yang telah ditandatangani oleh ratusan mahasiswa dari seluruh jurusan yang ada di FISIP UI. PAF akhirnya menyetujui untuk mengadakan forum dialog terbuka dengan mahasiswa. Mengutip pernyataan Abdel, perwakilan Majelis Wali Amanah Unsur Mahasiswa, hal ini merupakan sejarah di lingkup Universitas Indonesia sebab menjadi yang  pertama terdapat forum dialog terbuka antarelemen di fakultas.

Pada hari pelaksanaan forum dialog, ratusan mahasiswa  berkumpul di Plaza FISIP UI untuk menyampaikan aspirasi dan mendengar penjelasan dari PAF atas kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya. Durasi waktu yang sempit membuat forum ini belum menghasilkan solusi sebab PAF dan mahasiswa belum sampai ke tataran pembahasan solusi yang dapat menguntungkan semua pihak. Oleh sebab itu, pihak-pihak tersebut sepakat untuk mengadakan forum kedua.

Untitled-6

Mahasiswa berhasil menyampaikan beberapa rekomendasi kepada PAF pada forum dialog kedua, dengan harapan agar kedepannya permasalahan seperti ini tidak terulang kembali. Inti dari rekomendasi tersebut adalah keterlibatan mahasiswa dan elemen-elemen lain di FISIP dalam setiap pembuatan kebijakan yang bersinggungan dengan kepentingan bersama. Selain itu mahasiswa meminta PAF, khususnya Dekan FISIP UI, agar komunikasi lebih mudah dilakukan. Rekomendasi ini diterima oleh PAF  dan mengakhiri komunikasi yang kaku antarelemen.

Pada paruh pertama, BEM FISIP UI hanya sekali mendapat kesempatan untuk bertemu dan berbicara secara langsung dengan Dekan. Pertemuan itu berlangsung di ruang rapat Jusuf Kalla. Diskusi dalam pertemuan tersebut didominasi oleh Dekan, yakni usaha beliau untuk menyampaikan gagasan pembangunan yang akan dilakukan selama periode kepengurusannya. Belum ada kesempatan bagi kami secara bebas menyampaikan aspirasi dari mahasiswa FISIP UI kepada PAF.

Setelah FISIP Bersuara, tepatnya setelah masa libur Idul Fitri, kami memberanikan diri untuk menghubungi Dekan dengan maksud menjalin keakraban dengan beliau. Dekan lalu menerima permintaan kami dan menyambut kami dengan hangat. Pada momen ini Dekan kembali bercerita mengenai suka duka selama satu setengah tahun mengurus FISIP UI. Mulai muncul ketakutan bahwa forum ini akan bernasib sama dengan forum di ruang rapat Jusuf Kalla sebelumnya yakni terbatasnya ruang bicara kami. Prasangka ini tidak terbukti, karena kami diberikan cukup waktu untuk menyampaikan aspirasi kami kepada beliau. Tidak hanya diforum tersebut, melainkan forum-forum yang berlangsung berikutnya.

Beberapa aspirasi yang kami sampaikan meliputi:

1.Perbaikan Lapangan FISIP UI.

Kami menagih janji Dekan yang hendak memperbaiki lapangan FISIP UI dengan memaparkan kondisi komunitas yang seringkali harus berlatih di lapangan fakultas lain yang ada di dalam area UI atau bahkan di luar area UI. Padahal FISIP UI merupakan fakultas yang paling sering menjuarai Olimpiade UI, yakni sebanyak 9 kali. Dekan sepakat dan meminta jajaran yang ada dibawahnya untuk mempercepat gigi kerjanya, agar pembangunan benar-benar dapat mulai berjalan pada tahun 2015. Pembangunan sedang dalam proses, dan akan terdapat dua lapangan. Lapangan pertama untuk futsal dan basket dan lapangan kedua untuk bulutangkis dan voli.

Lapangan Olahraga FISIP UI sedang dalam tahap renovasi

Lapangan Olahraga FISIP UI sedang dalam tahap renovasi

Dinding kawat sudah dilepaskan

Dinding kawat sudah dilepas.

Dinding kawat sudah dilepaskan

Dinding kawat sudah dilepas.

Sedang dilakukan perluasan lapangan FISIP

Sedang dilakukan perluasan lapangan FISIP.

2. Malam Apresiasi SATUFISIP, Malam Apresiasi Kontingen FISIP UI.

Kami percaya bahwa FISIP UI merupakan fakultas yang patut diapresiasi sebab diisi oleh mahasiswa yang aktif berkarya dan berprestasi. Dalam sejarahnya, FISIP UI selalu diperhitungkan dalam lomba kemahasiswaan tingkat UI. Kami meminta PAF agar dapat memberikan apresiasi bagi para kontingen yang telah berjuang demi kebesaran makara jingga, paling sedikit adalah dengan memberikan sertifikat kepada para kontingen. Dekan setuju dengan pengajuan ini dan menambahkan untuk membuat acara Malam Apresiasi, yakni acara jamuan makan malam untuk para kontingen. Jamuan tersebut akhirnya dapat diwujudkan di Faculty Integrated Club.

3.Ruang Kegiatan Mahasiswa.

FISIP UI memiliki 13 lembaga kemahasiswaan dan puluhan komunitas. Akan tetapi FISIP UI belum dapat memberikan fasilitas ruang kerja kemahasiswaan kepada lembaga dan komunitas tersebut. Belum lagi ruang kelas yang tidak selalu tersedia dan dapat dipakai oleh lembaga dan komunitas. Oleh sebab itu diperlukan lebih banyak ruang kerja kemahasiswaan kedepannya untuk mewadahi kegiatan mahasiswa. Dekan setuju dan meminta pembangunan sudah harus dimulai pada tahun 2015. PAF telah melakukan renovasi gedung Yong Ma lantai 2.

Gedung Yong Ma sedang dalam tahap renovasi.

4. Pembuatan Tiang Publikasi.

Kami sepakat bahwa publikasi seperti baliho dan  spanduk kegiatan kemahasiswaan di FISIP UI seringkali tidak rapi dan terkesan justru mengotori lingkungan FISIP UI. Kami memberikan rekomendasi bagi PAF untuk membuat tiang publikasi di beberapa tempat strategis, namun mahasiswa hanya dapat memasang baliho dan spanduk kegiatan kemahasiswaan pada tempat yang akan disediakan. Dekan pun setuju dengan rekomendasi tersebut. Tiang publikasi telah selesai dibangun. Kita dapat melihat tiang publikasi di samping kantin Takoru dan pintu masuk FISIP dari arah perpustakaan pusat.

Tiang publikasi untuk spanduk dan baliho di samping Gedung Komunikasi.

Tiang publikasi untuk spanduk dan baliho di samping Gedung Komunikasi.

Tiang publikasi untuk spanduk dan baliho di area FISIP bagian belakang.

Tiang publikasi untuk spanduk dan baliho di area FISIP bagian belakang.

5. Pembangunan student area FISIP UI.

Pada kesehariannya mahasiswa membutuhkan tempat yang nyaman untuk membaca buku, mengakses internet dan melakukan diskusi. Aktivitas mahasiswa FISIP UI tersebut seringkali terhambat karena kurangnya fasilitas penunjang yang diberikan oleh FISIP UI. Tak heran bilamana mahasiswa FISIP UI akhirnya memilih tempat lain untuk mengerjakan tugas perkuliahannya. Kami memberikan rekomendasi kepada pihak fakultas agar menyediakan tempat bagi mahasiswa sehingga mahasiswa dapat dengan mudah melakukan aktivitas kesehariannya. Kemudian Dekan setuju untuk membangun student center karena terdapat dalam rencana kerja PAF yang hendak membuat tempat tersebut di kedua sisi gedung H. Sayangnya sampai saat ini pembangunan ini belum dapat dilakukan.

6.Portal Informasi FISIP UI.

Kami percaya bahwa setiap mahasiswa berhak mendapatkan akses untuk berkomunikasi secara langsung menyampaikan aspirasi, baik berupa saran atau kritik, terhadap PAF. Kami juga percaya bahwa mahasiswa berhak untuk melakukan advokasi kebutuhan sendiri, tanpa harus bergantung terhadap lembaga kemahasiswaan tertentu. Segala kebijakan pembangunan FISIP UI harus ditransparansikan ke mahasiswa agar mahasiswa menjadi tahu dan tidak berprasangka sendiri mengenai apa yang sebenarnya hendak dibangun oleh PAF. Oleh sebab itu kami merekomendasikan adanya Portal Informasi FISIP UI. Dekan setuju dan meminta Humas FISIP UI untuk segera merealisasikan hal tersebut. Namun dari pengamatan terakhir kami, belum ada perkembangan mengenai masalah ini.

7.Kawasan Merokok Sementara.

Kami mendukung pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok, akan tetapi PAF tetap harus menyediakan tempat yang layak bagi para perokok aktif. Dekan FISIP UI sepakat dengan ide ini, kemudian disepakati bahwa Takor merupakan area merokok sementara bagi perokok aktif, sampai PAF dapat menyediakan fasilitas bagi para perokok aktif tersebut.

Kolaborasi Karya Kita

Bukan sekedar menjadi tagline, melainkan menjadi semangat yang selalu kami bawa di dalam organisasi ini, BEM FISIP UI 2015. Jika ada yang bertanya, siapa yang bertanggung jawab untuk menjaga “rumah kita”? Dengan lantang kami, sebagai BEM FISIP UI, akan berkata bahwa kami merupakan salah satu pihak yang bertanggung jawab. Tetapi kami bukan satu-satunya yang bertanggung jawab terhadap rumah ini. Bagi kami, terlalu sulit untuk melakukan ini sendirian, terlalu sulit membangun dan menjaga rumah ini jika hanya mengandalkan satu atau dua pihak. Karena kami percaya jika tugas untuk menjaga, merawat, dan menghidupi rumah ini adalah tugas dan tanggungjawab dari setiap elemen yang ada di FISIP UI. Bagi kami juga, setiap elemen yang ada di FISIP UI memiliki peran, fungsi, dan caranya masing-masing dalam berkontribusi untuk FISIP UI, dan seluruh pencapaian yang berhasil kita raih di tahun ini adalah bukti nyata dari hasil kolaborasi kita semua, SATUFISIP, dengan tugasnya untuk menjaga, merawat, dan menghidupi FISIP UI.

Semoga semangat ini dapat terus hidup dan menular seperti virus yang akan menjangkiti setiap jiwa yang mengisi rumah ini, hingga berkolaborasi dan berkarya bersama menjadi sebuah kebiasaan yang senantiasa mengisi kehidupan sehari-hari kita, dan ketika waktu itu tiba maka tidak akan ada lagi masalah yang terasa berat untuk dihadapi dan diselesaikan. Karena akan selalu ada orang-orang yang siap menjaga, merawat, dan menghidupi rumah ini, dan orang-orang itu adalah kita semua.

Pada akhirnya kami mau mengucapkan terima kasih kepada FISIP dan seluruh elemen di dalamnya, untuk cerita yang digoreskan bersama pada tahun ini, untuk segala keringat yang tercurah, untuk segala sukacita yang kita ciptakan bersama.

Terima kasih atas kontribusi dalam menciptakan FISIP UI yang kolaboratif dan kontributif.

Salam Kolaborasi Karya Kita!

, , ,

Tuang Gagasan: FISIPRESIASI 2015

Di penghujung tahun 2015 segala tekad dan keringat sudah kita lewati dengan penuh jatuh bangun, Selama satu tahun kebelakang, hari demi hari menjadi romansa di kampus tercinta, FISIP UI. Anak FISIP dengan segala kesibukannya terus menawarkan segudang cerita yang digoreskan oleh orang – orang ikhlas.  terkhususnya para kontingen dan lembaga FISIP UI. Mereka adalah orang – orang ikhlas yang terus berjuang demi menghasilkan karya teruntuk kebanggaan #SATUFISIP.

Namun, sayang sungguh disayang, tidak banyak anak FISIP sadar dan mengetahui usaha – usaha dari orang – orang ikhlas ini. Bagaimana proses keberlangsungannya dan apa saja usaha-usaha terbaik yang telah diberikan untuk membesarkan nama FISIP UI. Karena untuk mengapresiasi, kita harus terlebih dahulu mengetahui usaha – usaha yang ada untuk diapresiasi dan membagi kebahagiaan tersebut. Hal inilah, yang mendasari Bidang Hubungan Masyarakat BEM FISIP UI 2015 mengadakan kembali FISIPRESIASI di tahun 2015.

Kebersamaan sebagai keluarga dibawah naungan satu rumah, yaitu FISIP memang memberikan cerita bagi masing – masing kita. Cerita akan tawa dan tangis perjuangan selama setahun yang menjadi bahan obrolan bersama, seakan – akan kita adalah satu kesatuan yang memiliki hubungan darah dengan satu sama lain. Menganggap saudara padahal tidak memiliki ikatan biologis apapun. Inilah alasan yang membuat FISIPRESIASI 2015 mengangkat tema kinfolk, yang merupakan kata lain dari kerabat fiktif. Rasa kekeluargaan yang ingin dicapai oleh FISIPRESIASI 2015 juga tertuang dalam taglinenya yaitu, “Semangat Genggam Apresiasi”.

FISIPRESIASI 2015 memiliki dua rangkaian pra-acara, satu malam puncak, dan satu  Kaleidoskop FISIP UI 2015. Pra acaranya sendiri ada Galeri Apresiasi dan Museum FISIP. Galeri Apresiasi sudah berlangsung dari tanggal 23 November – 27 November 2015. Lalu, Museum FISIP, yang berisikan sejarah – sejarah FISIP dan fakta menarik FISIP, akan berlangsung selama 3 hari dari 7 Desember – 8 Desember 2015 di Selasar Gedung C. Semua rangkaian acara ini akan berakhir di Malam Puncak FISIPRESIASI 2015 pada hari Kamis,10 Desember 2015 bertempat di Lapangan Psikologi, Universitas Indonesia. Akan ada penampilan atau pemutaran kembali kontingen FISIP di UI Art War, mulai dari Stand up Comedy, puisi, teater, tari, film, band, vokal grup, dan solo vokal. Selain itu, karya kontingen F4UIAW yang berupa foto, mural, dan lukisan akan dipajang juga. Tidak hanya itu, FISIPRESIASI turut dimeriahkan oleh TigaPagi, Feast, dan Syncopation. Malam Puncak FISIPRESIASI 2015 dibuka untuk umum dan terdapat makanan gratis yang disajikan untuk para pengunjung.

Terdapat satu hal penting yang merupakan hal baru di FISIPRESIASI, yaitu Kaleidoskop FISIP UI 2015. Kaleidoskop FISIP UI 2015 adalah bentuk apresiasi terhadap segala karya, kontribusi dan prestasi mahasiswa FISIP UI. Dengan konten berupa sejarah, rangkuman kegiatan  FISIP selama tahun 2015 dan pandangan masyarakat mengenai FISIP bagi diri mereka. Lebih konkretnya, akan ada Antologi Perjalanan dari Ketua Lembaga, program kerja lembaga, dan pandangan dari anak FISIP. Selain itu, untuk menjaga nilai sejarah agar anak FISIP tidak menjadi masyarakat yang ahistoris, Kaleidoskop FISIP UI 2015 juga akan mengungkap Sejarah #SATUFISIP dan Kaos “Gue Anak FISIP”.

 Semua rangkaian acara FISIPRESIASI 2015, akan menjadi penutup masa kepengurusan lembaga dan juga ajang untuk menutup buku. Ada satu kutipan bagus dari John F. Kennedy,

“Ketika kita bersyukur, kita harus ingat bahwa apresiasi tertinggi adalah bukan sekedar kata-kata, tapi hidup dengan rasa syukur itu.”

Maka, mari datang ke Malam Puncak FISIPRESIASI 2015 dan bersama – sama bersyukur atas pencapaian luar biasa FISIP pada tahun 2015 ini. Karena cara termudah untuk mengapresiasi yaitu hadir dan ikut merayakan bersama kegembiraan yang ada. Menjadikan segala perjuangan dan perjalanan menjadi milik bersama. Bersama-sama mengapresiasi satu sama lain dalam rasa syukur dan sukacita, sebagai satu keluarga, FISIP UI.

Baptista Ezra Dwi Suryananda, Ketua Pelaksana FISIPRESIASI 2015