,

Tuang Gagasan: FISIP Masuk Desa 2016

“Sebagai fana, kita tak pernah tahu berapa banyak lagi waktu tersisa untuk bersama. Jadi, mari jalin segalanya sebaik dan seindah yang kita bisa.” – Helvy Tiana Rosa

Butuh waktu berapa lama untuk siap berbagi, FISIP?


Mahasiswa bukanlah menara gading, melainkan makhluk sosial yang hidup bermasyarakat. Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengupayakan usaha terbaiknya melalui karya dan pemikiran kritis demi kemajuan Indonesia. Memperbaiki Tanah Air bukanlah suatu hal yang mustahil, cukup dimulai dengan aksi nyata. Mengutip salah satu pepatah, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit, tak perlu menunggu sampai Anda berkecukupan, berbagilah mulai dari sekarang walaupun hanya sebuah senyuman.

Namun, sangat disayangkan, sebagai mahasiswa yang mengedepankan ilmu sosial dan ilmu politik, tidak banyak mahasiswa FISIP yang secara langsung merealisasikan ilmunya pada masyarakat. Hal inilah yang mendasari Departemen Sosial Masyarakat BEM FISIP UI 2016 untuk mengadakan kembali FISIP Masuk Desa (FMD) di tahun 2016.

FISIP Masuk Desa merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan pada tanggal 13-15 Juni 2016 di Kampung Tegal Panjang, Desa Sukamulya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk community service dan social project. Berkaca dari FISIP Masuk Desa tahun lalu, kegiatan ini membangun Mandi Cuci Kakus (MCK) di Kampung Babakan Ngantai, Desa Karang Tengah, Jawa Barat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Dengan bergantinya tahun, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa FISIP untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat dengan membuat peninggalan, baik fisik maupun nonfisik, yang diharapkan memiliki nilai guna.

Tahun ini, FISIP Masuk Desa membawa nilai kebersamaan, kepedulian, dan berkarakter. Implementasi nilai-nilai tersebut saya dan tim turunkan ke dalam mata acara yang dikemas dalam tiga rangkaian, yaitu praacara, acara di hari pelaksanaan, dan pasca acara.

Rangkaian pertama dimulai dengan kegiatan ‘BAPER Bareng FMD’ sebagai wadah sosialisasi dan diskusi bagi tiga puluh peserta terpilih yang diadakan dalam lima kali pertemuan. Hal ini bertujuan agar peserta lebih peka terhadap isu-isu sosial dan keadaan di Kampung Tegal Panjang. Salah satu pertemuan tersebut bernama Susur Tegal Panjang, di mana peserta secara langsung diajak untuk menelaah permasalahan yang ada. Berdasarkan hasil dari kegiatan tersebut dan diskusi bersama, peserta akan merancang mata acara “kejutan” yang dinamanakan ‘Dari FISIP untuk Tegal Panjang’ dan akan direalisasikan pada hari pelaksanaan FISIP Masuk Desa.

Di hari pelaksanaan, peserta akan ‘Menetap Bersama’ di rumah masyarakat setempat selama tiga hari dan dua malam di Kampung Tegal Panjang. Peserta akan mengikuti segala aktivitas bapak-ibu angkat mereka dan menjadi bagian dari masyarakat di sana. Mengingat kegiatan ini diselenggarakan pada Bulan Ramadhan, maka akan diadakan kegiatan ‘Ngabuburit Bareng’ dan ‘Buka Puasa Bersama’ dengan masyarakat setempat. Tidak hanya itu, pada malam hari akan diadakan nonton film bersama di layar tancap bertajuk ‘Gerimis Bubar’ (MISBAR). Terakhir, peserta akan meluncurkan karya berupa ‘Catatan Perjalanan’ yang akan dijadikan dalam sebuah buku. Kemudian, buku ini akan dipublikasikan kepada masyarakat FISIP dan diberikan secara simbolik kepada masyarakat Kampung Tegal Panjang.

Sudah satu bulan layar ponsel Anda dihiasi dengan publikasi bernuansa desa. Kini, FISIP Masuk Desa 2016 akan memasuki tahap perekrutan terbuka peserta yang akan diadakan pada tanggal 9 – 15 April 2016.
Ucapan terima kasih tak henti-hentinya saya ucapkan kepada panitia maupun peserta FISIP Masuk Desa 2015 yang telah memberikan dukungan dengan menyebarluaskan cerita mereka tahun lalu di media sosial. Oleh sebab itu, tahun ini, diharapkan mahasiswa FISIP dapat berkontribusi sebagai peserta dan menjadi bagian dari pengabdian ini. Mari, wujudkan aksi nyatamu di FISIP Masuk Desa 2016!

Ada baiknya jika menutup gagasan ini dengan sebuah pantun,

Minum kopi pagi-pagi
Menyeduhnya bersama paman
Kini waktunya berbagi
Walau hanya sebuah senyuman

Salam,
Soraya Azizah Dewi Pratiwi, FISIP UI 2014
Ketua Pelaksana FISIP Masuk Desa 2016