Tuang Gagasan: Hari Seni Rupa 2018

We are very vulnerable, fragile creatures in desperate need of support. Art (can be) source of help with our problems – our innermost problems – the problems of the soul” – Alain de Botton

Dalam tiap jiwa manusia, seni mengisi kekosongan diri serta menghadirkan emosi dengan berbagai cara. Seni merupakan hal yang tidak lepas dari kehidupan manusia dan bagian dari kebudayaan yang diciptakan dari hubungan manusia dalam lingkungan sosialnya. Maka dari itu, seni dibutuhkan untuk menyempurnakan jalannya kehidupan diri manusia, di mana tiap individu dapat memanifestasikan seninya melalui sebuah karya dalam berbagai medium.

Kembali dalam konteks kampus, di mana setiap mahasiswa/i memiliki minat dan bakat seni yang dapat diaktualisasi untuk pengembangan diri mahasiswa/i. Dunia persenian di FISIP sangat aktif, hal ini dapat dibuktikan dengan aktifnya kegiatan seni di dalam maupun luar kampus serta berbagai prestasi yang ditoreh FISIP dalam berbagai ajang kesenian. Namun perkembangan seni rupa di FISIP belakangan ini mengalami stagnansi. Disamping itu terdapat mahasiswa dan mahasiswi FISIP yang memiliki minat dan bakat dalam bidang seni rupa, namun masih berkarya secara individual. Kesadaran yang ingin ditanamkan adalah kesadaran untuk menciptakan karya secara organik dan kolektif, sehingga tercipta iklim berkesenian yang berkelanjutan dan progresif. Hari Seni Rupa hadir sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa/i dalam bidang seni rupa, di mana mahasiswa/i dapat meningkatkan daya cipta dalam berkarya serta berjejaring.

Hari Seni Rupa terdiri rangkaian acara diskusi, kelas, dan pameran seni rupa kontemporer di FISIP. Rangkaian acara Hari Seni Rupa dibagi menjadi empat mata acara, antara lain Nonton Asyik, Sayembara Ide, Kelas Rupa, dan acara puncak yaitu Pameran Karya. Diawali dengan Nonton Asyik, yaitu acara screening film dokumenter “Cutie and The Boxer” karya Zachary Heinzerling, dilanjutkan dengan diskusi yang diisi oleh Komplotan Jkt32C. Setelah itu adalah sayembara ide adalah pendaftaran terbuka untuk partisipan pameran dan kelas rupa. Kelas Rupa dibagi menjadi tiga sesi utama dengan berbagai materi yang saling berkesinambungan satu sama lain yaitu, pengenalan seni rupa, eksplorasi dan pemilihan medium serta presentasi ide karya.

Tema acara Hari Seni Rupa yakni “Interasyik”. Interaksi merupakan proses saling mempengaruhi antara dua objek atau lebih, baik antar manusia maupun fenomena, masalah, kondisi bahkan benda mati di sekitar kita. Dari berbagai interaksi tersebut dapat muncul berbagai relasi yang menghasilkan suatu gagasan. Gagasan itulah yang disalurkan menjadi sebuah karya seni rupa. Pemberian kata ‘asyik’ mengibaratkan bahwa tiap proses dalam seni rupa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan penuh sukacita. Hari Seni Rupa turut bekerja sama dengan komunitas seni Jakarta 32oC yaitu  komunitas yang berfokus pada pengembangan jejaring mahasiswa dalam lingkup seni kontemporer di Jakarta.

Proses  pembuatan karya seni rupa, menjadi satu hal yang sangat menarik. Di mana para peserta, bagi membangun roh pada tiap karyanya dan tentu melalui dinamika yang cukup panjang. Proses tersebut melalui pengolahan ide karya, observasi dan riset, pemilihan medium, pembuatan karya hingga karya siap untuk dipamerkan. Proses tersebut sejatinya membangun hubungan yang erat antara pembuat karya, penikmat karya serta karyanya itu sendiri.

Harapannya acara Hari Seni Rupa dapat membangkitkan semangat berkarya dan kemampuan daya cipta serta kreatifitas teman-teman FISIP. Lebih dari itu, proses pembuatan karya dapat dimaknai sebagai salah satu bentuk aktualisasi diri teman-teman FISIP untuk dapat berkontribusi lebih. Kami tunggu kehadiran teman-teman sekalian pada pameran karya Hari Seni Rupa 2018 yang akan dilaksanakan pada tanggal 14-16 Mei 2018 di FISIP UI. Mari hadir, nikmati, dan apresasi karya jagoan rupa FISIP!

Salam hangat,

Retasya Bonita,

Ketua Pelaksana Hari Seni Rupa 2018.

Fenomena Pendangkalan Sungai di Indonesia

Pendangkalan sungai adalah proses pengendapan material-material padat di bagian dasar sungai. Fenomena ini umumnya disebabkan oleh penumpukan beberapa material alami seperti tanah, pasir atau lumpur, namun juga bisa disebabkan oleh hasil kegiatan manusia seperti pembuangan sampah ke sungai. Pendangkalan sungai merupakan salah satu masalah lingkungan yang kurang diperhatikan, sehingga berdampak kepada masyarakat yang kehidupannya bergantung pada sungai tersebut.

       

 

 

 

 

 

 

 

 

Fenomena pendangkalan sungai dapat terjadi secara alami. Contohnya pendangkalan akibat sedimentasi lumpur ketika musim hujan. Namun, sebagian besar pendangkalan sungai disebabkan secara langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia. Di daerah perkotaan, pendangkalan sungai secara umum terjadi akibat penumpukan limbah aktivitas manusia. Sedangkan di daerah pedesaan, pendangkalan sungai dapat disebabkan oleh erosi tanah yang berlebihan akibat penebangan liar.

Pendangkalan sungai membawa banyak dampak buruk bagi makhluk hidup di sekitarnya. Pertama, penumpukan material padat di aliran sungai dapat mencemari kualitas air sungai dan mengancam bukan hanya kehidupan hewan dan tumbuhan air, tetapi juga manusia . Kedua, sedimentasi material di badan sungai akan mengurangi daya tampung dan mengubah aliran alami sungai, sehingga dapat menimbulkan bencana seperti banjir.

Di Indonesia, pendangkalan sungai merupakan masalah lingkungan yang serius. Di Jakarta sendiri, bencana banjir yang terjadi setiap tahun merupakan dampak langsung dari pendangkalan sungai-sungai yang melewati Jakarta. Bagaimana tidak, 70 persen dari aliran air di Jakarta tidak mengalir dengan baik karena tersumbat oleh sampah. Tentu saja hal ini merupakan hal yang wajar ketika 20 persen sampah Jakarta berakhir di sungai dan kali Jakarta.

Selain di Jakarta, beberapa sungai besar di Indonesia sudah dalam kondisi kritis karena banyaknya material yang mengganggu aliran air. Sebut saja Sungai Musi yang mengalami pengendapan lumpur dengan laju dua hingga tiga juta kubik per tahun akibat erosi tanah. Penebangan hutan di hulu sungai untuk perkebunan kelapa sawit dianggap sebagai penyebab fenomena ini. Pendangkalan sungai ini mempersulit kapal yang melintas di sungai dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang kehidupannya bergantung pada Sungai Musi.

UNTUK BACAAN LEBIH LANJUT:

Cochrane, Joe (2016, 3 Oktober ). What’s Clogging Jakarta’s Waterways? You Name Ithttps://www.nytimes.com/2016/10/04/world/asia/jakarta-indonesia-canals.html diakses pada 24 April 2018

Kompas (2010, 8 Februari). Pendangkalan Sungai Musi Mengganggu Pelayaran. diambil dari https://edukasi.kompas.com/read/2010/02/08/03311496/Pendangkalan.Sungai.Musi.Mengganggu.Pelayaran diakses pada 28 April 2018

Poleto, C. & Beier A. V. (2012). Siltation and Erosion Processes on a Tributary of Lake Itapu due a Dam Reservoir. Lakes, Reservoirs and Ponds, vol. 6(2): 108-119