Tuang Gagasan: FISIP GO 2018

“The smallest step in the right direction ends up being the biggest step of your life; plan your next move, because every step contributes towards your goals.”

Menjadi mahasiswa merupakan sebuah langkah besar yang mungkin akan dilalui oleh seseorang dalam hidupnya. Perubahan, baik status edukasi maupun kehidupan yang terpaut dengannya, yang mengiringi langkah besar tersebut mungkin akan membuat siswa-siswi SMA tersesat dan kebingungan. Kanal informasi seperti internet mungkin mudah diakses secara cuma-cuma. Namun benar-benar merasakan atmosfir perkuliahan FISIP UI secara langsung dalam waktu sehari, tentunya kesempatan sekali dalam seumur hidup!

Urgensi dunia perkuliahan dalam kehidupan siswa-siswi SMA cenderung meningkat sehingga animo yang meningkat ini perlu dibarengi dengan peningkatan suplai informasi berkaitan dengan dunia perkuliahan tersebut. Mahasiswa FISIP UI, sebagai sosok kakak yang berusaha membantu dan menjembatani keingintahuan siswa SMA tadi, siap menjawab segala pertanyaan yang mungkin muncul tentang dunia perkuliahan FISIP UI melalui kegiatan FISIP GO 2018. Program ini hadir dengan terobosan memberikan pengalaman first-hand menjadi mahasiswa FISIP UI sehari melalui mata acara yang ada di dalamnya.

FISIP GO 2018 memiliki tiga mata acara utama, yaitu Class Simulation, Tour de FISIP, dan FISIP Bercerita. Ketiganya merupakan mata acara yang saling mempengaruhi dan diharapkan dapat memberikan sensasi seakan-akan peserta benar-benar melebur menjadi mahasiswa FISIP UI selama mereka mengikuti FISIP GO 2018. Class Simulation diisi oleh kegiatan pemaparan materi dan diskusi menyenangkan berkaitan dengan jurusan-jurusan yang ada di FISIP UI. Tour de FISIP memberikan kesempatan bagi peserta FISIP GO 2018 untuk berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa tiap jurusan FISIP UI di tongkrongan masing-masing. FISIP Bercerita sendiri akan mengajak peserta untuk menelusuri lorong waktu kelangsungan FISIP di masa lampau, sekarang, dan masa depan dalam bentuk galeri foto dan cerita.

Tema FISIP GO 2018 adalah “Tunggu Gue di FISIP!”. Tema ini juga menunjukkan tekad dan janji yang mungkin muncul dalam hati para peserta untuk benar-benar mewujudkan impiannya untuk berkuliah di FISIP UI. Tema ini juga membangun kesiapan mereka untuk masuk ke dunia perkuliahan. Secara implisit, tema ini diharapkan dapat memberikan semangat dan rasa percaya diri bagi para peserta untuk melepaskan rasa takut, bingung, maupun gelisah untuk melangkahkan diri menuju dunia perkuliahan, khususnya di FISIP UI.

Harapannya, FISIP GO 2018 dapat memfasilitasi peserta dalam mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi dunia perkuliahan serta menambah wawasan peserta mengenai dunia perkuliahan serta perbedaannya dari sekolah yang selama ini telah mereka tempuh. FISIP GO 2018 bukan hanya sekadar acara kunjungan kampus, namun juga kegiatan yang menyenangkan dan insightful yang meninggalkan kesan bermakna dan bermanfaat bagi para pesertanya. Bagi kamu, yang siap bertualang sehari menjadi mahasiswa FISIP UI, kami tunggu di FISIP GO 2018 pada tanggal 6 dan 20 Oktober, ya!

Salam,

Yudi Iswara Sinatriya Adhyaksa

Project Officer FISIP GO 2018

 

 

Apa Kabar Rupiah?

Apa Kabar Rupiah?

Posisi nilai tukar Rupiah belakangan ini sedang mengalami depresiasi atau penurunan nilai. Data terakhir yang dihimpun pada tanggal 19 September 2018 menunjukkan bahwa nilai tukar Rupiah terhadap Dollar berada pada angka Rp14.880. Sebenarnya, hal apakah yang menyebabkan Rupiah terdepresiasi hingga menyentuh titik terendah selama beberapa tahun terakhir?

Pertama, Rupiah melemah karena karena penguatan Dollar AS terhadap hampir semua mata uang dunia. Hal ini disebabkan karena bank sentral AS menaikkan suku bunga obligasi mencapai 3,03%. Bukan hanya itu, pada Triwulan II 2018 pemintaan valuta asing terus meningkat guna membayar utang luar negeri, dividen, dan impor. Badan Pusat Statistik pun menyatakan neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit 1,02% pada bulan Agustus. Hal ini dipicu tak lain oleh penurunan ekspor pada sektor migas maupun non-migas. Ekspor migas turun 3,27% secara bulanan dari US$1,43 miliar menjadi US$1,38 miliar. Sementara itu, pada periode yang bersamaan, ekspor non-migas turun 2,86% dari US$14,86 miliar menjadi US$14,43 miliar. Penurunan ekspor non-migas yang paling besar dialami oleh sektor pertambangan dan lainnya, yaitu sebesar -13,58% menjadi US$2,35 miliar.

Karena hal-hal di atas, banyak dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat. Beberapa di antaranya: Pertumbuhan ekonomi yang melambat, PHK besar-besaran, inflasi bahan pangan, hingga menurunnya daya beli masyarakat. Lantas dengan keadaan yang demikian, bagaimana respon pemerintah guna memstabilkan kembali kondisi perekonomian di Indonesia? Sejauh ini, pemerintah mengusahakan untuk mendorong ekspor dan secara bertahap menekan impor guna mengembalikan neraca perdagangan. Selain itu, untuk mendukung penguatan Rupiah kembali, pemerintah mendongkrak pengembangan pariwisata melalui program “Bali Baru”, yaitu pengembangan 10 destinasi wisata di luar Bali. Hingga saat ini pemerintah masih memfokuskan diri pada empat kawasan: Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT, Candi Borobudur di Jawa Tengah, dan Danau Toba di Sumatra Utara. Selain itu, tak lupa juga peran krusial Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga sebagai strategi penguatan Rupiah.

Namun ternyata, beberapa kalangan masyarakat dapat memanfaatkan momentum turunnya nilai Rupiah terhadap Dollar ini. Salah satunya, depresiasi Rupiah menguntungkan pelaku ekspor karena keuntungan yang didapat lebih besar. Sektor pariwisata pun dapat berkembang dengan pesat sebab wisatawan asing ke Indonesia akan bertambah lebih banyak karena biaya yang semakin murah.

UNTUK BACAAN LEBIH LANJUT: 

Fauzia, M. (2018, Agustus 28). Dongkrak Wisata, Pemerintah Manfaatkan Momentum Depresiasi Rupiah. Diambil dari Kompas: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/28/203929826/dongkrak-wisata-pemerintah-manfaatkan-momentum-depresiasi-rupiah. Diakses pada tanggal 21 September 2018.

Ismanto, H. W. (2018, Agustus 18). Menyelamatkan Rupiah. Diambil dari Kompas: https://kompas.id/baca/ekonomi/2018/08/18/menyelamatkan-rupiah/. Diakses pada tanggal 21 September 2018.

Melani, A. (2018, September 1). Ini Penyebab Rupiah Sentuh Level Rendah. Diambil dari Liputan 6: https://www.liputan6.com/bisnis/read/3633784/ini-penyebab-rupiah-sentuh-level-terendah. Diakses pada tanggal 21 September 2018.

R. S. A. (2018, Mei 30). Kuatkan Nilai Tukar Rupiah, BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,75%. Diambil kembali dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia: https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/kuatkan-nilai-tukar-rupiah-bi-naikkan-suku-bunga-acuan-jadi-4-75/. Diakses pada tanggal 21 September 2018.

RSA, IG, IND. (2018, September 19). Pemerintah Bertekad Dorong Ekspor. Diambil dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia:https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/pemerintah-bertekad-dorong-ekspor/ Diakses pada tanggal 21 September 2018.

Tim CNN Indonesia. (2018, September 17). BPS: Neraca Perdagangan Agustus 2018 Masih Defisit. Diambil dari CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180917115330-92-330747/bps-neraca-perdagangan-agustus-2018-masih-defisit. Diakses pada tanggal 21 September 2018.

Widi, H. Rupiah!. Diambil dari Kompas: https://kompas.id/baca/ekonomi/2018/04/30/rupiah-2/. Diakses pada tanggal 21 September 2018.