Buku Sakti Anak FISIP 2019

Tuang Gagasan: Hari Seni Rupa 2019

Seni merupakan hal yang tidak bisa lepas dari manusia. Berangkat dari ide, gagasan, atau buah pikir manusia, karya dihasilkan dengan kreativitas masing-masing individu. Gagasan tersebut dapat dituangkan menjadi berbagai macam seni, termasuk seni rupa. Seni rupa pada dasarnya menekankan pada visual atau rupa dan keindahan yang menjadi esensi seni. Penekanan pada visual tersebut memberikan kesempatan bagi manusia menggunakan seni rupa sebagai medium, melalui gagasan dan kreativitasnya masing-masing. 

Kreativitas individu merupakan keistimewaan dalam diri manusia (Camus, 2017). Kreativitas sendiri memiliki tiga prasyarat yang disepakati secara umum, yaitu kebebasan, komunikasi, dan keberanian. Penekanan pada kebebasan ini memberikan ruang bagi siapapun untuk bisa menciptakan karya seni. Hal ini berlaku pula bagi Mahasiswa/i FISIP UI yang memiliki minat terhadap seni rupa, baik  sebagai penikmat, pembuat karya, serta yang berminat belajar seni rupa. Namun, minat mahasiswa/i FISIP terhadap seni rupa ini tidak dibarengi dengan adanya wadah. Wadah yang ada untuk menyalurkan minat seni rupa antara lain komunitas seni di FISIP, namun masing-masing memiliki kendala untuk mulai bergerak, sehingga belum mampu mewadahi minat mahasiswa/i FISIP. 

Hari Seni Rupa hadir untuk mengenalkan serta mendekatkan mahasiswa/i FISIP dengan seni rupa. Melalui seni rupa, mahasiswa/i FISIP bisa menyampaikan hasil pikiran baik yang personal hingga kritis. Seni rupa dinilai mampu menyampaikan gagasan mahasiswa/i FISIP agar bisa dinikmati oleh khalayak umum, karena gagasan dibungkus menjadi menarik dengan estetika dan kreativitas pembuat karya. Selain dinikmati, melalui karya seni rupa pun gagasan dapat bersifat multi interpretasi, sehingga penikmat bisa merefleksikan makna karya berdasarkan konteks sosial masing-masing. 

Hari Seni Rupa tahun ini membawa tema “Refleksi Diri akan Konformitas”. Konformitas merupakan konsep yang mengacu pada perubahan apapun di dalam kebiasaan seseorang yang disebabkan oleh ‘aturan main’ institusi di mana ia berada. Sedangkan, melalui refleksi, seseorang mampu membuat pengalaman yang ia alami – dalam hal ini konformitas individu – menjadi masuk akal bagi dirinya. Tema ini memiliki makna memproses kembali pengalaman yang telah dijalani untuk dapat menarik pembelajaran bagi diri sendiri, melihat alasan yang mendorong individu menyesuaikan diri karena dorongan lingkungan sekitar. Hasil refleksi menjadi dasar terbentuknya gagasan sebagai bentuk respon terhadap konformitas, yang divisualisasikan melalui medium seni rupa. 

Hari Seni Rupa memiliki rangkaian acara Kelas Rupa, Diskusi, dan Pameran Karya. Rangkaian acara Kelas Rupa dan Diskusi dikhususkan bagi peserta Hari Seni Rupa yang direkrut secara terbuka, terdiri atas mahasiswa/i FISIP. Melalui Kelas Rupa dan Diskusi, peserta bisa bertemu dan berdiskusi dengan kurator dan narasumber lainnya serta antar peserta untuk “menggodok” ide dan eksekusi karya masing-masing. Karya tersebut yang akan dipamerkan di Pameran Karya Hari Seni Rupa yang terbuka untuk umum. Untuk membantu peserta dalam berproses membuat karya, Hari Seni Rupa turut bekerjasama dengan seorang kurator yaitu Oky Arfie Hutabarat. 

Melalui Hari Seni Rupa, diharapkan mahasiswa/i FISIP terlebih peserta bisa menggunakan seni rupa sebagai opsi medium penyampaian ide, serta mampu mewadahi minat mahasiswa/i FISIP terhadap seni rupa. Kegiatan Hari Seni Rupa tidak hanya membutuhkan partisipasi peserta, namun juga partisipasi teman-teman FISIP dalam mengawal dan mendukung proses para peserta. Ikuti rangkaian kegiatan Hari Seni Rupa melalui Instagram @harisenirupa untuk melihat proses teman-teman peserta dan untuk mengetahui konten dan kegiatan Hari Seni Rupa lainnya. Saya dan segenap teman-teman Hari Seni Rupa menunggu kedatangan kalian di Pameran Karya Hari Seni Rupa 2019. 

 

Salam hangat,

Nanda Flashiela Afedra

Ketua Pelaksana Hari Seni Rupa 2019