Fenomena Pendangkalan Sungai di Indonesia

Pendangkalan sungai adalah proses pengendapan material-material padat di bagian dasar sungai. Fenomena ini umumnya disebabkan oleh penumpukan beberapa material alami seperti tanah, pasir atau lumpur, namun juga bisa disebabkan oleh hasil kegiatan manusia seperti pembuangan sampah ke sungai. Pendangkalan sungai merupakan salah satu masalah lingkungan yang kurang diperhatikan, sehingga berdampak kepada masyarakat yang kehidupannya bergantung pada sungai tersebut.

       

 

 

 

 

 

 

 

 

Fenomena pendangkalan sungai dapat terjadi secara alami. Contohnya pendangkalan akibat sedimentasi lumpur ketika musim hujan. Namun, sebagian besar pendangkalan sungai disebabkan secara langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia. Di daerah perkotaan, pendangkalan sungai secara umum terjadi akibat penumpukan limbah aktivitas manusia. Sedangkan di daerah pedesaan, pendangkalan sungai dapat disebabkan oleh erosi tanah yang berlebihan akibat penebangan liar.

Pendangkalan sungai membawa banyak dampak buruk bagi makhluk hidup di sekitarnya. Pertama, penumpukan material padat di aliran sungai dapat mencemari kualitas air sungai dan mengancam bukan hanya kehidupan hewan dan tumbuhan air, tetapi juga manusia . Kedua, sedimentasi material di badan sungai akan mengurangi daya tampung dan mengubah aliran alami sungai, sehingga dapat menimbulkan bencana seperti banjir.

Di Indonesia, pendangkalan sungai merupakan masalah lingkungan yang serius. Di Jakarta sendiri, bencana banjir yang terjadi setiap tahun merupakan dampak langsung dari pendangkalan sungai-sungai yang melewati Jakarta. Bagaimana tidak, 70 persen dari aliran air di Jakarta tidak mengalir dengan baik karena tersumbat oleh sampah. Tentu saja hal ini merupakan hal yang wajar ketika 20 persen sampah Jakarta berakhir di sungai dan kali Jakarta.

Selain di Jakarta, beberapa sungai besar di Indonesia sudah dalam kondisi kritis karena banyaknya material yang mengganggu aliran air. Sebut saja Sungai Musi yang mengalami pengendapan lumpur dengan laju dua hingga tiga juta kubik per tahun akibat erosi tanah. Penebangan hutan di hulu sungai untuk perkebunan kelapa sawit dianggap sebagai penyebab fenomena ini. Pendangkalan sungai ini mempersulit kapal yang melintas di sungai dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang kehidupannya bergantung pada Sungai Musi.

UNTUK BACAAN LEBIH LANJUT:

Cochrane, Joe (2016, 3 Oktober ). What’s Clogging Jakarta’s Waterways? You Name Ithttps://www.nytimes.com/2016/10/04/world/asia/jakarta-indonesia-canals.html diakses pada 24 April 2018

Kompas (2010, 8 Februari). Pendangkalan Sungai Musi Mengganggu Pelayaran. diambil dari https://edukasi.kompas.com/read/2010/02/08/03311496/Pendangkalan.Sungai.Musi.Mengganggu.Pelayaran diakses pada 28 April 2018

Poleto, C. & Beier A. V. (2012). Siltation and Erosion Processes on a Tributary of Lake Itapu due a Dam Reservoir. Lakes, Reservoirs and Ponds, vol. 6(2): 108-119