RILIS KAJIAN 

Evaluasi 2 Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin: Demokrasi dalam Kampus yang Terancam

Dua tahun telah berlalu sejak rezim Jokowi-Ma’ruf Amin pertama kali berjalan. Selama dua tahun berjalan, masih banyak catatan kelam mengenai demokrasi yang terjadi, khususnya dalam hal kebebasan berpendapat. Fenomena represivitas terhadap kebebasan berpendapat terjadi di berbagai tempat, salah satunya di ruang lingkup kampus. Kasus-kasus seperti pemanggilan anggota BEM UI akibat unggahan Lip Service, Drop Out (DO) terhadap tiga mahasiswa Universitas Lancang Kuning yang kritis, pembatalan dan pembubaran diskusi yang dilaksanakan di Fakultas Hukum UGM akibat tuduhan makar, dan masih banyak kasus lainnya telah menunjukkan bahwa demokrasi sedang tidak baik-baik saja. Pengekangan terhadap kebebasan berpendapat juga sejatinya merupakan indikasi bahwa prinsip Good University Governance (GUG) sebagai salah satu indikator kredibilitas suatu universitas tidak berjalan dengan baik. Kajian “Evaluasi 2 Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin: Demokrasi dalam Kampus yang Terancam” bertujuan untuk menjelaskan fenomena pembungkaman kebebasan berpendapat di kampus yang semakin marak serta memberikan pemahaman mengenai tanggung jawab negara dan universitas terhadap permasalahan tersebut.

Kajian “Evaluasi 2 Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin: Demokrasi dalam Kampus yang Terancam” dapat diakses melalui tautan berikut: bit.ly/Kajian-DemokrasiKampus