Rilis Sikap BEM Se-UI Pasca Tragedi Terorisme di Mako Brimob, Surabaya, dan Sidoarjo

Selasa (8/5), terjadi peristiwa kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua. Kerusuhan tersebut dilakukan oleh sekelompok narapidana yang terafiliasi dengan jaringan terorisme. Terdapat enam orang tewas di dalam kerusuhan tersebut. Korban yang tewas pada kerusuhan tersebut lima di antaranya adalah anggota polisi, yaitu Bripda Wahyu Catur Pamungkas, Bripda Syukron Fadhli Idensos, Ipda Rospuji, Bripka Denny, dan Briptu Fandi, serta satu orang tahanan, Benny Syamsu Tresno. Kasus selanjutnya terjadi pada Minggu (13/5), yakni kasus pengeboman di tiga lokasi gereja di Surabaya dan meledaknya bom di kawasan Sidoarjo. Kasus pertama, terjadi serangan bom bunuh diri di tiga lokasi berbeda, yaitu ledakan pertama terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercelah Ngagel pukul 07.30 WIB, kemudian di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.35 WIB, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuna pukul 08.00 WIB. Serangan bom bunuh diri tersebut telah menewaskan 13 orang dan 43 luka-luka. Malam harinya, tepatnya pukul 21.00 WIB, terjadi ledakan bom di Rusunawa Wonocolo di Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Diduga ledakan tersebut berasal dari sebuah unit di rusunawa yang didiami oleh keluarga pelaku teror. Pada hari ini (14/5), terjadi ledakan bom di Polrestabes Surabaya di Jalan Sikatan Nomor 1 pada pukul 08.50 WIB. Sampai saat ini Polisi masih menyisir lokasi ledakan. Dalam pasal 28J ayat (1) UUD NRI 1945 disebutkan bahwa “Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara”. Dari pasal tersebut dapat dilihat bahwa sebagai rakyat Indonesia sudah semestinya kita saling menghormati dan menjaga ketertiban, sementara perilaku teror sangat tidak mencerminkan hal tersebut. Melihat berbagai kasus terorisme yang banyak memakan korban dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat, kami menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya terhadap korban dan keluarga yang ditinggalkan pada kasus yang terjadi di Mako Brimob, Surabaya, dan Sidoarjo.
  2. Mengecam dengan keras perilaku teror yang dilakukan sekelompok jaringan pada kasus yang terjadi di Mako Brimob, Surabaya, dan Sidoarjo.
  3. Mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi terhadap isu-isu hoax di tengah maraknya tragedi teror yang mencoba untuk mengusik perdamaian di tengah masyarakat Indonesia.
  4. Mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus hingga tuntas atas perbuatan teror yang terjadi di Mako Brimob, Surabaya, dan Sidoarjo.
  5. Mendesak pihak kepolisian untuk melakukan upaya preventif agar tidak kembali terjadi kasus teror yang dapat memakan banyak korban.
  6. Mendukung upaya kepolisian dan pemerintah daerah dalam usaha pemulihan dan penjagaan suasana untuk jaminan perlindungan masyarakat

Demikian pernyataan sikap ini dibuat atas dasar keresahan kami terhadap berbagai perilaku teror yang meresahkan masyarakat. Kami mengimbau segenap masyarakat Indonesia untuk tetap siaga serta senantiasa menjaga sikap saling menghargai dan saling menjaga ketertiban. Bangsa ini membutuhkan solidaritas pembangun, bukan perusak.

Salam Hangat,

Atas nama BEM Se-UI

Narahubung: Zaky (081286032932)

Departemen Kajian dan Aksi Strategis
BEM FISIP UI 2018
Nyalakan Asa, Bangkitkan Karya