Pos

FISIP Masuk Desa 2016 : Aksi Nyata Kami Telah Terwujud

DEPOK, BEM FISIP UI – Setelah persiapan selama beberapa bulan—dimulai dari diskusi bersama peserta, panitia, dan fasilitator, susur desa ke Kampung Tegal Panjang, dan team building antara peserta dan panitia dalam Baper Bareng FMD—akhirnya, FISIP Masuk Desa 2016 siap melakukan pengabdian masyarakat bagi warga Kampung Tegal Panjang, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Sesampainya di sana, peserta langsung dibagi dan diantar menuju rumah indung semang masing-masing. Hari pertama ini disebut dengan Senen Wawawuhan atau Senen Berkenalan sehingga peserta mulai berkenalan dengan indung semangnya, mempelajari gaya hidupnya, dan mulai beradaptasi dengan lingkungan Kampung Tegal Panjang. Mulai dari yang disuguhi makanan dari buka puasa hingga menjelang tidur sampai yang mandi di kamar mandi tanpa atap di luar rumah.

fmd-1

 

Di hari kedua, Salasa Ngariung atau Selasa Berkumpul, para indung semang dan ibu-ibu lainnya diajak berkumpul di SD Sukamulya untuk mengikuti kegiatan Usaha Rakyat. Dalam kegiatan ini, ibu-ibu Kampung Tegal Panjang membuat keripik pisang—mulai dari mengupas pisang hingga menggoreng pisang tersebut—kemudian, menentukan sendiri bentuk logo dan nama keripik pisang tersebut karena akan dipasarkan di FISIP usai liburan semester genap ini. Hasil dari penjualan keripik pisang ini akan diberikan kepada ibu-ibu yang ikut serta dalam kegiatan ini.

fmd-2

Selanjutnya, peserta mulai mempersiapkan diri untuk kegiatan Dari FISIP untuk Tegal Panjang dengan target sasaran anak-anak Kampung Tegal Panjang yang telah direncanakan sejak Baper Bareng FMD. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok dongeng, kelompok origami, dan kelompok menyanyi. Kelompok dongeng membawakan dongeng berjudul Misteri Kulit Pisang yang mengajarkan anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya agar tidak merugikan orang lain. Kelompok origami mengajarkan anak-anak untuk membuat origami—dengan dua sampai tiga peserta sebagai fasilitatornya—bentuk pakaian, pesawat terbang, dan lain-lain. Terakhir, kelompok menyanyi mengajak anak-anak untuk menyanyikan lagu Libur Telah Tiba dan Lihat Kebunku. Antusias dan semangat dari para peserta dan anak-anak Kampung Tegal Panjang membuat puasa hari itu tidak terasa.

fmd-3

Salasa Ngariung ditutup dengan buka puasa bersama—berupa gorengan, teh manis hangat, dan es buah—di depan rumah Pak RT.

Hari berganti dan FISIP Masuk Desa sudah memasuki hari terakhir. Disebut dengan Rebo Babagi atau Rabu Berbagi, karena peserta membagikan cerita dan pengalaman mereka selama tinggal di rumah indung semang masing-masing kepada peserta lainnya ketika jalan-jalan ke hutan pinus di pagi hari. Ada pengalaman yang senang, seram, canggung, takut, dan lain sebagainya. Kemudian, hari itu dialnjutkan dengan cek kesehatan dan pemberian obat gratis oleh ACT (Aksi Cepat Tanggap) di SD Sukamulya. Antusiasme warga Kampung Tegal Panjang cukup tinggi terlihat dari warga yang berdatangan secara bergantian mulai dari anak-anak hingga lansia.

fmd-4

Sesudah pengobatan gratis diadakan, peserta pamit kepada indung semang masing-masing dan siap untuk kembali ke Depok. Pamitan ini tak jarang diiringi dengan tangis dan doa dari para indung semang.

Tiga hari mungkin waktu yang tidak lama untuk melakukan pengabdian masyarakat, namun FISIP Masuk Desa berusaha untuk memberikan kegiatan yang bermanfaat, baik bagi warga Kampung Tegal Panjang maupun peserta dan panitia yang terlibat. Aksi nyata kami telah terwujud, tetapi tidak berakhir sampai di sini.

Tuang Gagasan: Peluncuran Akbar #SATUFISIP 2016

FISIP saat ini dapat diibaratkan sebagai wadah yang sangat besar. Luas dan mampu menampung banyak hal. Namun, para pengisi wadah tersebut lupa atau bahkan tidak sadar bahwa mereka punya hak untuk menggunakan dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah disediakan dan diberikan oleh FISIP baik dari segi fasilitas maupun partisipasi. Masih banyak mahasiswa yang belum sadar akan betapa pentingnya peran mereka untuk menghidupkan FISIP, untuk kembali menjadikan FISIP sebagai rumah, bukan hanya tempat singgah. Masih banyak yang belum merasa bahwa FISIP adalah tempat yang nyaman, tempat di mana kita bisa melakukan banyak hal, tempat kita bisa berekspresi, dan tempat di mana kita bisa menjadi diri sendiri.

Peluncuran Akbar adalah acara awal tahun yang menjadi akses untuk mengenalkan beberapa elemen yang ada di FISIP yang bisa memberikan kemudahan untuk mengisi Ruang Publik yang ada. Acara Peluncuran Akbar akan diadakan pada hari Senin tanggal 21 Maret 2016, bertempat di Selasar PAU. Acara ini adalah acara awal tahun kepengurusan lembaga-lembaga di FISIP UI. Di tahun 2016 ini, Peluncuran Akbar mempertahankan konsep Peluncuran Akbar #SATUFISIP, dimana mata acara inti adalah memperkenalkan 13 lembaga yang ada di FISIP, juga memperkenalkan berbagai komunitas yang ada di FISIP. Tahun ini kami mencoba untuk mengangkat kembali “FISIP RUMAH KITA” dengan kemasan yang baru dengan mengartikan “Rumah” itu sendiri dengan suasana yang akan kami gambarkan di acara ini. Dengan mengangkat tema “Pesta Rakyat FISIP”, tujuan yang kami harapkan adalah terciptanya suasana yang sederhana, dekat, serta menyenangkan baik untuk mahasiswa FISIP sendiri maupun para tamu yang akan datang. Dengan terciptanya suasana tersebut, kami mempunyai mimpi akan masyarakat FISIP yang nantinya sadar dan ingin ikut bersama menghidupkan FISIP. Dengan kondisi FISIP belakangan ini, tema tersebut dirasa sesuai untuk diangkat.

Kami sangat mengharapkan, bahwa dengan adanya Peluncuran Akbar #SATUFISIP 2016 ini dan dengan berbagai mata acara yang akan diberikan nantinya, mahasiswa sadar akan pentingnya peran setiap dari mereka untuk mengisi berbagai ruang yang ada di FISIP tanpa harus menjadi bagian dari apapun, dan dengan timbulnya kesadaran tersebut, kontribusi yang akan diberikan untuk menghidupkan FISIP dan kembali menjadikan FISIP sebagai rumah, akan meningkat.

“Karena FISIP hanya bisa dirasakan, bukan dijelaskan”

Zanira Fachri,
Ketua Pelaksana Peluncuran Akbar #SATUFISIP 2016