SOSMED ADALAH CANDU

SOSMED ADALAH CANDU

Di era konvergensi media ini, media sosial tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Khususnya masyarakat Indonesia di kalangan anak muda. Hal ini ditunjukan dengan tingginya angka penggunal media sosial di Indonesia yang menyentuh angka 130 juta jiwa dan rata rata menghabiskan 3 jam 23 menit dalam sehari unutk mengakses media sosial. Dari angka tersebut, terbagi menjadi beberapa bagian aktivitas di media sosial, dari melihat halaman miliki teman, melihat postingan teman, melihat tayangan microselebrity, dan juga membuat postingan sendiri. Pada tulisan kali ini, fokus pada bagian membuat postingan di media sosial.
Sebelum masuk pembahasan lebih dalam, sebelumnya perlu masuk terlebih dahulu pada konsep yang menyebabkan manusia menggunakan media sosial, yaitu FOMO. Mengutip dari tulisan Andrew Przybylski dalam artikel Telegraph.co.uk FOMO atau Fear Of Missing Out yaitu suatu kondisi dimana merasa takut kehilangan informasi atau pengalaman yang orang lain bisa dapatkan. Fenomena ini yang kemudian mendorong manusia untuk terus memantau perkembangan informasi yang ada di sosial media, baik dari teman temannya, atau dari publik figure di media sosial.

Salah satu wujud ketakutan merasa “tertinggalnya” manusia di media sosial ditunjukan dengan postingan yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya. Dimulai dari posting sesuatu yang sedang “viral” di media sosial, hingga membuat postingan kegiatan sehari hari ke dunia maya. Hal ini yang marak terjadi di kalangan anak muda Indonesia, khususnya yang tinggal di kota besar. Dimana banyak ditemukan cafe atau restoran dengan tampilan menarik, dan diisi oleh sekumpulan anak muda yang sibuk memainkan smartphonenya walaupun sedang berkumpul dengan teman temannya di satu meja. Hal ini menunjukan motivasi mendatangi tempat makan “viral” yaitu agar tidak “tertinggal” dengan orang lain sehingga mengajak temannya untuk mendatangi tempat tersebut.

Selain itu juga, fenomena ini juga terjadi saat ada teman yang berulang tahun. saat ada yang berulang tahun, pasti akan ada kegiatan memberikan kejutan untuk yang sedang berulang tahun. Namun lucunya, momen tersebut tak lagi “sakral” sebab kegiatan memberikan kejutan ulang tahun, kini hanya dijadikan sebagai konten publikasi media sosialnya. Di mana biasanya saat ada yang ulang tahun, ada saja orang yang merekam momen itu dengan smartphone-nya, lalu saat temannya sudah selesai meniup lilin, segerombolan anak muda tersebut mulai membuka media sosialnya dan mengunggah momen tersebut ke dunia maya.

Contoh di atas menunjukkan dimana kondisi pertemanan saat ini, mengarah pada berubahnya teman menjadi konten publikasi media sosial. Di mana fenomena FOMO mendorong manusia untuk terus “terhubung” dengan media sosial, apapun caranya, apapun biayanya walaupun itu teman sendiri. Semoga dengan adanya tulisan ini, mengingatkan kita semua bahwasanya jangan sampai mengubah hubungan pertemanan menjadi konten publikasi saja. Ada hal yang hanya perlu dinikmati saja di dunia nyata tanpa perlu membagikannya di sosial media.

UNTUK BACAAN LEBIH LANJUT: 

Blair, Linda (2017, 4 Maret). “Mind Healing: How to conquer your FOMO (Fear of Missing Out)” Diambil dari The Telegraph: https://www.telegraph.co.uk/health-fitness/body/mind-healing-conquer-fomo-fear-missing/ diakses pada 11 Agustus 2018

Keen, Andrew (2011). The Second Generation of the Internet has arrived and it’s worse than you think’. The digital divide: arguments for and against Facebook, Google, texting, and the age of social networking. Ed. Mark Bauerlein. New York: Jeremy P. Tarcher/Penguin. pp242–249.

Pertiwi, Wahyunanda Kusuma (2018, 1 Maret). “Riset Ungkap Pola Pemakaian Medsos Orang Indonesia” Diambil dari Kompas.com: https://tekno.kompas.com/read/2018/03/01/10340027/riset-ungkap-pola-pemakaian-medsos-orang-indonesia diakses pada 11 Agustus 2018

Siegel, Lee (2008). ‘Being There’. Against the machine : Being human in the age of the electronic mob. New York: Spiegel & Grau. pp 138–156.

Tuang Gagasan: FISIP Starter Pack 2018

Hari yang ditunggu telah tiba

Sebuah awal perjalanan panjang telah menanti

Jalur yang didaki memang tak selalu landai

Namun, curam bukanlah alasan untuk berhenti dan menyerah

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata ‘karir’? Pekerjaan? Tidak sesederhana itu kawan. Karir adalan jalan hidup yang kita pilih sendiri. Kita menyusurinya sejak kita lahir hingga kita dikuburkan. Tuhan mengaruniakan kita kehendak bebas dalam menentukan jalan mana yang akan kita tempuh, demi mencapai masa depan yang kita inginkan. Namun, minimnya sumber informasi seolah membuat jalan itu tak terlihat. Inilah yang seringkali menghambat kita dalam menentukan karir. Sekitar 95,6% mahasiswa FISIP UI masih merasakan minimnya keberadaan informasi seputar karir, khususnya karir pasca kampus mereka.

Mari persempit konteks ‘manusia’ pada ‘mahasiswa’ dan ‘karir’ pada ‘karir pasca kampus’.

Mahasiswa tentu memiliki kesadaran aktif dalam mencari informasi pasca kampusnya.  Permasalahan yang seringkali terjadi di lingkungan FISIP UI adalah tak semua mahasiswa memiliki kesadaran yang sama untuk mau aktif dalam mencari informasi-informasi yang menunjang kehidupannya setelah ia lulus.

Problematika tidak hanya pada mahasiswa yang tidak memiliki kesadaran, tetapi mahasiswa yang telah memiliki kesadaran pun memiliki permasalahan terkait sumber informasi pasca kampus yang mereka gunakan. Kebingungan masih melanda mahasiswa FISIP UI dalam menentukan sumber informasi mana yang ia gunakan sebagai acuan. Beberapa mahasiswa telah menjadikan sosial media sebagai sumber informasi pasca kampus utamanya. Namun, begitu banyak informasi di sosial media yang tidak relevan dengan kebutuhan mahasiswa FISIP UI menjadi kendala baru bagi mahasiswa dalam mempersiapkan kehidupan pasca kampusnya.

Hal inilah yang menjadikan kami, Departemen Pengembangan Mahasiswa BEM FISIP UI 2018, menggagas suatu kanal media penyedia informasi pasca kampus bagi mahasiswa FISIP UI. Kanal tersebut berupa Official Account LINE bernama FISTERPACK atau FISIP Starter Pack. Kata ‘Starter Pack’ mengandung arti kanal media ini dapat memberikan pembekalan berupa informasi-informasi pasca kampus bagi mahasiswa FISIP UI.

FISTERPACK membagi informasi pasca kampus dalam tiga kategori utama, yaitu lowongan kerja, lowongan magang, dan informasi beasiswa. Ketiga kategori tersebut dipublikasikan pada hari yang berbeda di setiap minggunya, demi pembagian informasi pasca kampus yang merata dalam kanal media ini. Namun, tak hanya ketiga informasi tersebut, kami juga menyediakan informasi tambahan lain berupa ‘FISTERPACK Insight’ yang akan menyediakan berbagai kiat-kiat maupun insight lainnya yang dapat menambah pengetahuan mahasiswa FISIP UI mengenai kehidupan pasca kampus. Keberadaan informasi seperti volunteer, seminar, workshop, dan acara lain yang kiranya relevan dalam membantu mahasiswa FISIP UI lainnya juga menjadi salah satu dari sekian konten yang akan dimuat dalam FISTERPACK.

FISTERPACK di sini bukanlah penyedia, melainkan penyalur. Informasi selalu kita saring baik dari kejelasan sumber hingga kesesuaiannya dengan kebutuhan mahasiswa. Tentunya informasi hoax adalah musuh terbesar kami. Satu hal yang penting, FISTERPACK sangat terbuka bagi mahasiswa FISIP UI yang hendak menyalurkan informasi pasca kampus dengan cara yang memudahkan mereka. Hal ini menunjukkan FISTERPACK sebagai kanal media yang sangat dekat bagi mahasiswa FISIP UI.

April 2018 merupakan awal mula berjalannya FISTERPACK. Hingga saat ini, telah dua bulan lebih kami menjadi saluran penyedia informasi pasca kampus bagi mahasiswa FISIP UI. Pada akhirnya, FISTERPACK diharapkan dapat menjadi jawaban atas permasalahan kurangnya informasi pasca kampus yang relevan bagi mahasiswa FISIP UI. Sebagai program kerja yang baru berdiri, kami tidak terlepas dari berbagai kekurangan yang ada. Namun, kami percaya suatu hari nanti, FISTERPACK akan menjadi sebuah kanal media besar yang menjadi kebutuhan bagi mahasiswa FISIP UI dalam menentukan jalan karir apa yang hendak ia gapai.

Ada baiknya untuk menutup tulisan ini melalui sepatah-dua patah kata,

Masa depan tidak diciptakan untuk ditunggu, sebab masa depan ada untuk diperjuangkan” – Jeremy Bagas Taruna

Salam,

Jeremy Bagas Taruna, FISIP UI 2017

Project Officer FISTERPACK 2018

Daftar Pengusaha FISIP UI (Tahap 2)

Inilah dia data terbaru para pengusaha FISIP UI.

Semoga bermanfaat ya 🙂

Read more

Tekat: Pengenalan Minat dan Bakat

Bakat antara satu orang dengan yang lainnya terdiferensiasi sesuai dengan kelebihan dan kemampuan yang dimiliki. Salah – salah menginteprestasikan bakat akan berdampak pada tingkat totalitas seseorang dalam suatu bidang. Sama halnya dengan jurusan saat kuliah nanti. Kecocokan antara bakat dan jurusan akan menentukan sejauh mana seseorang bisa total dalam menjalaninya.

Lalu, bagaimana jika sampai salah memilih jurusan?

Bagaimana jika seseorang belum mengetahui bakat yang ada dalam dirinya?

Tes Minat Bakat (Tekat) berusaha menjawab.

Read more