Fakta Unik Tentang Daur Ulang Sampah

Pada artikel Newsletter FEA kali ini, kami akan membahas mengenai fakta-fakta unik nan menarik mengenai daur ulang dan pengolahan sampah. Tulisan ini akan membahas secara singkat mengenai sejarah daur ulang dan di mana dimulainya daur ulang,

Jarang diketahui bahwa daur ulang dan pengolahan sampah menjadi bagian yang erat dengan manusia dan oleh karena itu, daur ulang dan pengolahan sampah bergerak seiring peradaban manusia pula. Menurut Busch Systems, perusahaan pabrikan asal Kanada yang bergerak di bidang daur ulang, sejarah pengolahan sampah dan daur ulang dapat ditarik lebih dari 2000 tahun yang lalu di mana pada sekitar tahun 500 SM, masyarakat Athena memulai program pemusatan pembuangan sampah. Setelah itu, masyarakat Jepang pada tahun 1013 juga mendaur ulang kertas yang kemudian dijual. Setelahnya, daur ulang dan pengolahan sampah ikut berkembang bersama peradaban manusia dan teknologi yang mendorong berbagai kemajuan, seperti mulai didirikannya pabrikan perusahaan bekas di Philadelphia, mulai berdirinya perusahaan daur ulang, hingga abad ini dimana para ilmuwan juga turut serta mendorong daur ulang dengan ditemukannya plastik yang dapat hancur dengan sendirinya. 

Dari fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa manusia sebenarnya sudah lama mengenal daur ulang dan pengolahan sampah. Namun, isu ini sering kali dilupakan dan dianggap tidak penting karena masyarakat merasa bahwa daur ulang tidak membawa manfaat yang langsung dirasakan dalam kehidupan mereka. Mengenai hal ini, perusahaan pabrikan otomotif Volkswagen mempunyai ide kreatif. Mereka mengubah tempat sampah non organik menjadi semacam video game arcade di mana banyak orang berlomba – lomba mencari botol dan kaleng bekas untuk meraih nilai tertinggi yang dapat ditukarkan dengan uangnya ditransfer ke deposit akun PayPal, TechCash, atau disumbangkan ke Nature Conservacy.

Selain itu, kemudahan teknologi juga memunculkan inovasi – inovasi yang berkaitan dengan daur ulang. Salah satunya adalah inovasi dari Muryani, lulusan SD asal Blitar, yang dinamakan BBM Plast. BBM Plast mampu mengubah sampah plastik menjadi tiga jenis bahan bakar minyak (BBM), yakni Premium, Solar, dan Minyak Tanah melalui penyulingan dengan mesin bernama Destilator. Proses penggunaannya pun cukup mudah. Sampah plastik hanya perlu dipisah mana yang bening dan berwarna, lalu dijemur hingga kering. Setelah itu, baru disuling menggunakan mesin dengan kapasitas 10 kg plastik dan dihasilkanlah 6 liter solar, 2,5 liter premium, dan 1,5 liter minyak tanah. Penemuan ini penting untuk mengurangi sampah plastik di masyarakat dan bahkan untuk memecahkan masalah kelangkaan energi global.

Dari fakta-fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa daur ulang dan pengolahan sampah merupakan hal yang penting dalam masyarakat. Daur ulang penting bagi masyarakat untuk memecahkan masalah di masa depan, seperti masalah ekonomis dan bahkan masalah energi.

UNTUK BACAAN LEBIH LANJUT:

Bradbury, Matt (2017, 20 Mei). “A Brief Timeline of The History of Recycling”. Diambil dari Buschs System: https://www.buschsystems.com/resource-center/page/a-brief-timeline-of-the-history-of-recycling diakses pada 17 Juli 2018.

Galih, Bayu (2011, 10 November). “Teknologi Jadikan Daur Ulang Menyenangkan”. Diambil dari Viva News: https://www.google.co.id/amp/s/m.viva.co.id/amp/digital/263058-teknologi-jadikan-daur-ulang-menyenangkan diakses pada 17 Juli 2018.

Riady, Erliana (2017, 7 November). “Luar Biasa! Lulusan SD Ini Mampu Daur Ulang Plastik Jadi BBM”. Diambil dari Detik com: https://m.detik.com/news/berita-jawa-timur/d-3716059/luar-biasa-lulusan-sd-ini-mampu-daur-ulang-plastik-jadi-bbm diakses pada 17 Juli 2018.

Bencana Lingkungan Hidup

Bencana lingkungan hidup dapat diartikan sebagai bencana lingkungan yang terjadi akibat intervensi kegiatan manusia terhadap alam. Tindakan manusia yang merusak keseimbangan alam dapat berdampak langsung dalam menciptakan bencana lingkungan hidup yang pada akhirnya akan merugikan manusia sendiri. Beberapa contoh tindakan manusia yang dapat menciptakan bencana lingkungan hidup adalah penebangan hutan dan penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan. Bencana lingkungan hidup yang dapat terjadi dari tindakan tersebut antara lain banjir, longsor dan kekeringan.

    Salah satu aktivitas manusia yang mengakibatkan bencana lingkungan hidup adalah penebangan hutan. Hutan memegang peran vital sebagai penjaga keseimbangan lingkungan. Bencana lingkungan hidup yang terjadi akibat dari aktivitas penebangan hutan ini adalah bencana banjir dan longsor. Selain dampak bencana langsung, penebangan hutan akan mengurangi fungsi hutan sebagai paru-paru dunia dan pada akhirnya akan mengakibatkan bencana lain yang lebih besar seperti perubahan iklim.

    Aktivitas lain yang mengakibatkan bencana lingkungan hidup adalah penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan. Penggunaan bahan bakar fosil yang menghasilkan gas rumah kaca menciptakan fenomena pemanasan global. Fenomena ini membawa bencana alam yang lebih serius dan bersifat luas, yakni pemanasan global. Contoh bencana alam akibat dari pemanasan global adalah bencana badai yang meluas dan gelombang panas yang terjadi di banyak tempat. Bencana ini dapat membawa masalah lain yang berdampak pada manusia sendiri seperti kegagalan panen, dan timbulnya korban harta, benda, dan jiwa.

    Untuk mencegah terjadinya bencana lingkungan hidup, diperlukan upaya – upaya untuk mewujudkan kesadaran melestarikan lingkungan hidup. Kesadaran tersebut nantinya akan berbuah dukungan dari berbagai unsur masyarakat. Untuk mencapai hal ini, diperlukan suatu proses pendidikan lingkungan. Pendidikan lingkungan adalah proses mengembangkan kesadaran penduduk dunia akan lingkungan hidup dan upaya aktif untuk mengatasi masalah – masalah yang terkait dengan lingkungan. Pendidikan lingkungan diberikan pada masyarakat dalam semua umur dan semua level. Dengan pendidikan lingkungan diharapkan muncul kesadaran yang tinggi mengenai isu-isu lingkungan sehingga akan mendorong terjadinya perubahan dalam interaksi antara manusia dan alam yang lebih baik, yang pada akhirnya akan menciptakan lingkungan yang lebih lestari.

 

UNTUK BACAAN LEBIH LANJUT:

Suharko. (2014). Pencegahan Bencana Lingkungan Hidup Melalui Pendidikan Lingkungan. Jurnal Manusia dan Lingkungan, Vol. 21 (2): 254-260.

Tuang Gagasan: FISIP Starter Pack 2018

Hari yang ditunggu telah tiba

Sebuah awal perjalanan panjang telah menanti

Jalur yang didaki memang tak selalu landai

Namun, curam bukanlah alasan untuk berhenti dan menyerah

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata ‘karir’? Pekerjaan? Tidak sesederhana itu kawan. Karir adalan jalan hidup yang kita pilih sendiri. Kita menyusurinya sejak kita lahir hingga kita dikuburkan. Tuhan mengaruniakan kita kehendak bebas dalam menentukan jalan mana yang akan kita tempuh, demi mencapai masa depan yang kita inginkan. Namun, minimnya sumber informasi seolah membuat jalan itu tak terlihat. Inilah yang seringkali menghambat kita dalam menentukan karir. Sekitar 95,6% mahasiswa FISIP UI masih merasakan minimnya keberadaan informasi seputar karir, khususnya karir pasca kampus mereka.

Mari persempit konteks ‘manusia’ pada ‘mahasiswa’ dan ‘karir’ pada ‘karir pasca kampus’.

Mahasiswa tentu memiliki kesadaran aktif dalam mencari informasi pasca kampusnya.  Permasalahan yang seringkali terjadi di lingkungan FISIP UI adalah tak semua mahasiswa memiliki kesadaran yang sama untuk mau aktif dalam mencari informasi-informasi yang menunjang kehidupannya setelah ia lulus.

Problematika tidak hanya pada mahasiswa yang tidak memiliki kesadaran, tetapi mahasiswa yang telah memiliki kesadaran pun memiliki permasalahan terkait sumber informasi pasca kampus yang mereka gunakan. Kebingungan masih melanda mahasiswa FISIP UI dalam menentukan sumber informasi mana yang ia gunakan sebagai acuan. Beberapa mahasiswa telah menjadikan sosial media sebagai sumber informasi pasca kampus utamanya. Namun, begitu banyak informasi di sosial media yang tidak relevan dengan kebutuhan mahasiswa FISIP UI menjadi kendala baru bagi mahasiswa dalam mempersiapkan kehidupan pasca kampusnya.

Hal inilah yang menjadikan kami, Departemen Pengembangan Mahasiswa BEM FISIP UI 2018, menggagas suatu kanal media penyedia informasi pasca kampus bagi mahasiswa FISIP UI. Kanal tersebut berupa Official Account LINE bernama FISTERPACK atau FISIP Starter Pack. Kata ‘Starter Pack’ mengandung arti kanal media ini dapat memberikan pembekalan berupa informasi-informasi pasca kampus bagi mahasiswa FISIP UI.

FISTERPACK membagi informasi pasca kampus dalam tiga kategori utama, yaitu lowongan kerja, lowongan magang, dan informasi beasiswa. Ketiga kategori tersebut dipublikasikan pada hari yang berbeda di setiap minggunya, demi pembagian informasi pasca kampus yang merata dalam kanal media ini. Namun, tak hanya ketiga informasi tersebut, kami juga menyediakan informasi tambahan lain berupa ‘FISTERPACK Insight’ yang akan menyediakan berbagai kiat-kiat maupun insight lainnya yang dapat menambah pengetahuan mahasiswa FISIP UI mengenai kehidupan pasca kampus. Keberadaan informasi seperti volunteer, seminar, workshop, dan acara lain yang kiranya relevan dalam membantu mahasiswa FISIP UI lainnya juga menjadi salah satu dari sekian konten yang akan dimuat dalam FISTERPACK.

FISTERPACK di sini bukanlah penyedia, melainkan penyalur. Informasi selalu kita saring baik dari kejelasan sumber hingga kesesuaiannya dengan kebutuhan mahasiswa. Tentunya informasi hoax adalah musuh terbesar kami. Satu hal yang penting, FISTERPACK sangat terbuka bagi mahasiswa FISIP UI yang hendak menyalurkan informasi pasca kampus dengan cara yang memudahkan mereka. Hal ini menunjukkan FISTERPACK sebagai kanal media yang sangat dekat bagi mahasiswa FISIP UI.

April 2018 merupakan awal mula berjalannya FISTERPACK. Hingga saat ini, telah dua bulan lebih kami menjadi saluran penyedia informasi pasca kampus bagi mahasiswa FISIP UI. Pada akhirnya, FISTERPACK diharapkan dapat menjadi jawaban atas permasalahan kurangnya informasi pasca kampus yang relevan bagi mahasiswa FISIP UI. Sebagai program kerja yang baru berdiri, kami tidak terlepas dari berbagai kekurangan yang ada. Namun, kami percaya suatu hari nanti, FISTERPACK akan menjadi sebuah kanal media besar yang menjadi kebutuhan bagi mahasiswa FISIP UI dalam menentukan jalan karir apa yang hendak ia gapai.

Ada baiknya untuk menutup tulisan ini melalui sepatah-dua patah kata,

Masa depan tidak diciptakan untuk ditunggu, sebab masa depan ada untuk diperjuangkan” – Jeremy Bagas Taruna

Salam,

Jeremy Bagas Taruna, FISIP UI 2017

Project Officer FISTERPACK 2018

Rilis Sikap BEM Se-UI Pasca Tragedi Terorisme di Mako Brimob, Surabaya, dan Sidoarjo

Selasa (8/5), terjadi peristiwa kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua. Kerusuhan tersebut dilakukan oleh sekelompok narapidana yang terafiliasi dengan jaringan terorisme. Terdapat enam orang tewas di dalam kerusuhan tersebut. Korban yang tewas pada kerusuhan tersebut lima di antaranya adalah anggota polisi, yaitu Bripda Wahyu Catur Pamungkas, Bripda Syukron Fadhli Idensos, Ipda Rospuji, Bripka Denny, dan Briptu Fandi, serta satu orang tahanan, Benny Syamsu Tresno. Kasus selanjutnya terjadi pada Minggu (13/5), yakni kasus pengeboman di tiga lokasi gereja di Surabaya dan meledaknya bom di kawasan Sidoarjo. Kasus pertama, terjadi serangan bom bunuh diri di tiga lokasi berbeda, yaitu ledakan pertama terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercelah Ngagel pukul 07.30 WIB, kemudian di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.35 WIB, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuna pukul 08.00 WIB. Serangan bom bunuh diri tersebut telah menewaskan 13 orang dan 43 luka-luka. Malam harinya, tepatnya pukul 21.00 WIB, terjadi ledakan bom di Rusunawa Wonocolo di Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Diduga ledakan tersebut berasal dari sebuah unit di rusunawa yang didiami oleh keluarga pelaku teror. Pada hari ini (14/5), terjadi ledakan bom di Polrestabes Surabaya di Jalan Sikatan Nomor 1 pada pukul 08.50 WIB. Sampai saat ini Polisi masih menyisir lokasi ledakan. Dalam pasal 28J ayat (1) UUD NRI 1945 disebutkan bahwa “Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara”. Dari pasal tersebut dapat dilihat bahwa sebagai rakyat Indonesia sudah semestinya kita saling menghormati dan menjaga ketertiban, sementara perilaku teror sangat tidak mencerminkan hal tersebut. Melihat berbagai kasus terorisme yang banyak memakan korban dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat, kami menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya terhadap korban dan keluarga yang ditinggalkan pada kasus yang terjadi di Mako Brimob, Surabaya, dan Sidoarjo.
  2. Mengecam dengan keras perilaku teror yang dilakukan sekelompok jaringan pada kasus yang terjadi di Mako Brimob, Surabaya, dan Sidoarjo.
  3. Mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi terhadap isu-isu hoax di tengah maraknya tragedi teror yang mencoba untuk mengusik perdamaian di tengah masyarakat Indonesia.
  4. Mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus hingga tuntas atas perbuatan teror yang terjadi di Mako Brimob, Surabaya, dan Sidoarjo.
  5. Mendesak pihak kepolisian untuk melakukan upaya preventif agar tidak kembali terjadi kasus teror yang dapat memakan banyak korban.
  6. Mendukung upaya kepolisian dan pemerintah daerah dalam usaha pemulihan dan penjagaan suasana untuk jaminan perlindungan masyarakat

Demikian pernyataan sikap ini dibuat atas dasar keresahan kami terhadap berbagai perilaku teror yang meresahkan masyarakat. Kami mengimbau segenap masyarakat Indonesia untuk tetap siaga serta senantiasa menjaga sikap saling menghargai dan saling menjaga ketertiban. Bangsa ini membutuhkan solidaritas pembangun, bukan perusak.

Salam Hangat,

Atas nama BEM Se-UI

Narahubung: Zaky (081286032932)

Departemen Kajian dan Aksi Strategis
BEM FISIP UI 2018
Nyalakan Asa, Bangkitkan Karya

Sebuah Sistem Transportasi untuk “Rakyat”

Sebuah Sistem Transportasi untuk “Rakyat”
Jonathan Jordan – Ilmu Hubungan Internasional, 2017

Pada akhir bulan Maret 2018, lagi-lagi rakyat mengeluhkan sistem transportasi publik yang masih penuh dengan kesemrawutan. Akibat pemindahan jalur KRL Duri-Tangerang yang disebabkan upaya mengakomodir KA Bandara, terjadi kesulitan mobilisasi untuk berpindah jalur yang tidak efektif, memakan waktu, dan rawan musibah – terutama eskalator yang sewaktu-waktu bisa mengalami kerusakan. Belum sampai disana, seminggu kemudian PT KCI mengurangi jumlah keberangkatan KRL Duri-Tangerang dan sebaliknya demi mengakomodir kereta bandara. Kebijakan ini tentunya mengundang banyak reaksi negatif dari masyarakat, terutama dari mereka yang sehari-hari menggunakan KRL Duri-Tangerang. Mereka berargumen penumpang KRL yang sangat banyak dibanding penumpang kereta bandara yang sangat sedikit membuat kebijakan yang dikeluarkan ini tidak masuk akal dan memberatkan rakyat biasa, dan mengistimewakan mereka yang “berkelas” saja (rule over the many by the few).

Tanpa bermaksud membandingkan secara negatif, pelayanan dan kebijakan transportasi publik di Jakarta masih kalah jauh dibanding kota-kota besar disekitarnya, misalnya Singapura. Singapura mempunyai penduduk 5,6 juta jiwa, sedangkan Jakarta mempunyai penduduk 10,4 juta jiwa. Oleh karena itu, di atas kertas kita bisa menilai Jakarta perlu pelayanan publik yang lebih baik untuk mengakomodir jumlah penduduk yang banyak. Ketika penulis berkunjung ke Singapura untuk berlibur beberapa tahun lalu, penulis kagum dengan pelayanan publik yang sangat efisien di Negeri Singa ini, khususnya di bidang transportasi. Betapa tidak, kereta Mass Rapid Transit (MRT) yang melayani perjalanan di hampir seluruh bagian Singapura terintegrasi dengan baik dan kereta berangkat setiap lima menit sekali, meskipun jumlah penduduk Singapura tidak terlalu besar. Karena kereta diberangkatkan setiap lima menit sekali, kepadatan penumpang tidak terlalu membludak. Mobilitas untuk pindah jalur di MRT juga mudah, terarah, dan ruangnya luas untuk pejalan kaki. Berbeda dengan KRL Duri-Tangerang yang akibat KA Bandara menjadi berangkat setiap 30 menit sekali. Dengan interval 30 menit sekali, mobilitas yang sulit dan jumlah penduduk yang banyak menjadikan kepadatan penumpang sangat membludak hingga penumpang saling berdorong-dorongan dan berhimpit-himpitan sehingga rawan celaka, terutama untuk ibu hamil dan lansia.

Efektifitas kebijakan publik dan tata ruang kota di dua kota ini memang sangat berbeda. Penulis menilai sayangnya, para pembuat kebijakan di Indonesia sepertinya lebih peduli tentang bagaimana caranya untuk jor-joran dan mempromosikan transportasi modern yang Penulis menilai sayangnya harus mengorbankan rakyat banyak yang menggunakan sistem transportasi yang sudah ada. Keraguan akan tingkat kepercayaan kinerja kebijakan publik di Jakarta sudah tampak ketika muncul rencana membuat KA khusus bandara. Dengan jarak bandara yang dekat dari wilayah perkotaan, mengapa tidak membuat stasiun KRL di bandara saja? Seperti stasiun MRT Bandara Changi yang bisa diakses secara mudah, dan juga murah oleh masyarakat setempat. Jakarta berbeda dengan Moskow, dimana Moskow juga membuat KA khusus bandara namun hal tersebut dapat dimaklumi karena jarak Bandara Domodedovo di Moskow dengan stasiun metro (semacam MRT) terdekat adalah 50 km, sama dengan jarak Jakarta – Bogor, dan juga mereka menggunakan jalur tersendiri yang tidak mengganggu efektifitas masyarakat yang menggunakan kereta metro. Jika Singapura dan Moskow yang secara pembangunan lebih baik dari Jakarta bisa memanfaatkan kebijakan publik secara efisien dan tidak mengorbankan hak masyarakat, tentunya sangat di Penulis menilai sayangkan para pembuat kebijakan di Jakarta lebih mengutamakan sesuatu yang “wah” namun tidak dirasakan sepenuhnya manfaatnya oleh rakyat ketimbang mengutamakan kenyamanan, bahkan keselamatan masyarakat yang ingin menggunakan transportasi secara efisien.

Esai ini ditulis bukan untuk “menyerang” para pembuat kebijakan dan PT KCI, namun penulis ingin memberi masukan dan saran yang bermanfaat demi kepentingan rakyat, karena transportasi adalah untuk kepentingan rakyat. Sila Pancasila kelima dengan jelas menegaskan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Penulis mengapresiasi adanya jasa KRL yang memberi akses cepat bagi masyarakat untuk bepergian denga harga murah. Namun, kebijakan yang diterapkan baru-baru ini membuat banyak masyarakat resah dan mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat dengan transportasi umum. Semoga kedepannya kebijakan publik dan pelayanan masyarakat akan semakin dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat sehingga kita bisa mencapai visi Indonesia yang makmur dan sejahtera.

Esai ini ditulis sebagai karya peserta Sayembara Aksara BEM FISIP UI.

#SayemBaraAksara
#BaraAksara

Narahubung: Saskia (081297985058)

Departemen Kajian dan Aksi Strategis
BEM FISIP UI 2018
Nyalakan Asa, Bangkitkan Karya

Liputan Acara Peluncuran Akbar #SATUFISIP

Kamis, 22 Maret 2018

Tahun yang baru maka kepengurusan dan semangat yang baru juga. Diperlukan sebuah acara untuk kita saling mengenal antar pengurus yang baru dan memperkenalkan serta mensosialisasikan elemen-elemen mahasiswa FISIP UI kepada seluruh mahasiswa FISIP UI. Peluncuran Akbar #SATUFISIP merupakan acara yang mempertemukan seluruh elemen-elemen FISIP, seperti komunitas dan lembaga, dengan seluruh mahasiswa FISIP agar mereka bisa mengetahui wadah yang di mana mereka bisa menyalurkan minat dan bakat mereka.

Peluncuran Akbar #SATUFISIP tahun ini membawa tema ‘FISIP Punya Kita’. Dengan membawa tema ini diharapkan acara ini dapat mengenalkan berbagai elemen FISIP UI. Dengan diperkenalkannya berbagai elemen FISIP UI yang ada, diharapkan kesadaran mahasiswa/i FISIP UI untuk berkontribusi dan menumbuhkan kedekatan bersama secara progresif untuk mencapai manfaat yang berkelanjutan sebagai satu kesatuan, yaitu #SATUFISIP. Tidak lupa juga pada tahun, Peluncuran Akbar #SATUFISIP diadakan di Taman Tunas Bangsa, taman yang baru selesai dibangun pada tahun ini. Sekedar fakta, Peluncuran Akbar #SATUFISIP merupakan acara yang diadakan mahasiswa pertama yang berlokasi di Taman Tunas Bangsa, maka selain mengawali acara-acara yang akan diadakan di tahun ini, juga mengawali Taman Tunas Bangsa sebagai lokasi baru untuk berbagai acara atau kegiatan yang akan datang.

Acara dibuka dengan kata sambutan dari Dekan FISIP UI, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc., dan koordinator kemahasiswaan FISIP UI, Bhakti Eko Nugroho, S.Sos., M.A. lalu, dilanjutkan perkenalan dari lembaga-lembaga dan komunitas-komunitas dengan mengenalkan secara singkat tujuan, nilai, program kerja, dan anggota kepengurusan masing-masing. Peluncuran Akbar #SATUFISIP 2018 dimeriahkan dengan makan gratis dan penampilan dari Komunitas Tari FISIP (KTF) Radha Sarisha dan Komunitas Musik FISIP (KMF). Selanjutnya, acara ditutup dengan pernyataan sikap dari IKM FISIP UI tentang pentingnya nilai kehangatan dalam kedekatan #SATUFISIP dan dengan pembakaran obor oleh koordinator kemahasiswaan FISIP UI, Bhakti Eko Nugroho, S.Sos., M.A.

Dengan Peluncuran Akbar #SATUFISIP ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik untuk mengawali setiap langkah mewujudkan setiap mimpi bagi #SATUFISIP.

* Penulis: Chandra Dwi Abdurahman (dengan ubahan oleh Rahardhian Ray)

* Dokumentasi: Zulfi Zuliansyah, Rayhan Mahendra, dan Rifqi Aldrian

Foto-foto Peluncuran Akbar #SATUFISIP 2016 dapat diakses di Galeri BEM FISIP UI